Surga Yang Berbeda

Surga Yang Berbeda
Sarapan bersama


__ADS_3

Ketiganya kini menikmati sarapan dengan berbagai menu yang di klaim masakan dari tuan rumah Rena. Celin merasa seperti tamu di rumah kakak madunya. Kakak madunya terlihat begitu cekatan meladeni Angga. Suaminya pun terlihat begitu bahagia tanpa rasa canggung sedikit pun meskipun ada juga dirinya di hadapannya.


Sikap suaminya padanya begitu berbeda ketika bersama Renata. Celin hanya bisa menerima keadaan yang ada, ia cukup tahu Renata adalah istri pertama suaminya selama empat tahun, tentu saja wanita manis itu punya tempat istimewa dihati suaminya jika dibandingkan dirinya.


Celin mulai menyuap beberapa makanan ke mulutnya, ia berusaha tak memperdulikan keromantisan pasangan suami-istri yang ada di depannya. Meskipun sulit, karena Renata sangat komunikatif ketika makan.


Baru beberapa sendok makanan masuk ke mulutnya. Perutnya terasa bergejolak lagi seperti tadi pagi ketika ia makan kroket kentangnya.


"Maaf, permisi ke toilet sebentar." Celin menutup mulutnya dan berlari menuju kamar mandi.


Tanpa memperdulikan sarapannnya, Angga langsung terfokus memperhatikan langkah Celin yang terlihat terburu-buru menuju kamar mandi.


Rena mulai menyadari raut wajah yang berbeda pada suaminya. Mungkin ia mencemaskan istrinya yang ada di kamar mandi. Rena tadi juga melihat dengan jelas, Celin buru-buru ke kamar mandi seperti ingin muntah.


Angga melihat ke arah Rena, dari raut wajah pria itu, sepertinya suaminya ingin minta persetujuan untuk menyusul istrinya.


"Kita Susul aja Celin Mas, sepertinya dia sakit." Tentu saja Rena tidak mau jadi orang jahat yang menghalangi suami yang mencemaskan keadaan istrinya yang terlihat sakit.


Angga mengangguk, dengan spontan ia melangkah cepat menuju kamar mandi.


"Yang, apa semua baik-baik saja," seru Angga mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.

__ADS_1


Baru ini Rena mendengar panggilan sayang suaminya untuk adik madunya. Rena berusaha mengabaikan semuanya. Bahkan kondisi mendesak begini saja, rasa cemburunya sulit sekali hilang.


Tanpa menjawab pertanyaan Angga, pintu sudah terbuka dan nampak Celin keluar dengan wajah pucat disertai keringat yang membasahi dahinya.


"Enggak apa-apa kok Mas, sepertinya aku lagi kurang enak badan. Mungkin dipakai istirahat sudah bisa baikan."


"Mas antar ke dokter saja ya, muka kamu pucat Yang," seru Angga cemas memegangi pundak istrinya.


"Nggak perlu Mas, aku butuh istirahat aja, ini udah biasa kok," jawab Celin santai.


"Mas Angga benar Cel, mending kamu periksa ke dokter kalau memang kurang sehat," sela Rena.


"Ya udah kalau itu mau kamu. Mas antar kamu pulang," seru Angga.


"Mas mau berangkat ke kantor, udah enggak apa-apa, aku bisa pulang sendiri." Celin merasa sungkan dengan Renata. Meskipun sebenarnya pagi ini entah kenapa ia ingin sekali bermanja-manja dengan suaminya, sungguh tubuhnya memang sedikit kurang sehat pagi ini.


"Kalau ada apa-apa langsung kabari Mas," seru Angga.


"Mas jangan kuatir. Nanti biar Rena yang antar Celin sampai di depan kamar," canda Rena. Ia tahu suaminya begitu perhatian. Begitu pula dengan madunya sekarang.


"Ya sudah kalau gitu, Mas berangkat ke kantor dulu." Angga mengusap lengan istri keduanya. Celin tersenyum mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


Ia pun menyaksikan lagi adegan manis kakak madunya yang mengantar suaminya kerja. Rena mencium punggung tangan suaminya berlanjut pria itu mencium kening Renata. Jika ditanya bagaimana perasaannya saat ini, tentu saja Celin akan menjawab hatinya merasa ngilu.


"Ayo Cel, aku temani sampai ke rumah," seru Rena mendekati Celin usai mengantar suaminya.


"Maaf kak, jadi nyusahin," ucap Celin.


"Gak masalah," sahut Rena.


Rena pun berjalan beriringan dengan madunya untuk menepati janji pada suaminya mengantar istri kedua suaminya pulang. Rena bersyukur sebagian tetangganya tidak terlalu berminat mengurusi hidupnya seperti tetangganya yang ada di kampungnya. Jika tidak! Mungkin telinga Rena akan panas mendengar sindiran tetangga tentang dirinya yang terlihat rukun dengan madunya.


.


.


.


.


.


Bersambung .......

__ADS_1


__ADS_2