Surga Yang Berbeda

Surga Yang Berbeda
Jatuhnya Marwah


__ADS_3

Rena mendengar suara jeep Wrangler masuk halaman dari ruang tengah. Ia sengaja pulang lebih awal hari ini. Ia sudah mengirim pesan beberapa kali pada Angga agar hari ini pulang ke rumah dan membicarakan kenapa mendiamkannya semalaman.


Rena butuh penjelasan untuk kesalahan yang tak pernah ia tahu! Ia tak mau suaminya terus mendiamkannya, sedangkan sang madu menikmati waktu suaminya yang seharusnya bersamanya.


Wanita itu langsung berdiri didepan pintu menunggu suaminya yang akan keluar dari mobil. Suaminya turun dengan wajah yang tak pernah Rena lihat seperti itu ketika pulang kerja. Tanpa senyum, tanpa tatapan hangat.


"Assalamu'alaikum," salamnya melewati Rena begitu saja.


"Wa'alaikumusalam," Rena terburu mengejar langkah suaminya yang berjalan begitu cepat menaiki tangga. Untungnya suaminya tidak salah jalan masuk ke dalam kamar.


"Mas, Mas kenapa sih semalam diamin Rena!" Rena membututi Angga yang akan melepaskan sepatu.


"Mas! Jawab!" seru Rena menguncang lengan suaminya. Angga masih tak bergeming, pria itu terus melepaskan kemeja tanpa bantuan Rena seperti biasanya.


"Oke Mas! Mas tega sekarang sama Rena. semalaman Rena nungguin Mas ternyata semalam Mas malah pulang ke rumah sebelah!" cercah Rena ketus. Ia semakin kesal karena suaminya yang biasanya hangat padanya menjadi kaku, diam dan terlihat aneh seperti ini


"Rena tahu Mas, sekarang Mas lebih betah sama Celin kan! Dia lebih hangat dari aku! lebih nyaman Mas disana. Mas sekarang nggak peduli lagi sama Rena!" Rena terus mencercah suaminya karena tak kunjung menanggapi dirinya.


"Aku ini pulang kerja capek! Bukannya di sambut malah kamu ngerocos nggak jelas!" bentak Angga tepat di depan Rena.


Mata Rena melotot kaget, tangannya mengelus dada menenangkan jantungnya yang mendadak berdetak cepat. Hampir lima tahun pernikahan, ia tak pernah sekalipun mendengar suaminya berbicara sambil membentak kepadanya seperti tadi.


"Apa sekarang istriku lupa, bagaimana adab menyambut suami!"

__ADS_1


Rena mendadak kaku melihat seseorang yang seolah bukan suaminya seperti biasa.


"Lagipula kenapa kalau aku bersama Celin! Apa yang salah! Dia juga istriku yang halal dan sah! Yang salah itu jika ada seorang istri bertemu diam-diam dengan pria lain dibelakang suaminya!"


Rena masih tak memahami maksud perkataan suaminya.


"Apa maksud Mas...."


"Kalau ada masalah bilang sama suami! Kita bicarakan bersama! Jangan seperti istri yang tak tahu adab, curhat dengan pria lain sampai harus berbagi sapu tangan!"


Rena tak bisa lagi membendung air matanya yang ingin jatuh. Sekarang sudah terang di kepala Rena penyebab kemarahan suaminya.


"Mas salah ..."


"Bukan seperti itu Mas!" bantah Rena keras.


"Seperti apa! Berbagi jaket atau mau berbagi apalagi!"


Rena memilih diam sejenak, tak akan hasilnya jika berbicara dengan seseorang yang sedang marah. Ia tak menyangka suaminya akan semarah ini karena kesalahpahaman.


"Apa selama ini Mas terlalu sabar sama kamu. Bagaimana bisa kamu bersikap seperti itu!" ucap mulai memelankan nada suaranya.


"Mas selalu membanggakan kamu di depan Celin. Mas bahkan menyuruhnya belajar dan menjadikan kamu contoh sosok istri yang bisa jadi panutan. Tapi ...."

__ADS_1


"Kalau Mas terus salahkan Rena. Kapan Rena bisa memberi penjelasan!" ucap Rena.


"Tak ada yang perlu dijelaskan. Mas hanya minta. Jangan lagi melakukan sesuatu yang bisa menjatuhkan kehormatan keluarga kita." Angga pergi meninggalkan istrinya masuk ke dalam kamar mandi.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung ....


Beberapa part lagi menunju ending ....


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote 😘😘

__ADS_1


__ADS_2