
Bernard membawa Viona ke toko perhiasan.
Viona sangat terkejut melihat harga satu perhiasan saja, sangat mahal.
"Suamiku..mahal sekali!" katanya berbisik, "Kita beli di toko lain saja, ini terlalu mahal!"
"Untuk istriku semahal apa pun aku masih sanggup untuk membelinya..pilih lah mana yang kamu mau" bisik Bernard sambil merangkul pinggang Viona.
Viona melihat satu set kalung berlian yang sangat indah, liontin nya berbentuk bulat.
Mata Viona berbinar melihat kalung tersebut.
"Kamu suka?" tanya Bernard melihat istrinya sepertinya sudah menemukan perhiasan yang disukai.
"Tolong berikan yang ini untuk istriku!" sahut Bernard pada Pelayan perhiasan.
"Baik Tuan!" angguk Pelayan toko.
"Tunggu..!" seru seseorang menghentikan Pelayan mengambil kalung tersebut.
Bernard dan Viona menoleh pada orang yang menghentikan sang Pelayan.
"Itu sudah saya lihat tadi, kenapa anda memberikan nya pada orang lain!" kata orang itu memarahi Pelayan toko.
__ADS_1
"Tapi anda tadi tidak berniat untuk mengambilnya Nona..!" kata Pelayan toko.
"Sayang kemari..lihat kalung yang aku suka mau diambil orang lain!" seru wanita tersebut pada seorang lelaki yang duduk disofa tunggu di ujung toko.
Bernard melihat lelaki yang dipanggil wanita tersebut, dia merasa familiar dengan wajah lelaki itu.
Lelaki yang di panggil wanita tersebut 'sayang' datang mendekat.
"Aku sudah memilih satu set kalung itu, tapi malah mau di ambil mereka!" kata wanita itu kesal.
"Kalung itu sudah dipilih oleh pacar saya..anda tidak bisa sembarang mengambil yang sudah milik orang lain!" kata 'sayang' wanita tersebut pada Bernard.
"Kalau anda sudah memilih nya kenapa anda tidak mengambilnya..saya merasa ini belum milik anda karena masih dipajang didalam etalase!" kata Bernard dengan senang.
"Saya sengaja belum ambil karena masih mau lihat-lihat yang lain dulu!" kata wanita itu.
"Itu milik saya!" kata wanita tersebut.
"Kalau begitu silahkan anda ambil, kalau masih belum anda beli...saya yang akan ambil, istri saya menyukai kalung itu!" kata Bernard dengan tekanan nada memperingati.
"Baik!" kata wanita tersebut, "Sayang..ayo kita ambil"
"Silahkan Nona" Pelayan toko menyerahkan satu set kalung berlian tersebut.
__ADS_1
Mereka pun mengambil perhiasan itu, lalu membayar ke meja kasir.
"Dua ratus lima puluh juta rupiah Tuan!" sahut Pelayan kasir pada 'sayang' wanita tersebut.
"Apa?? mahal sekali, kalung begini saja kok bisa semahal itu!" teriak Lelaki itu sangat terkejut mendengar harga kalung tersebut.
"Ini satu set Tuan, bukankah anda telah melihat harga yang telah tertulis di kaca etalase saat anda melihatnya tadi Tuan?"
"Saya tidak ada lihat, pacar saya yang lihat..ini penipuan namanya!"
"Kalau anda tidak bisa membelinya, saya yang akan beli!" kata Bernard seraya membuka dompetnya, lalu mengambil black card dari dalam.
"Astaga ternyata tidak bisa beli, tadi begitu ngotot mau beli..ternyata tidak mampu!" bisik-bisik pelanggan toko yang lain terdengar mencibir pasangan lelaki dan wanita itu.
Wanita yang merasa terlalu percaya diri tadi sangat malu, wajahnya langsung memerah karena malu.
Ternyata pacar nya sangat pelit, dia tidak tahu mau kemana menyembunyikan wajahnya. Ini sangat memalukan.
Dengan menghentakkan kakinya dia pergi meninggalkan pacarnya.
" Sayang!" panggil lelaki tersebut mengejar pacarnya.
"Jangan ikuti aku...pergi!" teriaknya wanita itu marah.
__ADS_1
Para pelanggan yang melihat adegan itu tertawa merasa lucu dengan tingkah kedua pasangan tersebut.
Bersambung....