
Esoknya Viona seperti biasa menyiapkan sarapan mereka.
Bernard selalu hanya menginginkan masakan istrinya.
Bernard sangat lahap menyantap sarapan yang dibuat Viona.
Pagi ini dia akan keluar, ada urusan yang perlu diselesaikan.
Dan Viona berencana akan mengunjungi Ayahnya, semenjak mereka menikah dia belum mengunjungi Ayahnya.
"Aku akan mengantarmu istriku, baru setelah itu aku akan pergi untuk menyelesaikan urusanku!" kata Bernard.
"Oke!" jawab Viona.
Bernard mengantar Viona kerumah Ayah mertuanya.
Setelah mereka sampai dirumah Ayah Viona, Bernard turun untuk menyapa sebentar Ayah mertuanya.
"Papa..!" panggil Viona begitu pintu rumah terbuka, ternyata Ayahnya yang membuka pintu.
"Viona!" Tuan Philip, Ayah Viona terkejut melihat siapa yang datang berkunjung saat pintu dibukanya, ternyata putrinya yang datang.
Viona memeluk Ayah nya tersebut.
"Papa Mertua!" panggil Bernard di belakang Viona.
"Oh..kamu datang juga, masuk ke rumah dulu!" kata Tuan Philip mempersilahkan Bernard untuk masuk.
__ADS_1
"Siapa yang datang Papa..!" terdengar suara Naira bertanya pada Ayahnya dari dalam rumah.
"Adikmu Viona!" jawab Tuan Philip.
"Akhirnya kamu tahu juga untuk datang ke rumah kami!" kata Naira ketus.
"Naira apa maksudmu! kenapa kamu bicara kasar begitu, disini ada Bernard juga, sopan lah sedikit!!" ujar Tuan Philip memarahi putri tertuanya tersebut.
"Oh, ada Tuan Bernard ternyata..!" sahut Naira langsung berubah menjadi lembut.
Kening Viona berkerut melihat perubahan kakaknya tersebut.
"Papa, aku sudah beritahu padamu kemarin, ayo sekarang Tuan Bernard sudah ada di sini, Papa harus ceraikan mereka!" kata Naira pada Ayahnya.
Bernard dan Viona terkejut mendengar perkataan Naira tersebut, apa maksudnya mau menceraikan kami? pikir Viona.
"Sekarang aku mau, Tuan Bernard adalah suamiku, bukan suami Viona, aku mau mereka harus membatalkan pernikahan mereka!!" teriak Naira.
Viona terbelalak menatap kakaknya itu, dia tak menyangka kakaknya menginginkan suaminya setelah tahu siapa sebenarnya Bernard.
Bernard menggenggam tangan Viona erat, dia tidak senang mendengar perkataan kakak Viona.
"Kamu sudah gila Naira!!" bentak Tuan Philip marah pada Naira.
"Aku tidak mau tahu, aku mau Tuan Bernard yang menjadi suamiku, Viona telah merebut suamiku, kembalikan Tuan Bernard padaku Viona!!" teriak Naira mengamuk.
Naira menarik tangan Viona untuk menyingkir dari samping Bernard.
__ADS_1
Dengan reflek Bernard menepis tangan Naira yang ingin menarik tangan istrinya.
"Lancang sekali kamu, jangan coba-coba menyentuh istriku!!" bentak Bernard menatap Naira tajam.
Naira terkejut merasakan tangannya ditepis Bernard, dia meringis menahan sakit.
"Tuan Bernard, aku minta maaf, aku waktu itu terlalu cepat mengambil keputusan, sekarang aku menyesalinya!" kata Naira dengan nada mengiba.
"Istriku hanya Viona, dan selamanya hanya Viona seorang, kamu tidak layak sedikitpun!" kata Bernard tajam, di pandangnya Naira dengan tajam dan sangat dingin.
Naira merasakan tubuhnya gugup dengan pandangan Bernard tersebut, benar-benar sangat menakutkan.
"Papa mertua, maaf sepertinya aku akan membawa kembali istriku, lain kali baru datang berkunjung lagi, dan kalau situasinya memungkinkan!" kata Bernard pada Ayah Viona.
Bernard tidak ingin meninggalkan Viona dirumah Ayah mertuanya, yang ada nanti akan ditindas oleh kakaknya Naira.
"Oh iya, baiklah! putriku baik-baik ya, selalu lah menurut pada suamimu!" kata Tuan Philip pada Viona.
"Iya Papa!" angguk Viona patuh.
Bernard merangkul pinggang istrinya untuk pergi dari rumah Ayah mertuanya.
Naira sangat cemburu melihat Bernard memperlakukan Viona sangat penuh kasih sayang.
Dia merasa bahwa dialah yang seharusnya yang merasakan perhatian Bernard, bukan Viona.
Bersambung....
__ADS_1