
Istri mana yang tak bahagia jika memiliki suami yang baik paras dan juga akhlaknya. Angga Abhimana Akbar suami Renata Aisyahrani yang dinikahinya empat tahun lalu.
Meskipun mereka menikah karena perjodohan, pernikahan keduanya sangatlah tenang. Keduanya selalu membuat iri semua pasangan karena keharmonisan rumah tangga yang mereka tampakan.
Bagi wanita yang akrab dipanggil Rena ini, Angga adalah suami yang nyaris sempurna untuknya. Selain memiliki postur tubuh yang tinggi, wajah yang tampan nan rupawan, hidung mancung, rahang tegas dan mata lebar yang selalu mempesona untuk Rena. Suaminya juga begitu lembut bertutur kata, mulia hatinya, rajin beribadah dan juga pekerja keras, hingga bisa di bilang Rena tak pernah kekurangan apapun dari segi dunia. Rena bahkan selalu merasa dunia yang di miliki Angga di serahkan hanyalah untuknya, karena memang begitulah kenyataannya. Suaminya selalu menghujaninya banyak cinta dan limpahan kasih sayang setiap harinya.
Rena sampai binggung harus mencari dari segi mana cela keburukan suaminya, suaminya tak pernah sekalipun menyakiti hati dan perasaan. Mungkin hanya perdebatan kecil, itu hal yang wajar dalam rumah tangga. Terlepas dari itu, Angga adalah suami terbaik untuknya. Rena sampai tidak tahu lagi bagaimana menjabarkan sosok suami yang begitu di cintainya itu.
Angga yang lebih dewasa darinya selalu sabar menghadapi Rena yang kadang suka kekanakan, bawel, cerewet, suka ngambek. Ia selalu saja bisa menyejukkan hatinya dengan nasehat-nasehat yang di berikan padanya. Rena bahkan lebih kalem setelah menikah karena pengaruh positif suaminya.
Rena bahkan merasa, apakah ia wanita paling beruntung di dunia ini karena bisa menjadi istri Angga. Meskipun sampai sekarang ia sama sekali belum bisa memberikan hal yang paling penting dalam berumah tangga, yaitu seorang keturunan.
Meskipun tak pernah ada sikap yang berubah dari suaminya selama empat tahun pernikahan. Tetaplah Rena merasa ingin membahagiakan suaminya dengan bisa memiliki anak dari suaminya.
Angga memang tak pernah menuntut perihal anak padanya, tapi tetap saja Rena merasa kurang sempurna sebagai seorang istri. Bukan tanpa usaha, segala macam cara ia dan suaminya coba untuk bisa hamil.
Serangakaian program hamil sudah mereka coba, bahkan dokter sudah menyimpulkan kondisi keduanya yang baik-baik saja. Hanya program kehamilan bayi tabung yang belum mereka lakukan, karena Angga yakin atas kuasa Allah istrinya bisa hamil dengan alami, begitu pula dengan Rena.
Keduanya masih optimis, anak adalah rahasia Allah, mungkin tidak saat ini mereka di berikan amanah besar itu, tapi suatu hari nanti. Mereka masih menunggu dengan cara apa Allah akan menitipkan amanah itu pada mereka.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Rena melambaikan tangan ke arah Angga setelah mobil Jeep Wrangler yang di tumpangi suaminya menjauh keluar dari pagar rumah. Mobil jenis Sedan tua yang mungkin bisa mewah pada masanya berhenti di depan pintu pagar rumah Rena. Rena yang tadinya ingin masuk ke rumah mengurung niatnya dan menunggu siapakah orang yang berhenti itu.
Pria paruh baya dengan setelan kemeja Rapi turun dari mobil itu. Rena perkiraan umur bapak itu sekitar 50an lebih karena perwakannya lebih sedikit muda dari bapak mertuanya.
"Maaf Pak, baru saja keluar ke kantor," balas Rena.
"Padahal lebih enak kalau bicara dirumah," keluh pria paruh bayah itu.
"Ya udah Pi, kita temui di kantornya saja," seru seorang wanita muda dan cantik yang mendekati pria paruh bayah itu.
"Ya Nak, oh ya. Apa ibu adalah ibu Renata istri Pak Angga?" tanya Pria sepuh itu.
"Betul sekali Pak," Jawab Rena santai.
__ADS_1
"Saya Bramantyo rekan bisnis Pak Angga, ini putri saya Celine," bapak paruh baya itu menyuruh putrinya menjabat tangan Rena. Pria itu tahu kalau keluarga Angga tidak melakukan kontak fisk dengan lawan jenis.
"Renata," tangan Rena menyambut hangat tangan wanita cantik yang ada di hadapannya. Rena menduga, anak dari pak Bramantyo adalah keturunan blasteran mengingat wajahnya yang begitu oriental.
"Celine, senang bertemu dengan Ibu Renata." Balasnya dengan lembut.
Entah kenapa Pak Bramantyo ingin menemui suaminya dengan membawa putrinya yang mengagumkan ini. Sudahlah! Rena menepis pikiran buruknya ketika Pak Bramantyo berpamitan untuk pergi.
.
.
.
.
Bersambung..
Jangan lupa tinggalkan like komen vote 😘😘
Ini cerita terbaru Ei, cerita ini tak seseram judulnya kok.
__ADS_1