
Angga dan Rena menyusuri gelapnya malam yang di penuhi cahaya lampu kota setelah meninggalkan bandara. Tak banyak obrolan yang keluar dari mulut keduanya.
Rena memperhatikan suaminya yang fokus menyetir dan lebih pendiam dari biasanya.
"Gimana kemarin Mas, jadi ketemu sama Pak Wisnu," tanya Rena memecah keheningan.
"Jadi, malahan ada Pak Yunus dan anaknya juga," balas Angga.
"Seirus? Ada Farhan juga," tanya Rena kaget.
"Iya, dia teman Adek kan?"
"Iya kita teman satu UKM," sahut Rena. Ia nampak berpikir, apakah jangan-jangan? Itu sebabnya Farhan bersikap aneh padanya?
"Mas makan malam sendiri kan?" tanya Rena memastikan.
Angga memijat pelipisnya bingung harus menjawab apa.
"Mas?" tatap Rena tajam.
"Mas nggak enak kalau pergi sendirian ke acara dinner dek."
Rena menarik dalam-dalam nafasnya. Tentu bukan itu jawaban yang Rena inginkan.
"Jadi Mas ajak Celin?" tanya Rena lagi.
"Mas mencoba hanya ikuti saran dokter agar sesekali cari suasana baru untuk ibu hamil," ucap Angga mencoba meyakinkan istrinya.
"Harusnya suruh istrimu itu pakai masker kalau keluar sama Mas, kalo begitu aku yang semakin jadi bahan gunjingan Mas, malu aku Mas!" oceh Rena kesal memalingkan wajah ke arah suaminya jendela.
"Dek, memang sulit. Tapi kita nggak perlu peduli omongan orang tentang harmonis atau tidaknya rumah tangga kita sekarang."
Rena tak menggubris ucapan suaminya masih melihat ke arah jendela. "Dek, berhenti berprasangka buruk, lebih baik kita tata hati untuk selalu berpikir positif."
__ADS_1
"Ya Mas iya, Celin juga istri Mas, terserah mas mau ajak makan malam, kencan, mas mau pamerkan ke semua orang atau apapun itu terserah Mas, jangan lagi pedulikan aku!" Rena kembali mengoceh lalu melipat tangannya ke dada.
Angga menepikan mobilnya. Di tatapnya sang istri yang sedang kesal itu.
"Kenapa berhenti sih Mas!"
Angga meraih kedua tangan istrinya. "Dek, hal seperti ini tolong jangan di besar-besarkan. itu hanya kebetulan ada Celin yang bisa Mas ajak karena Adek masih di rumah Abel. Berapa kali Mas harus bilang, Mas tetaplah suami Adek yang dulu. Tentu saja Mas selalu peduli sama Adek."
Rena membalikan tangannya, merasakan suhu lain dari tangan suaminya.
"Mas tangan kamu anget!" tangannya kini menyentuh dahi suaminya. "Mas demam, bukan anget lagi. Pantas dari tadi Mas ngomongnya lepeng. Kenapa Mas jemput Rena kalau memang sakit." Rena panik.
"Mas nggak apa-apa Dek, mungkin cuma kelelahan. Nanti sampai rumah Adek buatkan lemon madu juga udah baikan."
"Ih Mas, ini bukan anget kayak biasanya, Mas beneran panas. Sini Rena aja yang bawa mobil."
"Udah nggak apa-apa dek, sebentar lagi juga sampai rumah," seru Angga.
"Tapi Mas ...."
.
.
.
.
.
"Minum dulu Mas," Rena membangunkan Angga yang tidur di pangkuannya.
Angga bangun menerima cangkir dari istrinya. Disesapnya pelan madu lemon hangat itu. Angga membenarkan batal sofa dan kembali merebahkan kepalanya di paha istrinya.
__ADS_1
Rena mengusap rambut suaminya yang mulai berkeringat usai meneguk madu hangat. "Memang kemarin Mas ngapain aja sih sampai demam begini. Habis makan malam langsung pulangkan."
"Mas antar Celin ke mall, setelah itu Mas nggak tidur semalaman," ucap Angga jujur.
"Udah tahu sakit malah ngemall. Mas kebiasaan kalau dirumah Celin nggak pernah tidur!" Oceh Rena dengan nada naik satu oktaf.
"Jangan salah tuduh dulu dek, Mas begadang untuk pelajari penyelidikan di kantor, Mas punya bukti baru," guman Angga menenggelamkan kepala di perut Rena sekarang.
"Jadi sudah ketemu pelakunya?" tanya Rena.
"Satu langkah lagi, kalau Mas udah baikan temani Mas ke perkebunan nanti," ucap pria itu.
"Sekarang jangan bahas itu dulu, Mas harus istirahat."
"Jangan jauh-jauh dari Mas," Angga memeluk pinggang istrinya.
"Ya, Rena nggak kemana-mana. Giliran sakit aja Mas, Manja banget sama Rena."
Rena bangkit membetulkan posisi tidur suaminya. Kedua pahanya sudah terasa kram. Ditariknya selimut untuk menutupi kedua tubuh ini.
"Sempit Mas, kalau Mas neplokin Rena begini."
"Begini cara supaya cepat sembuh Dek," Angga semakin mengeratkan pelukan di wanita yang menjadi tempat paling nyamannya ini.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung .......