Surga Yang Berbeda

Surga Yang Berbeda
Pria itu?


__ADS_3

"Barang siapa yang mempunyai dua istri, lalu ia condong kepada salah satu dari keduanya, maka ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan punggungnya miring. Hadis Riwayat Tarmizi dan abu Daud." Ustadz Zaid mengambil jeda.


"Anda di dunia tidak adil kepada istri anda yang telah dipoligami, maka pada saat di akhirat, suami itu tidak akan pernah rata punggungnya," lanjut ustadz memegangi punggungnya. "Bahwa kewajiban paling utama bagi suami yang berpoligami adalah bisa adil. Sikap adil yang hukumnya wajib!"


"Dimana akan bermalam, jangan hanya bermalam dengan istri pertama, ketika anda sudah memiliki istri kedua, ketiga atau keempat. Tidak ada istri tua maupun istri muda. istri pertama tidak lebih berhak dibandingkan istri kedua begitu selanjutnya. semua istri haknya sama!" Jelas ustadz dengan tegas.


"Jika tidak ingin anda miring di hari kiamat. maka wajib atas suami yang berpoligami berlaku adil pada istrinya dengan kesempatan kaum muslim."


"Sebagian ulama mengatakan, suami yang tidak bisa berlaku adil saat berpoligami, itu berarti ia adalah pelaku dosa besar karena diancam dengan siksaan tertentu di akhirat."


"Saya berpesan pada para wanita yang ingin dinikahi, ajuakan syarat kepada calon suaminya, saya bersedia di poligami asal diketahui oleh istrinya pertamanya."


"Suami tidak wajib untuk meminta izin. Maksud diketahui istri pertama adalah agar pembagian dapat adil. Jangan lagi Ada wanita yang merengek."


"Ustazd saya di zolimi, suami saya hanya condong ke istri pertama. Dia takut pada istrinya itu. pembagian tidak pernah adil." Suara ustadz Zaid menirukan suara manja perempuan.


"Terakhir, Jadi untuk yang punya keinginan berpoligami atau wanita yang akan di poligami, lebih baik atas sepengetahuan istri sebelumnya agar pembagian malam atau apapun pada para istri bisa adil. Demikian yang bisa saya sampaikan semoga kita selalu menjadi orang-orang yang bertakwa." Salam penutup Ustazd Zaid.


Acara kajian pun dilanjutkan dengan tanya jawab dan berakhir dengan doa penutup siang ini.


Rena keluar dari masjid menunggu suaminya di palataran masjid. Ia sedikit merenung mendengar isi nasehat ustadz yang ternyata tidak mudah bagi pelaku poligami. Ia hanya bisa berdoa agar suaminya tidak pernah ada niatan untuk berpoligami meskipun itu perbuatan yang disunnahkan.


"De!" teriak Angga melihat Rena yang tak jauh dari pandangannya


Rena yang melihat keberadaan suaminya langsung berjalan cepat menghampiri suaminya.


Keduanya kini bergandengan tangan menuju lokasi parkir mobil.

__ADS_1


"De, gimana tadi kajiannya," seru Angga memecah keheningan di dalam mobil.


"Cukup buat hati tiap wanita, deg deg kan sih, tapi Alhamdulillah dapat tambahan ilmu," balas Rena tersenyum manis ke arah suaminya.


"Alhamdulillah, ambil hikmahnya ya De, soalnya kita belum praktek kan," goda Angga.


"Mas Angga," Rena memukul lengan suaminya.


"Bercanda Sayang, lagipula punya istri satu kayak kamu aja, sudah lebih dari cukup." Angga meraih tangan istrinya dan menciumnya.


"Gombal."


"Bener De, satu istri aja binggung habisinnya," goda Angga. Rena yang merona malu langsung meninju lagi lengan suaminya.


"Makan dulu yuk Mas, sebelum azan dhuhur," Rena mengalihkan pembicaraan.


"Boleh, Ade mau makan apa?"


"Pilihan yang bagus, sebentar lagi kita sampai." Angga langsung memutar kemudi menuju ke mall tujuan.


Hanya butuh beberapa menit, Rena dan Angga sudah tiba di salah satu mall di kota ini. Keduanya langsung menuju resto yang tersohor karena sop buntutnya itu.


Disela waktu menunggu makanan pesanan mereka datang, Angga memperhatikan toko buku yang ada di seberang resto. Ia terpikir ingin beli sesuatu untuk beberapa karyawan magang di kantornya.


"Sayang, kamu tunggu sop buntutnya datang, Mas mau ke toko buku di depan sebentar," ujar Angga. Rena mengangguk disusul Angga bangkit menuju tempat tujuannya.


Angga langsung mencari rak yang berisi buku tentang agronomi untuk bentuk apresiasi kepada mahasiswa magang. Angga memang mencintai bentuk buku secara fisik meskipun kini sudah menjamur buku ebook ataupun secara online.

__ADS_1


Ia mulai memilah dan menemukan judul yang menarik perhatiannya. Sebelum ia sempat mengambil bukunya, tangan lain tak sengaja menyentuh tangannya untuk meraih buku itu. Angga dengan refleks menjauhkan tangannya karena itu tangan seorang wanita.


"Lady's first," seru Angga karena melihat wanita yang berebut buku dengannya berwajah blasteran.


"Thanks you," jawab wanita itu meraih buku bergantian dengan Angga.


Angga langsung pergi usai mengambil tumpukan beberapa buku yang sama.


Berbeda dengan wanita bermata hazel dengan rambut panjang lurus berwarna hitam itu. Ia menghentikan langkahnya dan berbalik, memperhatikan lagi seseorang yang beberapa detik lalu bersamanya. Ia merasa tidak asing dengan wajah pria itu, hanya saja sekarang pria itu lebih maskulin dengan brewokan tipis di sekitar rahang dan jangutnya.


Ia ingin memastikan rasa penasarannya dengan mendekati pria itu. Tapi sayang, pria yang sempat mengalihkan perhatiannya itu sudah hilang begitu saja dari pandangannya. Padahal hanya terjeda beberapa menit ia lengah memutar memori lamanya.


"Its oke, mungkin nanti kita bisa bertemu lagi," guman pelan wanita itu berbicara menyemangati dirinya sendiri.


.


.


.


.


.


.


Bersambung .....

__ADS_1


@sumber kutipan ceramah, ustad Zainuddin, Lc di Chanel YouTube Rodja TV.


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote 😘😘😘😘


__ADS_2