Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
63. Istriku sungguh tidak terduga.


__ADS_3

Viona merasakan sangat menikmati tindakannya tersebut, dia merasa ini sangat mengasyikkan.


Lidahnya digesekkannya dikulit dada suaminya tersebut, menyesap puncak dada Bernard yang kekar.


Memainkan lidahnya disana sesaat, memilinnya dengan bibirnya.


Bernard semakin menegang merasakan bibir istrinya dipuncak dadanya, ini sangat menyenangkan, wajahnya semakin merona.


Tangan kecil Viona berlahan turun membelai perut sispek Bernard, menelusuri setiap otot diperut Bernard.


"Istriku" Bernard mendesah senang dengan belain tangan istrinya tersebut, dia menikmatinya.


Viona tidak bisa diam, dia ingin menyentuh tubuh suaminya lebih jauh. Menikmati tubuh kekar suaminya yang liat.


Tangan Bernard membelai kepala Viona yang tengah turun menelusuri perutnya, merasakan bibir istrinya mengecup perutnya.


Bernard benar-benar menyukai tindakan istrinya, istrinya sungguh tidak terduga.


Dia mendapat istri yang luar biasa menggairahkan, dia sangat beruntung memiliki istri yang bisa untuk menyenangkannya.


"Suamiku" gumam Viona.


"Iya istriku" jawab Bernard serak.


"Apakah masih marah padaku?" tanya Viona sembari masih mengecup perut suaminya.


"Tidak lagi istriku" jawab Bernard serak.


"Benarkah?"

__ADS_1


"Iya" jawab Bernard semakin serak, dia kembali menegang merasakan bibir Viona semakin turun kebawah, mengecup dan menggesekkan lidahnya di pusarnya.


Sial! bisik hati Bernard tidak tahan dengan tindakan istrinya tersebut, dia merasakan ereksinya mengeras.


Istrinya membuat dia melayang.


Bernard reflek duduk dari berbaringnya, menarik Viona keatas pangkuannya dan mencium bibir istrinya dengan rakus.


Viona senang melihat suaminya tidak merajuk lagi, dia menyambut ciuman suaminya yang terasa begitu tidak sabaran.


"Kamu sengaja menggodaku istriku?" tanya Bernard di sela-sela ciumannya.


"Tidak, itu tindakan minta maafku" kata Viona sembari membalas ciuman suaminya.


"Kamu belajar dari mana?" tanya Bernard memperdalam ciumannya.


Viona mulai kehabisan nafas kurang oksigen akibat ciuman Bernard yang menyerangnya begitu rakusnya.


Wajah Viona sangat merona, dan bibirnya bengkak.


Bernard mengelap air liurnya yang menempel di sudut bibir Viona dengan jari jempolnya.


"Aku belajar sendiri" kata Viona sembari menetralkan kembali nafasnya.


"Benarkah?" Bernard menatap istrinya dengan intens, dia merasa semakin mencintai istrinya tersebut.


"Iya" angguk Viona, "Dan ternyata sangat menyenangkan" Viona tersenyum manja sembari mengelus dada suaminya dengan ujung jemari telunjuknya.


Bernard terpana menatap istrinya tidak percaya, istrinya menggodanya lagi.

__ADS_1


Reflek Bernard membaringkan Viona ke kursi malas, sekarang dia yang diatas menatap wajah Viona dengan nanar.


"Kamu sungguh tidak terduga istriku" sahutnya serak, dia menelan ludahnya merasakan ereksinya semakin mengeras.


Bernard meraih tangan Viona dan membawanya ke arah ereksinya, menahan tangan kecil istrinya disana.


"Ini akibat perbuatanmu!" katanya serak.


Viona menatap mata suaminya, dia tersentak merasakan benda di balik celana renang suaminya terasa mengeras.


"Kamu harus tanggung jawab istriku!" gumam Bernard serak.


Viona menelan ludahnya tanpa sadar.


Entah kenapa tiba-tiba ada ide jahil terlintas dikepalanya. Dia ingin merasakan benda tersebut didalam genggamannya.


Pipi Viona semakin merona memikirkan itu, apa aku sudah gila? pikirnya tidak percaya dengan ide yang ada dikepalanya.


"Kenapa?" tanya Bernard melihat perubahan wajah istrinya semakin memerah.


Viona kembali menelan ludahnya tanpa sadar, dia sangat gugup, tapi keinginan yang ada dikepalanya menari-nari ingin mencobanya.


"Aku ingin menyentuhnya!" gumam Viona pelan, pipinya semakin merona.


Bernard tidak percaya mendengar perkataan istrinya itu, ia ingin menyentuh ereksinya.


Bernard menelan ludahnya, wajahnya juga sama seperti Viona semakin memerah saja.


"Kamu tidak bercanda kan istriku" gumam Bernard memastikan perkataan istrinya tersebut.

__ADS_1


"Iya, aku mau!" angguk Viona pasti dengan tidak tahu malunya, dia sangat penasaran.


Bersambung.....


__ADS_2