Surga Yang Berbeda

Surga Yang Berbeda
Menyebar


__ADS_3

Matahari pagi yang hangat masuk ke dalam sela-sela jendela kamar. Bunyi nafas sesegukan masih mengema di ruangan besar ini. Hati Rena begitu pilu, bahkan untuk melangkah saja ia masih belum sanggup.


Matanya selalu tertuju ke arah ponsel, wanita yang di rundung pilu itu hanya berharap mendengar secuil kabar dari suaminya. Beberapa pesan yang masuk memberi dukungan atau sekedar mempertanyakan kebenaran kabar tak pernah berhenti membanjiri layar ponselnya. Sungguh bukan itu yang Rena mau, ia hanya ingin mendengar langsung suara suaminya yang tak mengaktifkan ponselnya sejak semalam.


Berita tentang terciduknya Angga dan mahasiswa magang bernama Celin oleh warga lengkap dengan sebuah foto meyakinkan, sudah menyebar di grup-grup yang terkaitan dengan perusahaan. Bahkan Rena juga sempat membaca dari obrolan beberapa grup jika berita ini akan masuk ke surat kabar lokal. Rena hanya bisa berharap semoga hal itu tidak terjadi, karena management menjamin privasi Angga dengan menekan berita yang beredar dengan berbagai rumor.


Malam hari setelah ponsel Angga tak aktif, hatinya sudah merasa tidak tenang. Bersamaan membuka matanya tengah malam, ia semakin gusar bukan kabar baik dari layar ponselnya mengenai suaminya, malah kabar yang sempat membuat Rena melunturkan kepercayannya pada Angga.


Seketika itu juga air matanya luruh hingga saat ini. Rasanya sungguh tidak mungkin suaminya melakukan hal sehina itu. Rena sangat mengenal dengan baik seperti apa suaminya. Jangankan untuk berbuat zina, melihat wanita yang bukan mahramnya saja, suaminya selalu menundukkan pandangan.


Rena begitu yakin itu hanyalah fitnah, tapi kenapa, hatinya terasa begitu rapuh. Seolah setelah ini ada yang akan berubah dengan pernikahannya.


Rena berusaha bangkit, ia tak mungkin diam saja menunggu kabar ketidakpastian ini. Ia harus bertemu dengan suaminya sekarang juga. Benar atau tidaknya berita ini, mungkin saat ini Angga membutuhkannya untuk tempat bersandar. Perjalanan ke perkebunan tak mungkin ia tempuh sendiri dengan kendaraan BMWnya.


Buru-buru ia menghubungi kantor Angga agar membantunya untuk bisa pergi ke perkebunan.


...----------------...

__ADS_1


Angga masih belum menemukan daya ponsel yang cocok dengan miliknya di mes kantor. Ia hanya ingin memberitahu istrinya bagaimana keadaannya saat ini. Ia memilih merapikan diri, menemui Celin untuk menyelesaikan kepahaman dengan warga dan segera kembali ke hotel.


"Pak Angga," sapa seseorang mengetuk pintu.


Angga menoleh, bak pahlawan yang datang di saat yang tepat. Angga begitu bersyukur bertemu dengan sopirnya Leo.


"Masuk Leo, kamu bawa semua barang saya."


Leo menyerahkan tas Angga jinjing mini itu. Angga langsung saja meraih tas itu untuk mencari daya ponsel, barang yang sangat ia butuhkan.


"Saya terpaksa menyusul bapak kerena tak pulang semalaman. Saya cari tumpangan dari mobil hotel untuk kesini. Dan saya juga terkejut dengan apa yang terjadi disini Pak." Leo menyerahkan ponselnya pada Angga dengan pelan.


Angga memejamkan matanya, duduk di sebuah sofa. Ia mencoba bersikap tenang. Ia tak menyangka nama baik yang dijaga selama ini harus tercoreng karena ia menolong seorang wanita yang berujung fitnah.


Bagaimana dengan keluarganya jika langsung menelan mentah-mentah ketidakbenaran ini?


Hanya satu orang yang saat ini ada di pikiran Angga. Renata, bagaimana perasaan istrinya jika ia tahu masalah ini? Apakah kepercayaan dan rasa setia pada dirinya masih kokoh? Atau malah sebaliknya, istri yang ia cintai itu ikut terhasut dengan pemberitaan penuh fitnah ini.

__ADS_1


"Saya tahu pagi tadi Pak setelah bangun tidur. Maaf Pak, harusnya saya tidak membiarkan Anda pergi sendiri apapun yang terjadi."


"Sudah Leo. Yang sudah terjadi biarlah terjadi. Saya hanya perlu meluruskan fitnah yang sudah menyebar." Mencoba tenang meskipun hatinya saat ini semakin bercamuk dengan bertambahnya masalah baru.


.


.


.


.


.


.


Bersambung .....

__ADS_1


Sori baru bisa up, Ei ada kesibukan padat satu Minggu ke depan di RL, jadi nggak bisa update rutin 🙏🙏


__ADS_2