
Angga Abhimana Akbar bekerja di Wilson Palm, Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan Kelapa sawit milik keponakannya. Angga sangat berdedikasi tinggi untuk perusahaan ini. Semenjak lulus dari bangku kuliah di usianya yang menginjak 23 tahun ia sudah di tarik oleh perusahaan kelapa sawit besar Wijaya Palm Hill, Tbk untuk anak perusahaannya Wilson Palm. Bebekal IPK tinggi keahlian yang di miliki dari jurusan agrobisnis, Angga mendapat posisi yang bagus di perusahaan.
Angga seorang pekerja keras yang ulet dan cekatan. Caranya memimpin yang tegas tapi tidak semena-mena. Terlebih Angga sangat religius di mata semua karyawannya. Membuat sang leader disenangi sekaligus menjadi panutan para karyawan - karyawan di perusahaan ini.
Berawal dari kepala devisi perkebunan, karirnya merangkak naik menjadi direktur internal Control (IC) perkebunan yang mengawasi seluruh perkebunan milik perusahaan. Disinilah kepemimpinan Angga menghasilkan dampak besar untuk perusahaan.
Hingga akhirnya saat ini di usianya yang ke 32 tahun, Angga mendapat posisi penting dalam perusahaan. Angga menjadi salah satu petinggi perusahaan yang menjabat sebagai Direktur operasional perusahaan. Tugasnya membantu direktur utama untuk menjalankan tugas kepemimpinan untuk memajukan perusahaan. Terbukti, berkat kepemimpinan orang-orang yang hebat, Wilson Palm berkembang menjadi salah satu perusahaan kelapa sawit besar di Kalimantan Utara.
Sepertinya halnya kata pepatah. Angga selalu menganggap ada doa wanita hebat di balik kesuksesannya sekarang. Siapakah sosok hebat yang juga ada di balik kesuksesan Angga. Tentu saja ibu dan Istrinya. Bagi Angga jika keduanya wanita itu bahagia, maka semua urusannya juga akan di mudahkan.
Renata Aisyahrani istrinya sempat bekerja menjadi asistennya, tapi hanya beberapa bulan saja demi program kehamilan sang istri. Rena yang tak bisa hanya berdiam diri di rumah, memilih menginvestasikan uangnya dengan membuka cafe dan toko roti untuk mengisi kekosongan waktunya sekaligus menuangkan hobinya memasak.
Meskipun awalnya hanya mencoba-coba, cafe dan toko roti milik Rena sudah membuka beberapa cabang di kota ini dalam tiga tahun terkahir.
Seperti saat ini, Rena berada di toko Roti miliknya yang ia beri nama 'Rengga Bread'. Wanita berhijab slem hijau panjang ini sedang menghias sendiri kue untuk hari jadi pernikahan yang keempat. Meskipun tadi pagi suaminya tidak membahas atau mengingat hari ini. Rena tidak mempermasalahkan hal itu, ia hanya berkhunudzonbillah suaminya sibuk memikirkan pekerjaan hingga melupakan hari ini.
Its oke! ia sendiri yang mengingat hari ini meskipun ada perasaan kesal hanya sepihak yang mengingat momen bahagia empat tahun lalu. Tapi Rena tetap menghias kuenya dengan bahagia.
__ADS_1
"Finish," ucapnya seraya bertepuk tangan seperti anak kecil yang menyelesaikan misinya.
"Cantik Mbak, Pak Angga pasti suka," puji salah satu karyawati toko yang melewati Rena.
"Pasti dong, buatan istri siapa dulu," sahut Rena memuji diri sendiri.
Rena memang begitu dekat dengan semua karyawan tokonya. Tidak ada jarak antara bawahan dan atasan selama dalam batas wajar.
Wanita cantik itu meraih ponsel yang tergeletak di samping kue hasil buatannya. Ia mengambil beberapa gambar untuk nantinya bisa dimanfaatkan untuk promosi.
Ia membuka mengeserkan jarinya ke aplikasi WA, ia tak mendapat satu pesan pun dari suaminya.
Mas lagi Apa? Masih sibuk?
Tak lama Rena mendapat balasan.
^^^Lagi Rapat De. Demi istriku, Mas jadi lihat hape nggak nyimak rapat.^^^
__ADS_1
Rena tertawa renyah
Nanti pulang kan?
Kebetulan saat ini Angga berada di luar kota.
^^^Insyaallah, Doakan semuanya berjalan lancar.^^^
Rena tersenyum lega, kejutannya kali ini berhasil.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung ....