
"Kamu bisa handle semuanya dulu kan, Mas Angga masih sakit. Nanti kabari saja kalau perlu, aku stand by dirumah kok. Tolong ya Siska. Makasih sebelumnya." Rena menutup telepon.
Ia bersyukur punya karyawan yang lebih mirip asisten yang bisa di andalkan seperti Siska. Sehingga jika ada keperluan mendesak seperti ini ia tak perlu repot-repot untuk ke toko. Beberapa cabang toko baru di Kaltim mengalami lonjakan pesanan sehingga tempat produksi di kota Samarinda harus mengirimkan beberapa outlet yang belum punya tempat produksi. Biasanya masalah seperti ini Rena langsung turun tangan sendiri. Tapi kondisi suaminya yang terbaring lemah seperti saat ini tak memungkinkan dirinya jauh dari suaminya.
Ia scroll lagi beberapa pesan yang masuk, ia sempatkan balas satu per satu yang sekiranya penting.
Rena menepuk kepalanya, ia lupa membalas pesan temannya yang minta untuk memeriksa proposalnya dan sudah menghubungi berkali-kali. Ia menyentuh tombol dial dan menelponnya kembali.
Tak butuh waktu lama, Rena langsung mendapat jawaban dari seseorang di ujung sana.
"Ya, sori-sori aku baru baca pesan kamu,"
"Ya Ren nggak apa-apa. Lagi sibuk ya?"
"Nggak juga, suamiku lagi sakit,"
"Sakit apa? Ya sesempat kamu saja lah baca."
"Kata dokter gejala tipes, tapi aku janji deh setelah suamiku sehat aku langsung cek proposalnya."
"Oke Ren, sesempat kamu saja. Nanti kasih kabar."
"Ya udah kalau begitu, assalamu'alaikum," Rena menutup telepon.
Ia kembali ke kamar, matanya langsung tertuju pada madunya yang merebahkan kepala di tepi ranjang, wanita itu mengenggam tangan suaminya yang terbaring. Sepertinya keduanya orang itu tak menyadari kedatangannya.
Rena tadi juga sempat memperhatikan Celin yang menangis melihat dokter yang memeriksa suaminya.
"Udah Yang, kamu tadi dengar sendiri kan kalau mas baik-baik saja," ucap Angga lemah.
"Aku cemas Mas," seru gadis itu mengusap air matanya.
"Udah dong, kasian anak kita kalau bundanya sedih," seru Angga membalas mengelus tangan istrinya.
Dengan mengambil nafas pelam, Rena mencoba untuk tenang, Celin juga wajib kuatir dengan keadaan suaminya kan? Rena juga sedih dengan keadaan suaminya. Tapi untuk menangis karena suaminya terkena gejala tipes, Rena rasa itu terlalu berlebihan. Itu bukan penyakit serius yang bisa mengancam jiwa, hanya perlu istirahat beberapa waktu. Jika di obati dengan baik dan tepat pasti akan segera sembuh.
Mungkin coba cari perhatian? astaghfirullahaladzim. Rena buru-buru mengelus dadanya karena sudah seudzon.
__ADS_1
"Mas, Cel," seru Rena tak ingin lama-lama melihat suaminya berpegang - pengangan tangan dengan istrinya.
Dengan cepat Celin melepaskan genggaman tangannya dan berdiri. "Ya Kak Ren."
Angga pun juga terbangun mendengar suara istrinya.
"Aku mau ke bawah sebentar, suruh Tono ke apotik tebus obat." Rena mengambil kertas yang ada di atas nakasnya.
Celine jadi serba salah jika seperti ini, ia tak menyadari kehadiran kakak madunya, sungguh ia tak bermaksud memeluk suaminya sebelum istri pertama suaminya kembali ke kamar. Suaminya pasti berburuk sangka padanya.
"Cel, kenapa kamu nggak kasih tahu kalau Rena masuk?" tanya Angga membuka matanya sepenuhnya. Pria itu kini bersandar di headboard tempat tidur.
"Tadi aku juga nggak tahu kalau Kak Rena sudah di dalam kamar, aku susul saja Mas," seru Celin berdiri.
Angga menarik tangan Celin menghentikan langkah wanita itu.
"Sudah nggak apa-apa, biar Mas yang urus."
Wanita itu kembali duduk di tepi ranjang karena arahan tangan suaminya.
"Cel, maaf mungkin Mas tadi bersikap seolah tak peduli dengan kamu. Tapi sungguh Mas sangat peduli sama kamu, kalian berdua sama-sama berarti untuk Mas. Mas hanya nggak mau semakin membuat Renata semakin sedih. Apalagi sekarang kamu hamil, ia pasti merasa dirinya kurang dibandingkan kamu. Mas hanya nggak mau Renata merasa perhatian Mas padanya berkurang. Mas nggak tega melihat Renata yang sedih melihat kita bersama. Mas Mohon, Kamu yang sabar ya, tolong sama-sama mengerti keadaan kita."
"Cel, sekarang nggak apa-apa kan Mas minta kamu pulang. Untuk malam ini Mas bermalam di sini. Ada Renata yang selalu bersama Mas disini."
Celin menahan air matanya yang akan jatuh lagi. Apalagi yang bisa dilakukan Celin selain berpamitan untuk keluar jika itu yang di minta suaminya meskipun dengan halus sekalipun.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
"Mbak! Ada paket!" teriak Tono menghentikan Celin yang akan masuk rumah. Ia sengaja pulang lewat pintu depan sembari berjalan-jalan.
Celin pun berhenti spontan sebelum membuka pintu. Ia menerima bungkusan kotak berwarna ungu yang disodorkan Tono. Tono penjaga rumah yang menjadi langganan Celin untuk mengantar paketnya belanja onlinenya.
"Makasih," jawabnya ragu. seingat Celin ia tak memesan apapun Minggu ini, ia tak ingin berbelanja karena kebutuhannya sudah terpenuhi.
Ia bolak-balik kotak itu untuk mengetahui siapa pengirimnya. Atau dia sedang lupa sudah memesan barang.
"Farhan Ratarajasa," seru Celin membaca nama pengirim sambil mengerutkan dahi binggung seperti bukan nama olshop.
Ia nampak tak asing dengan nama itu. Sedetik kemudian ia mengingat itu nama teman suaminya yang beberapa waktu lalu ia temui saat makan malam.
Mungkin ini paket untuk suaminya? Tapi kenapa harus dikirim ke rumah jika itu memang untuk masalah pekerjaan, harusnya di kirim ke kantor?
Celin mendelik lagi nama penerima, mata membulat ketika tahu penerimanya bukanlah suaminya. Tapi itu kakak madunya, disitu ditulis dengan jelas, Renata Asyahrani beserta nomor ponsel yang sama dengan kakak madunya.
Kenapa semuanya terasa ganjal untuk Celin, untuk apa rekan bisnis suaminya mengirim paket kepada kakak madunya. Ia tak ingin berburuk sangka. Tapi kejanggalan yang ada membuatnya jadi berpikir seudzon.
Ia bermaksud ingin kembali ke rumah besar suaminya memberi paket pada penerima yang sebenarnya. Tapi ia urungkan niatnya, ia baru saja keluar. Apakah ia akan dianggap penganggu lagi saat suaminya ingin bersama kakak madunya.
Celin memutuskan untuk masuk ke dalam rumah menyimpan paket itu. Ia akan memberikan pada kakak madunya esok dan berharap prasangka buruknya tidak benar.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung ........
__ADS_1
Sori baru bisa up 🙏🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote 😘😘😘😘