Surga Yang Berbeda

Surga Yang Berbeda
Hukuman yang pantas


__ADS_3

Rena terus mengandeng tangan suaminya ketika tiba di kantor usai melakukan perjalanan jauh yang cukup melelahkan.


Seorang yang menjadi asisten Angga mengawal atasannya yang mengenakan pakaian santai mengendeng istrinya itu.


Ia membuka pintu dengan kasar ketika sudah tiba di ruangan yang menjadi tempat klarifikasi sang pelaku. Tiga orang dalam ruangan serentak menoleh ke sumber suara.


"De, kamu tunggu di luar ya. Mas nggak akan lama," seru Angga pelan pada Rena.


Rena hanya mengangguk patuh, mungkin itu menjadi urusan laki-laki karena tidak ada wanita di ruangan itu. Rena melangkah keluar dan pintu di tutup oleh asisten Angga.


"Kurang ajar kamu!" Angga langsung menarik kerah pria yang sudah berkerja dengan Angga bertahun-tahun itu.


"Saya sama sekali tidak menyangka kelakuan kamu sehina itu!" Angga hampir melayangkan bogeman.


"Tenang Pak Angga!" asisten Angga mencoba menghalangi atasannya.


"Tenang! Bagaimana aku bisa sabar dengan orang yang sudah melecehkan dua sekretaris dan juga orang yang berusaha menodai istriku!" Angga kembali menarik kerah pria itu.


"Saya dan Tania melakukannya dengan dasar suka sama suka, dia juga akan saya nikahi. Soal Celin! Dia bukanlah istri Anda waktu itu! Lagipula kita tidak tahu apa yang terjadi setelah saya pergi! Justru warga lebih meyakini kalau pak Angga yang berbuat mesum dengan Celin!"


"Dion! Diam kamu!" Satu hantaman mengenai wajah pria itu karena ucapannya yang begitu hina itu. Kali ini Angga tak bisa bersikap baik lagi.

__ADS_1


"Kamu yang berbuat hina! Masih bisa memfitnah orang berbuat salah!" Satu hantaman lagi melayang pada pria itu sambil menguncang-guncang kasar tubuh pria itu. Pria itu tentu saja hanya bisa pasrah tanpa berani membalas.


"Gara-gara kamu saya jadi korban fitnah! Karena manusia seperti kamu rumah tangga saya jadi berantakan!" teriak Angga di depan wajah pria itu.


"Sudah Pak Angga, lebih baik kita serahkan saja pria ini ke pihak yang berwajib." Asisten Angga mencoba mencegah atasan yang terbawa emosional.


Pria yang sudah bercucuran darah segar di bibir dan hidungnya itu mencoba bangun sambil membersihkan noda dari itu. "Bukannya Pak Angga menikmati sekarang punya istri cantik seperti Celin. Istri anda sekarang bisa hamil kan! Itu keberuntungan Pak Angga bukan berantakan," bantah Dion menyindir atasannya itu.


Angga rasanya ingin sekali menghajar Dion atas ucapannya yang tak tahu malu.


Angga kembali menarik kemeja pria itu. "Apa kamu juga yang memprovokasi warga untuk fitnah aku dan Celin!"


"Saya tak tahu tentang Pak Angga. Bukankah waktu itu saya yang memperingatkan Pak Angga jangan sampai warga tahu."


"Hukuman apa yang pantas aku berikan pada orang seperti kamu. Melecehkan pekerja wanita di kantor perkebunan, menggelapkan dana perusahaan. Dan satu kesalahan paling fatal! melecehkan istriku hingga hidupku jadi seperti ini sekarang!


Kenapa kamu mengkhianti kepercayaanku. Ini sudah melibatkan masalah moral seorang pemimpin! Kamu tidak di pantas menjadi bagian dari perusahaan ini! Kamu di pecat secara tak hormat!"


"Pak Angga kenapa sanksi yang diberikan pada saya terlalu berat! Apa karena Celin! Sedangkan kontribusi saya untuk perusahaan ini tidak jadi pertimbangan!" bantah Dion tak terima dengan keputusan Angga.


"Aku tidak membawa ke jalur hukum adalah toleransi yang sudah cukup besar! Jangan pernah meminta lagi hal yang lebih!" sentak Angga.

__ADS_1


"Apa karena anak mafia tanah itu! Pak Angga pertimbangkan sekali lagi kontribusi saya yang juga berperan menjadikan Anda seperti sekarang!"


"Cukup! Jangan membuat saya semakin berubah pikiran membawa masalah ini ke jalur hukum!" sentak Angga yang tak bisa di bantah lagi oleh orang di depannya.


"Satu lagi! Jangan pernah lagi sebut nama istriku dengan mulutmu itu! Aku tak akan rela." Angga melangkah pergi setelah menunjuk wajah pria itu.


Angga juga melihat Dion menggebrak meja seolah tak terima dengan keputusan atasnya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung .......


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote 😘😘😘


__ADS_2