Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
43. Istriku adalah milikku.


__ADS_3

Bernard membawa Viona untuk membeli sepatu dan keperluan lainnya, sehingga belanjaan mereka begitu banyak.


Viona tidak tahu entah sejak kapan dua orang Bodyguard Bernard datang untuk membantu mereka membawakan belanjaan mereka.


" Viona!" seseorang memanggil Viona.


Bernard menoleh melihat siapa yang memanggil nama istrinya tersebut.


Seorang pria menghampiri mereka.


"Martin!" gumam Viona tanpa sadar.


"Siapa dia?" tanya Bernard tidak senang, wajahnya terlihat mulai tidak senang.


Teman saat di Universitas dulu!" jawab Viona.


"Tatapan matanya pada istriku terlihat berbinar, aku tidak suka!" kata Bernard mulai kesal.


"Halo Viona..apa kabar?" tanya Martin tersenyum mengulurkan tangannya untuk bersalaman pada Viona.


Martin sedikitpun tidak memandang ke arah Bernard, dia hanya fokus memandang Viona.


Viona gadis yang baik dan cantik sangat disukai banyak teman pria Viona saat masih duduk di bangku kuliah.

__ADS_1


Tapi Viona sangat cuek, tidak bisa didekati dan selalu menghindar bila di ajak untuk mengobrol.


Viona mengulurkan tangannya untuk menyambut uluran tangan Martin.


Tangan Bernard reflek dengan secepat menarik kembali tangan Viona.


"Kabar istriku baik-baik saja, terimakasih sudah menanya kabarnya!" kata Bernard datar.


"Oh..inikah suamimu Viona?" tanya Martin dengan nada sedikit mencemooh, "Bukankah dia Bernard keluarga Antonius yang telah dikeluarkan dari kartu keluarganya?"


"Iya ini suamiku!" kata Viona bangga, dia merangkul tangan Bernard.


Bernard begitu senang diperkenalkan Viona sebagai suaminya pada pria mantan teman kuliah istrinya itu.


Viona tidak senang mendengar perkataan Martin tersebut, kalau dia beritahu kalau suaminya adalah seorang pria kaya, apakah dia percaya? pikir Viona.


"Kenapa tidak bisa, demi untuk membahagiakan istriku..apa pun bisa kulakukan tanpa terduga!" kata Bernard dengan percaya diri, dirangkul nya pinggang Viona posesif.


"Benarkah? siapa yang percaya pada anak yang telah dibuang keluarga nya, Viona..kamu menikah karena utang budi, apakah kamu ditindas nya untuk menjadi tulang punggung mencari nafkah?" tanya Martin khawatir pada Viona.


Bernard mengeratkan pelukannya pada pinggang Viona.


"Istriku adalah milikku..aku tidak pernah terpikir membiarkan dia mencari nafkah untukku? aku yang memberi dia nafkah!" kata Bernard dengan datar, wajahnya terlihat begitu dingin menatap Martin.

__ADS_1


Rasanya Bernard ingin menonjok wajah Martin yang begitu perhatian pada istrinya, dia tidak suka.


Lelaki ini ada niat tersembunyi pada istriku, pikir Bernard. Tidak akan kubiarkan!


"Permisi..aku mau membawa istriku berbelanja lagi!" kata Bernard membawa Viona sambil masih tetap merangkul pinggang Viona dengan posesif.


"Viona!" panggil Martin.


"Maaf Martin..apakah kamu tidak dengar apa yang dikatakan suami ku? kami ingin berbelanja lagi!" kata Viona dingin, dia merasa risih juga melihat Martin menaruh perhatian padanya.


Viona merasa kalau sikap Martin menjengkelkan, Martin meremehkan sosok suaminya.


Apakah dia merasa kalau Bernard adalah pria sampah yang tidak akan bisa membahagiakanku? pikir Viona merasa kesal dengan kata-kata Martin tadi yang menyindir suaminya.


Karena itu dia mencoba untuk bersikap ramah padaku untuk menarik simpatikku?


"Viona..apakah kamu tidak merasa kalau pria tersebut terlalu tua untuk mu?" sahut Martin masih terus mencari perhatian Viona.


Viona menghentikan langkahnya, Bernard juga menghentikan langkahnya.


"Martin..aku harap ini terakhir kali kita bertemu, kamu sungguh lancang menghina suamiku..aku tidak peduli usia suamiku jauh di atas umurku, yang jelas aku mencintainya!" kata Viona lantang.


Martin terdiam mendengar perkataan Viona tersebut, dia tidak menyangka Viona ternyata mencintai lelaki yang tidak disukai kebanyakan wanita.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2