Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
77. Lagi-lagi penggangu.


__ADS_3

Viona bergegas menghampiri mobil Bernard yang terparkir ditepi jalan.


Bernard begitu senang melihat istrinya telah selesai mengurus pengunduran dirinya.


Bernard turun dari mobil, lalu membantu istrinya membuka pintu mobil.


Viona tersenyum melihat tindakan suaminya tersebut, selalu saja memanjakannya membantu membukakan pintu mobil untuknya.


"Sudah beres?" tanya Bernard setelah mereka duduk didalam mobil.


"Iya sudah!" angguk Viona.


"Bagus, ayo kita pergi " kata Bernard puas.


Mobil pun perlahan bergerak meninggalkan gedung perusahaan Viona.


Bernard menggenggam tangan Viona, lalu mengecup tangan istrinya.


"Tidak ada masalah kan?" tanya Bernard.


"Sepertinya lelaki yang bersama Irina malam itu, bekerja di sini juga, tadi kami berpapasan, dia menyapaku!" kata Viona.


"Apa?" wajah Bernard langsung berubah, "Dia tidak macam-macam kan?"


" Tidak, tadi dia mau bicara padaku, tapi aku langsung bergegas pergi menghindari dia!"


"Pintar, istriku memang pandai!" Bernard mengecup kepala Viona, dia begitu senang istrinya bisa menjaga diri.


" Tapi kenapa dia bisa kenal dengan Irina?" tanya Viona bingung.


"Irina mencoba berbagai cara untuk kembali padaku, jadi dia mencari tahu tentangmu istriku, dan dia mengetahui ternyata ada sorang pria ditempat kerjamu yang diam-diam menyukai dan mengagummu" kata Bernard mulai menjelaskan.

__ADS_1


"Oh.." Viona baru mengerti, ternyata seperti itu.


Pantas saja malam itu pria tersebut sangat berani melirik dan menatapnya dengan senyuman, ternyata dia pengagumnya.


"Tenang saja, aku sudah usahakan kalau mereka tidak akan menggangu kita lagi!" kata Bernard mengelus kepala Viona.


Tidak berapa lama kemudian mereka pun sampai di pantai.


Pembangunan Resort tampak mulai terlihat rampung, dan terlihat semakin mewah dan asri.


Bernard membantu istrinya turun dari mobil, lalu menggenggam tangan istrinya berjalan menuju proyek pembangunan Resort yang belum selesai.


Bernard melihat pembangunan Resort sepertinya akan segera selesai, dia sangat puas melihat hasil kerja para pekerja tersebut.


Sangat teliti dan rapi.


Sesuai dengan apa yang diinginkannya.


Bernard melihat bagian main lobby, lounge area ternyata sudah selesai.


Ruang kasir, customer service toilet umum, sudah selesai juga.


Dan bagian resepsionis juga telah rampung, cepat juga hasil kerjanya.


Bernard benar-benar puas.


"Tuan Bernard, selamat siang!" sapa seorang wanita tiba-tiba muncul dari samping mereka.


Bernard menoleh melihat wanita tersebut.


"Apakah anda juga akan melihat bagian fasilitas hiburan dan olah raga? saya bisa menemani anda untuk melihat-lihat, di bagian fasilitas hiburan ada yang ingin saya jelaskan dan beritahukan, sepertinya ada yang kurang di bagian hiburan!" kata wanita tersebut sembari tersenyum pada Bernard.

__ADS_1


Bernard mengerutkan keningnya.


Dari mana datangnya wanita ini, dia merasa tidak mempekerjakan seorang wanita untuk memantau Resort di bagian manapun.


Bernard tidak bergerak ditempatnya berdiri.


Dia memandang wanita tersebut dengan pandangan menyelidik.


"Siapa yang mempekerjakan kamu?" tanya Bernard dingin.


"Hah, ya, maksudnya apa Tuan?" tanya wanita tersebut bingung dengan pertanyaan Bernard.


"Kamu! siapa yang menyuruh untuk memantau pembangunan bagian fasilitas hiburan!" kata Bernard dengan wajah datarnya.


"Saya..." wanita tersebut tampak jadi gugup.


Bernard mengangkat tangannya, lalu membuat suatu kode.


Dan Jos tiba-tiba sudah berdiri dibelakang Bernard.


"Coba cari tahu, kenapa ada wanita yang bekerja untuk memantau bagian fasilitas resort!" kata Bernard.


"Baik Tuan!" angguk Jos dengan cepat.


Bernard kemudian berbalik, lalu pergi dari sana membawa Viona.


Si wanita yang ditinggalkan berdiri dengan bengong memandang kepergian Bernard.


Misinya gagal, ternyata Bernard tidak mudah untuk ditaklukkan.


Dia pikir sama dengan para pebisnis lain, yang sangat gampang tergoda dengan wanita cantik.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2