Surga Yang Berbeda

Surga Yang Berbeda
Andai bisa di ulang


__ADS_3

Angga merebahkan kepala dipangkuan Rena setelah keduanya sampai dirumah. Ia merasakan pijatan di kepala yang diberikan Rena. Angga sangat membutuhkan ketenangan saat ini, ia rasanya begitu kecewa mendapati orang yang sudah ia percaya berkhianat.


Ia tak pernah menyangka orang yang berusaha melecehkan istrinya adalah direktur ICnya sendiri. Ia sudah menyangka dari awal orang yang punya posisi penting di perusahaan yang bisa bertindak tak senonoh itu. Tapi untuk mencurigai Dion itu sungguh di luar pikirannya.


Ia kembali kesal kala itu mengingat Dion orang yang berusaha membujuknya berdamai dengan keadaan waktu itu. Padahal dia lah orang bejatnya.


"Dari banyak perkerja, pasti punya sifat dah kepribadian masing-masing Mas. Ada yang mempunyai sifat tak terpuji Mas adapula yang tidak. Apalagi dia merasa punya kuasa. Tidak jaminan orang yang pandai dan berpendidikan berkelakuan bermoral juga."


Rena hanya berusaha melakukan tugasnya sebagai istri untuk memberi ketenangan pada suaminya.


Ia tak pernah melihat suaminya yang pembawaan tenang, semarah tadi. Dikhianati orang yang sudah ia percaya mungkin memberi luka sendiri di hati suaminya.


Meskipun pelakunya sudah tertangkap, tetap saja itu tak merubah keadaan Rena saat ini. Ibarat nasi sudah menjadi bubur, Ia akan tetap menjalani kehidupannya yang terbagi ini. Terlebih sang madu sekarang sudah hamil dan menunggu waktu untuk kelahiran buah cinta pertama suaminya.


"Andai waktu bisa diputar Dek," desis Angga mendongak ke arah Rena.

__ADS_1


"Adeklah yang pengen semua itu terjadi Mas. Ibarat nasi sudah menjadi bubur, air mani juga udah menjadi bayi. Kita punya tanggung jawab untuk menjaga amanah itu," ucap Rena mencoba bersikap santai untuk meredakan kepanikan suaminya.


Angga bangun dari pangkuan Rena, ditataplah sang istri itu lekat. Ia sadar hubungannya dengan Celin yang sudah semakin jauh yang pasti banyak menyakiti hati istrinya itu. Tapi sungguh jika ia bisa, Angga ingin berteriak tak mudah menjalani kehidupannya sekarang.


Ia hanyalah manusia! Ia tak akan pernah bisa sempurna menjalani pernikahannya saat ini, ia tak akan pernah bisa adil meskipun ingin. Angga selalu meminta pengampunan pada RobbNya untuk hal itu, mungkin masalah kebutuhan batin ia bisa cukupi kebutuhan istri-istrinya dengan sama rata. Tapi masalah lahir tentu ia tak bisa membedakan antara syahwat dan cinta dalam hati.


"Terima kasih Dek, masih dampingi Mas sampai saat ini. Adek tak pernah membiarkan godaan setan bersemayam di hati Adek, Ade selalu sabar dan qana'ah dengan kisah kita."


Rena mengengam tangan suaminya. Ia kembali tenang teringat ke waktu ke belakang, memberi izin suaminya menikah lagi memang bukan perkara yang mudah untuk dirinya. Tapi setelah melewati beberapa waktu, Rena sadar ujian yang diberikan RabbNya padanya sebagai bentuk pelatihan sabar untuknya. Wanita ini hanya mengharapkan balasan untuknya kelak di akhirat.


"Mas sangat yakin Adek pasti nanti jadi ibu yang baik untuk anak kita," ucap Angga mengecup jerami lembut istrinya.


"Amin, Mas pasti juga jadi ayah yang terbaik untuk anak kita nanti. Semoga nanti bisa cepat nyusul Ade kecil lagi disini," seru Rena menunjuk perutnya.


"Amiin ...," balas Angga ikut mengelus perut istrinya.

__ADS_1


Suasana tegang kini kembali hangat dengan balutan canda obrolan ringan sebelum tidur.


.


.


.


.


.


Bersambung .......


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote 😘😘😘🙏

__ADS_1


__ADS_2