Surga Yang Berbeda

Surga Yang Berbeda
Saat Terakhir


__ADS_3

Pagi ini sungguh terasa lebih berat dari biasanya. Entah sudah sebengkak apa mata Rena karena menangis semalam. Kini sahabat dan kakak iparnya bergantian memeluk dirinya yang begitu lemah untuk menggerakkan tubuhnya.


Rena menoleh belakang untuk memutar kilasan kisah rumah tangganya. Ia dijodohkan dengan paman sahabatnya yang kala itu berkerja di kantor yang ada di perkebunan kelapa sawit. Tak pernah saling mengenal sebelumnya, nyatanya membuat Rena dan Angga menjadi pasangan yang kompak. Rena dan Angga pasangan beda usia yang bisa saling melengkapi satu sama lain. Ia yang baru menginjak dua puluh tahun masih sering bersikap kekanakan, cerewet, manja di awal pernikahan. Hal itu tentu menjadi hiburan sendiri untuk suaminya. Sedangkan suaminya selalu membimbing dan selalu bersabar dengan sikap Rena itu.


Rumah tangga keduanya jauh dari pertikaian. Meksipun tak jarang juga perdebatan kecil yang justru menambah keromantisan keduanya. Walau sampai saat ini masih berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan apa yang belum Allah amanahkan padanya.


Rumah tangga yang baik tak selamanya berjalan mulus layaknya jalan tol. Karena fitnahan itu, benar-benar menjungkirkan balikan dunia keduanya.


Celin.


Dia gadis yang di anugerahi oleh Tuhan mempunyai wajah yang sangat cantik dan mata yang indah. Tak hayal itu mungkin yang menjadikan beberapa mata kaum Adam menjadi gelap mata ketika melihatnya. Hingga membuat orang kepercayaan suaminya pun ingin merampas paksa kehormatan gadis itu. Naasnya, bermaksud ingin menyelamatkan gadis itu, suaminya malah mendapat fitnah dari warga. Hingga desakan ayah gadis itu, Rena dengan tangan terbuka menerima gadis itu untuk menjadi istri kedua suaminya. Ini hanya masalah hati yang terbagi, namun ternyata tak semudah itu! Rena benar-benar harus membagi segalanya yang dulu hanya miliknya.


Benar apa yang dikatakan Celin! Tidak ada wanita yang ingin dilecehkan kehormatannya, tidak ada wanita yang ingin menjadi penengah rumah tangga seseorang. Ini ujian kesabaran untuk semuanya. Semua sudah di atur menjadi scenario yang epik oleh Sang Oemilik Kehidupan.


Dalam hal ini, bukan hanya dirinya yang merasa sulit. Semuanya juga pasti merasakan hal yang sama. Semuanya berjuang! Rena yang harus berjuang menata hati untuk kehidupan barunya. Angga yang harus berjuang untuk menerima wanita masa lalu yang di kagumi masuk dalam kehidupannya. Suaminya juga harus berjuang menjaga perasaan istri pertamanya dan berbuat seadil-adilnya pada istri-istrinya. Celin pun berjuang! Wanita yang cepat di amanahi buah hati itu juga berjuang, ia harus menjalani masa-masa kehamilannya sebagai wanita kedua yang tak selalu ada suami di dekatnya. Semuanya berjuang untuk ikhlas menjalankan takdir yang di gariskan rumah tangganya.


Celin, andai Rena bisa menahan amarah dan rasa kecewanya. Andai ia tak langsung memberikan tuduhan pada wanita itu. Andai ia bisa berbicara dengan pikiran yang tenang, tak mungkin madunya itu ikut terpancing amarahnya.


Namanya manusia, sesabar apapun hatinya pasti akan ada saatnya untuk dia meluapkan rasa kecewanya.


Celin.


Wanita itu tak tahu apa-apa tentang tuduhan itu! Ia hanyalah wanita yang nyaris kehilangan kehormatannya. Ia hanyalah wanita yang pasrah ketika didesak menikah dengan pria yang dikaguminya di masa lalu yang jadi penolong. Meksipun status pria itu suami wanita lain! Gadis itu hanyalah korban dari ambisi orang tuanya.


Mengingat itu semua Rena rasanya sangat menyesal, ia semakin mengeratkan remasan tangan pada gamis hitam yang di kenakan. Ia semakin memeluk erat sahabatnya mencari kekuatan.

__ADS_1


Andai waktu bisa diputar, ia ingin menjadi Kakak yang lebih baik untuk Celin. Setelah Celin menikah, gadis itu menuruti keinginan suaminya untuk berhijrah. Gadis itu sungguh-sungguh ingin berubah! Ketika ia mendekat padanya, ia malah tak pernah menyempatkan waktu karena selalu tak bisa mengurangi rasa cemburu, iri yang terus menghinggapinya.


Tapi semuanya sudah terlambat! Ia tak akan pernah bisa lagi memarahi gadis itu layaknya seseorang kakak pada adiknya jika melakukan kesalahan.


Andai saja ia diberi kesempatan untuk mengulang. Ia ingin banyak menghabiskan waktu bersama Celin untuk melakukan kegiatan-kegiatan menyenangkan layaknya saudara. Ia harusnya bisa merangkul Celin untuk mendampingi jalan hijrahnya. Pergi ke kajian bersama, memasak bersama, berbagi cerita dan bisa merawat anak bersama. Sungguh pasti akan menyenangkan.


Tapi hal itu tak akan pernah terjadi, ketika dia keluar dari masjid menuju rumah sakit, itu lah saat terakhir ia mengandeng tangan wanita itu, itulah saat terakhir ia melakukan tugasnya sebagai kakak yang menjaga adiknya.


Terkadang, Rena merasa Celin akan merebut Angga darinya dengan semua kelebihan yang wanita itu miliki. Terlebih ia selalu berpikir dengan kehamilan Celin akan menambah daftar panjang untuk wanita itu bisa mencari perhatian lebih dari suaminya. Nyatanya, semua sama, perhatian suaminya tetap sama rata. Jika Celin bukan wanita yang baik, bisa saja ia memanfaatkan kehamilan untuk mendapatkan perhatian suaminya lebih daripada dirinya.


Rena begitu sakit. Ia terus mengusap matanya dengan tisu, sungguh hatinya begitu hancur. Sungguh sakit yang terperi karena ia harus menyaksikan sang Madu sudah pergi untuk selama-lamanya. Wanita itu menghembuskan nafas terakhirnya sebelum waktu sholat subuh setelah berjuang beberapa jam di ruang operasi.


Celin. Nama itu terus terngiang di hatinya.


Rena benar-benar tak menduga, suaminya meluapkan amarahnya dan menjatuhkan talak pada Celin malam itu juga.


Ya Allah, Rena tak pernah merasakan sakit hati sepedih ini. Ia sungguh merasa kehilangan. Tidak ada rasa yang lebih menyedihkan yang pernah ia rasakan selain melihat suaminya berserta beberapa orang mengangkat keranda untuk mengantarkan wanita cantik itu ke peristirahatan terakhirnya.


"Ayo Ren," suara Abel berusaha membangunkannya yang seperti tak bertulang.


Ya Allah, cobaan ini sungguh berat!


Wanita muda itu merenggang nyawa diusianya yang sangat muda. Rena tak pernah bermimpi sekalipun ini akan terjadi. Beginikah yang namanya Takdir! Sungguh tidak ada yang tahu bagaimana, kapan, dengan cara apa seseorang akan merenggang nyawa.


Qodarullah, gadis itu tak memperlama jalan hijrahnya agar segera kembali pada sang pencipta.

__ADS_1


Rena menangis lagi sejadi-jadinya, seorang suami akan kehilangan istrinya. Seorang Ayah akan kehilangan putrinya. Seorang anak akan kehilangan ibunya. Seorang kakak akan kehilangan adiknya.


Tanah yang berlubang perlahan tertimbun menjadi gundukan tanah. Hati Rena hancur berkeping menyaksikan itu.


Rena juga bisa melihat tepat didepan sana, kakak ipar dan suami sahabatnya terus mengusap punggung suaminya, menguatkan suaminya yang duduk bersimpuh di depan gundukan tanah itu seperti kehilangan jiwanya.


Sementara Abel dan Riri tak pernah membiarkan Rena yang begitu lemah lepas dari pelukan kedua wanita itu.


Selamat jalan saudariku, Celina Brigitte Bramantyo, kamu adalah wanita baik yang juga berjuang menyelamatkan nyawa lain di saat-saat terakhir. Tunggulah aku! Kita akan berkumpul kembali di JannahNya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung ......


😭😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2