Surga Yang Berbeda

Surga Yang Berbeda
Ikrar


__ADS_3

Rombongan Celin sudah tiba di masjid sepuluh menit setelah kedatangan keluarga Angga. Bu Sinta dan Renata ikut berdiri menyambut Celin. Di tuntunlah gadis anggun terbalut kebaya putih itu untuk duduk di bersama mereka. Dengan perasaan canggung Celin mengikuti langkah kaki wanita-wanita yang menyambutnya.


"Ternyata aslinya kamu lebih cantik Nak, persis artis drama turki yang ibu lihat di TV, pantas ada orang yang mau berbuat jahat sama kamu," ucap Bu Sinta.


Celin hanya tersenyum tipis, sungguh ucapan calon mertuanya membuatnya semakin merasa bersalah pada istri pertama calon suaminya. Terlebih posisi duduknya kini berada sejajar di samping wanita berhijab putih panjang itu.


Rena melihat sekilas ke arah Celin calon adik madunya yang begitu terlihat cantik. Wajah blasteran yang terbalut kerudung semakin memancarkan aura kecantikannya meskipun make up yang digunakan terlihat sederhana.


Rasa getir kembali membayangi Rena. Tapi ia terus berdoa agar selalu di berikan banyak kesabaran dengan hal yang di anggapnya ujian ini.


Sedangkan Celin memilih diam duduk di antara wanita - wanita yang disayangi calon suaminya itu. Ia merasakan perasaan yang bercampur aduk, suasana pernikahan yang jauh dari harapannya. Bahkan ia tak berani untuk memandang wajah istri pertama calon suaminya. Semua nampak tegang, tidak ada yang berani melontarkan candaan seperti pengantin pada umumnya. Celin menyadari, mungkin kerabat yang hadir menghormati dan menjaga perasaan istri pertama calon suaminya.


Usai mendengar beberapa nasehat dari penghulu. Tangan Pak Bramantyo menjabat tangan Angga yang berada di depannya. Sungguh Angga tak pernah menyangka akan melakukan ijab qobul keduanya kalinya. Ia pikir akan selalu dan hanya bersama Renata sampai akhir hidupnya.


"Angga Abhimana Akbar, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandungku Celina Brigitte Bramantyo dengan Mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas di bayar tunai!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Celina Brigitte Bramantyo dengan mas kawin tersebut tunai!" Dengan satu tarikan nafas.


"Sah,"

__ADS_1


"Sah."


"Alhamdulillah."


Doa pun mulai dipanjatkan.


"Silahkan bawa pengantin perempuannya," ucap penghulu.


Bu Sinta berdiri mengantar Celin menemui orang yang jadi suaminya sekarang.


Sedangkan Renata mendadak beku setelah mendengar kata sah dari orang-orang ada di dalam masjid. Sungguh hatinya mendadak nyeri, rasa semangatnya menutupi gelisahnya perlahan pudar melihat suaminya yang begitu terpana memandang istri barunya.


Angga menatap wanita yang sekarang sah menjadi istri keduanya. Mendadak jantungnya berdebar ketika memandang wajah sangat cantik Celin yang berbeda ketika mengenakan kerudung. Istri barunya itu hanya menunduk malu di hadapannya ini. Sungguh berbeda dengan beberapa hari lalu terselimuti ketakutan di wajahnya.


Angga menyentuh puncak kepala Celin yang sekarang menjadi istri keduanya. Ia ingin melafalkan doa dan meminta Celin menadahkan tangan mengaminkan doanya.


"Allahumma Inni As’aluka Min Khairiha Wa Khairi Ma Jabaltaha ‘Alaihi. Wa a’udzubika Min Syarriha Wa Syarri Ma Jabaltaha ‘Alaihi.” Angga mencoba tersenyum meskipun sedikit canggung setelah melafalkan doa.


Celin meraih tangan Angga dan mencium punggung tangan suaminya dengan takdzim.

__ADS_1


Angga melihat sekilas ke arah Renata, dilihatnya senyum manis di wajah istrinya. Entah itu senyum tulus atau kepalsuan sungguh, ia tidak bisa bersikap manis dengan istrinya yang lain di depan Renata.


Disisi lain ia tidak boleh melukai hati Celin yang baru saja menjadi istrinya. Sekali lagi dengan kata maaf yang memenuhi dadanya, Angga mencium kening Celin dengan lembut.


Sementara di barisan tamu wanita, hati Renata bak di bilah pisau, sakit yang menusuk, melihat orang yang dicintainya mencium wanita lain.


Ya Allah, Ternyata nggak semudah itu, rasanya seperih ini, rasa cemburuku seolah siap membakar ragaku melihat Mas Angga bersama wanita lain, Lapangkam kesabaranku ya Allah, kuatkanlah hatiku ketika melihat suamiku bersama istrinya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung ......


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote 😘😘😘


__ADS_2