Surga Yang Berbeda

Surga Yang Berbeda
Flashback


__ADS_3

Langkah Rena lebih cepat dari biasanya. Nafasnya memburu seperti ingin menumpahkan semua yang ada di pikirkannya. Merasa dikhianati, dibohongi, dibodohi!


Rena begitu ingin marah karen merasa pengorbanannya selama ini tak sepadan. Ia mengingat beberapa waktu silam perdebatan dengan pria paruh bayah yang menjadi dalang terbelahnya rumah tangganya saat ini.


Rena masih gelisah menunggu mobil jemputan dari Willson palm. Ia sungguh tak sabar untuk segera ke perkebunan mencari tahu sendiri apa yang terjadi.


Mobil Mercedes tua masuk ke halaman rumahnya. Rena pernah lihat pria paruh bayah itu beberapa waktu lalu. Tentu saja ia ingat dia adalah ayah dari gadis yang di tuduh berzina dengan suaminya.


"Bu Renata! Bisa bicara sebentar," jawab pria itu terdengar panik.


"Maaf saya sedang buru-buru," jawab Rena.


"Saya tahu anda akan kemana? Saya kesini untuk membicarakan hal yang terbaik untuk suami anda dan putriku."


"Apa yang ingin Angga bicarakan! Sudan jelas suami saya di fitnah ini fitnah!" terang Rena dengan panik.


"Sebaiknya kita bicara kan sebelum anda menyesal! percaya ini demi kebaikan Suamimu dan putriku."


Rena yang tak punya pilihan lain, akhirnya mengizinkan Pak Bramantyo untuk menjelaskan apa keinginannya.


"Anda pernah tinggal di perkebunan kan, anda pasti sangat tahu di daerah itu bagaimana hukum adat lebih dijunjung daripada hukum negara."

__ADS_1


"Apa maksud Pak Bram," tanya Rena binggung.


"Biarkan Pak Angga menikahi putihku, ini demi kebaikan Pak Angga dan Celin."


Bagai di sambar petir di tengah hari ia tak tega terima dengan ucapan enteng pria itu.


"Pak Bram! Saya sangat yakin suamiku tidak bersalah ini hanya fitnah! Suami saya tidak perlu menikah dengan siapapun!"


"Jangan egois Bu Renata. warga percaya dengan apa yang mereka lihat. Saya pernah menjadi tetuah adat disana! Saya sangat tahu bagaimana amarah warga sekarang! LSM bisa menutup paksa perusahaan untuk beroperasi mudahan mereka tidak membakar kantornya. Warga akan meminta kompensasi atas kejadian ini karena bejatnya moral pemimpin yang sudah di amanahi mengelola tanah mereka. Akan banyak masalah di perusahaan. Pak Angga bisa dihukumi warga sebelum akhirnya di serahkan ke pihak berwajib dan entah berapa lama ia akan mendekam disana!"


Nafas Rena hampir cekat! Rasanya kepalanya semakin sakit mendengar masalah baru yang muncul. Ia bahkan tak bisa berpikir jernih sama sekali membayangkan ucapan pria paruh bayah itu.


"Pak Bram! Bagaimana bisa ada seorang ayah yang menginginkan anaknya menjadi istri kedua seseorang!"


"Itu lebih baik daripada putriku hidup sebagai gadis korban pemerkosa! lebih baik putriku menjadi janda. Pikirkan baik-baik ibu Renata. Tidak ada pilihan lain selain menikahkan mereka! Jagalah kehormatan suamimu, putriku dan tempatnya mencari nafkah!"


Rena begitu kesal mengingat kejadian yang sungguh memutar dunianya itu.


Seseorang yang ingin di temuinya kini malah berjalan mendekat ke arahnya.


"Kak Ren ternyata disini, Ayo sebentar lagi giliran kita." Celin mengandeng lengan Rena untuk masuk kembali ke dalam rumah sakit.

__ADS_1


Rena langsung menepis tangannya hingga wanita hamil itu mundur beberapa langkah.


"Jangan berani menyentuh aku lagi dengan tanganmu itu!"


Celin membenarkan posisi berdirinya yang hampir gontai, wanita itu mengerutkan dahinya sembari bertanya dengan lubuk hatinya, kenapa kakak madunya mendadak menjadi berubah 180 derajat.


.


.


.


.


.


.


Bersambung .....


Ei bocorkan sekilas, Ei akan sambung lagi....

__ADS_1


__ADS_2