
William memutuskan untuk melakukan tes DNA dengan Morgan.
Kalau mencoba untuk membuat Lisa jujur sepertinya agak sulit.
William sudah meragukan kejujuran istrinya tersebut.
Morgan pun setuju untuk tes DNA bersama William.
Sementara itu di gunung, Mansion kastil.
Bernard menerima laporan dari Jos bahwa bukti keliaran Lisa telah mereka kirimkan kepada William.
"Bagus!" kata Bernard puas.
"Bagaimana dengan kejahatannya, Tuan? apakah perlu kita kirimkan juga?" tanya Jos.
"Tunggu dulu hasil DNA keluar, baru kamu kirim rekaman pertama pada Tuan William!"
"Baik Tuan!" angguk Jos mengerti.
"Siapkan pengacara yang bagus untuk kedua saksi!" kata Bernard lagi.
"Baik Tuan"
"Kamu boleh pergi!"
"Baik Tuan!"
Jos kemudian meninggalkan ruang kerja Damian.
Bernard yang ditinggalkan Jos, merenung memikirkan Ibunya.
__ADS_1
Bernard perlahan membuka laci kerjanya, lalu menarik sebuah map dari dalam.
Dia menarik berkas-berkas yang ada dari dalam map tersebut.
Apa yang dulu dikatakan oleh Ibunya mengenai bahwa dia dijebak, ternyata benar setelah Bernard menyelidikinya.
Cukup lama juga mencari kebenaran tentang siapa yang menjebak, dan apa motifnya.
Akibat kesalahan itu akhirnya dia terlahir ke dunia, dan untungnya Ibunya mempertahankan kehamilannya sampai dia lahir.
Bernard memijit pelipisnya, kepalanya terasa sakit memikirkan perjalanan hidupnya.
Ibunya yang hamil ditolak Ayah kandungnya, membenci Ibunya sampai begitu dalam.
Mengatakan kalau Ibunya perusak rumahtangga orang, menjebaknya dengan obat perangsang.
Melempar Ibunya keluar dari rumah Ayahnya, pada waktu itu datang untuk meminta pertanggungjawaban Ayahnya.
Padahal kalau dipikir-pikir Ayahnya sudah mengenal siapa Ibunya sebenarnya.
Ayahnya mengenal Ibunya sebagai sekretaris Kakeknya, yang cukup handal dalam membantu menangani perusahaan Kakeknya.
Kakek sudah menganggap Ibu Bernard seperti keluarga sendiri, Ibunya jujur dalam segala hal.
Dan juga tegas menghadapi klien yang banyak maunya.
Kakeknya pernah bercerita pada Bernard sambil bercanda saat mereka pergi memancing berdua, mengatakan kalau Kakek sebenarnya ingin menjodohkan Ibu dengan Ayahnya.
Tapi telah didahului oleh wanita yang tidak disukai oleh Kakeknya.
Wanita licik yang begitu agresif dengan segala pesonanya menggoda Ayahnya.
__ADS_1
Dan Kakek juga mengetahui kalau Lisa punya niat tertentu, dan menjebak Ayahnya dengan kehamilannya.
Kakek Bernard pernah memarahi Ayahnya untuk jangan tergoda pada Lisa, tapi Ayahnya sudah keburu mencintai Lisa.
Gadis yang baru beberapa kali ditemui Ayahnya, akhirnya menjeratnya dengan kehamilannya.
Karena kondisi Kakek yang sudah tua dan mulai sakit-sakitan, melimpahkan urusan perusahaan ditangani asisten pribadinya dan Ibu Bernard.
Dan Ayah Bernard juga ikut menangani perusahaan atas suruhan Kakek, agar bisa memegang kendali kalau Kakek tidak bisa lagi bekerja.
Sampai akhirnya Ayahnya menikah dengan Lisa, Ibunya masih tetap bekerja pada Kakeknya.
Karena sudah terbiasa bekerja dengan Ayahnya, Ibu Bernard sering pergi bersama Ayahnya untuk menghadapi klien yang sulit dihadapi.
Itu membuat Lisa sangat cemburu, dia berusaha mencari cara untuk membuat Ibu Bernard tidak bekerja lagi dengan Kakek Bernard.
Ada beberapa kali dia mencoba, tapi selalu gagal.
Hingga akhirnya dia mendapat ide akan menjebak Ibu Bernard.
Agar Ibu Bernard dipermalukan dan dipecat dari pekerjaannya sebagai sekretaris Kakek Bernard.
Dia menyewa seseorang untuk menaruh obat perangsang pada minuman Ibu Bernard dan klien yang sulit ditangani tersebut.
Dan menyewa wartawan untuk menangkap basah Ibu Bernard dikamar hotel dengan kliennya tersebut.
Tapi sayangnya, ternyata yang meminum minuman yang telah diberi obat tersebut, Ayah Bernard bukan klien tersebut.
Dan hasilnya membuat Ayah Bernard jadi salah paham pada Ibunya.
Bersambung.....
__ADS_1