Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Memulai hubungan yang Baru


__ADS_3

"assalamualaikum" suara almeer


"waalaikumsalam nak kamu sudah pulang. Bagaimana?" tanya pak Damar


Almeer menghampiri Ayah Damar dan bunda Ratna yang sedang menonton Tv Untuk bersalaman.


"almhamdulillah lancar ayah. Besok Almeer sudah bisa bekerja. Tempatnya di Lembang ayah. Almeer tadi mampir ditempat martabak. Almeer nggak tau ayah sama bunda bakal suka atau nggak. Semoga ayah sama bunda suka. Almeer siapkan dulu ya yah bun."


Almeer pun menyiapkan martabak itu dan memberikannya pada ayah damar dan bubda ratna untuk menemani mereka menonton tv. Setelah itu Almeer izin masuk ke kamar. Dengan membawa 1 kotak martabak yang utuh Almeer naik kelantai atas kekamar Zafira.


tok.. Tok.. Tok..


"boleh saya masuk?" kata Almeer


tak nunggu lama Zafira membukakan pintunya. Almeer pun masuk. Dan Zafira pin menyusul setelah menutup kembali pintunya. kemudian di duduk dikasurnya lagi kembali fokus pada layar laptopnya.


Almeer yang bingung harus memulai pembicaraan dari mana terlihat nampak gugup. Sedangkan Fira kembali sibuk dengan tugasnya.


"saya membawakan martabak. Entah kamu akan mrnyukainnya atau tidak. Jika kamu tidak menyukainnya kamu bisa berikan pada bibi dan sopir dibawah" sambil menyerahkan kantong plastik berisi martabak.


Fira melihat kantong plastik tersebut. Lalu menerimanya.


"terimakasih. Emmmm.... Saya akan menyiapkannya" kata Fira.


"apa saya boleh memakai kamar mandi kamu? badan saya terasa lengket ingin mandi. Tapi jika kamu keberatan saya bisa pakai kamar mandi vaviliun." sedikit gugup almeer meminta izin


""tidak perlu pakai saja kamar mandi yang disini. Lagi pula ini juga sudah jadi kamar akang" kata Fira.


"Terimakasih"

__ADS_1


Fira hendak keluar kamar. Namun terhenti saat Almeer kembali memanggilnya


"Fira. Bisa kita bicara? setelah saya selesai mandi ada bebberapa hal yang ingin saya bicarakan. Apa boleh?" kata Almeer.


"iya tentu."


Fira pun menutup pintunya dan menuju dapur untuk menyiapkan martabak dan minum. Sedangkan Almeer mulau mencari pakaian dan handuk mandinya yangvmasih tersimpan didalam tasnya.


Setelah selesai dengan ritual mandinya yang memakan waktu tidak begitu lama namun bisa membuat nya sedikit tenang dan segar. Namun tetap tidak bisa menghilangkan rasa gugupnya.


"bisa kita bicara di teras kamar?" kata Almeer lalu dia berjalan kearah teras kamar.


Fira menutup laptopnya. lalu membawa nampan yang berisi martabak dan secangkir kopi dan teh manis untuk menemani obrolan.


Setelah 15 menit berlalu keduanya masih berada dalam keheningan. Fira ingin mendengar apa yang ingin dikatakan Almer masih terus menunggu. Sedangkan Almeer sedang bingung memulai kata apa yang pertama kali dia ucapkan. Sungguh situasi ini lebih canggung ketimbang dia harus berhadapan dengan para penguji skripsi dan juga menangani orang orang besar.


"saya minta maaf. Karena terjebak dalam situasi ini. Saya tau sulit buat kamu menerima ini semua. Tapi sungguh saya tidak ingin berada dalam situasi canggung seperti ini terus. Saya tau ini hal yang berat buat kamu. Tapi saya juga sama" kata Almer akhirnya memulai pembicaraan


"ya situasi ini sangat berat buat kita. Tapi mengakhirinya juga bukan jalan yang tepat. Mungkin kita bisa berusaha untuk memulainya. Dua orang asing tidak bisa menjalin hubungan tanpa saling mengenal. Tapi kedua orang itu bisa belajar untuk saling mengenal dan menjadi teman" kata Almeer


"maksud kang almeer?" fira menoleh


"ya. Sulit buat kita untuk saling menerima menjadi sepasang suami isteri seperti layaknya. Tapi bisakah kita menjalin hubungan seperti teman. Layaknya kamu yang selalu bercerita dengan syfa dan kiya, tidak sungkan berbagi keluh kesah, bercanda tawa, mengobrol hal yang biasa dilakukan dalam pertemanan. Kurasa tidak buruk jika kita belajar mengawali nya dengan hubungan pertemanan. Ya walapun awalnya masih akan terasa canggung tapi lambat laut akan terbiasa juga. Bagaimana menurutmu?


"bagaimana kita menganggap hubungan suami isteri layaknya hubungan teman? Bukan kah itu terasa aneh?" tanya Fira


"ya mungkin. Tapi dengan berteman kamu tidak akan merasa terbebani dengan rumah tangga ini. Kamu bisa mengalihkan pikiran kamu akan tuntuan seorang isteri. Karena saya tidak akan pernah menuntut apapun ke kamu. Saya tidak akan minta kamu buat layani saya sebagai suami kamu. Tidak akan saya bebankan ke kamu tentang hala hal yang harus dilakukan seorang isteri. Begitupun sebaliknya. Tapi dengan berteman kita bisa sedikit berbagi cerita. Berbagi masalah. dan tentunya kita tidak akan sungkan untuk berbicara. Aku rasa memilih beranggapan sebagai teman bukan pilihan yang buruk?" pendapat Almeer.


"tapi kenapa?" tanya Fira

__ADS_1


"karena saya tidak ingin melihat wajah mu yang murung. Senyuman kamu hilang sejak hari pernikahan itu. Saya ingin melihat kembali sentuman itu, saya ingin kembali melihat Zafira yang ceria, tertawa, dan memperlihatkan banyak ekspresi diwajahnya. Bukan cuman Fira yang hanya memiliki satu ekspresi.setidaknya dengan menganggap saya sebagai teman bisa sedikit membuat mu lupa akan pernikahan ini"


"terimakasih. Sudah mau perduli sama saya"


"ya sama-sama. Jadi?" kata Almeer


"ya. Fira setuju dengan saran kang Almer. Terimakasih kang sudah banyak membantu."


"oke. Mulai sekarang kita bisa bersikap seperti teman. Tapi mungkin jika dihadapan kedua orang tua kamu kita bisa sedikit mennyesuaikan. Setidaknya mereka tidak perlu tau apa yang terjadi dengan kita. Fira tidak ingin membuat mereka kepikiran."


"iya akang bener. Sudah cukup fira buat mereka kepikiran tentang fira. Kita bisa bersikap layaknya pasangan didepan orang tua fira. Selebihnya kita teman. Dan maaf jika nanti ada sikap atau perbuatan fira yang nggak enak" kata fira


"sudah Saya bilang saya tidak akan menuntut kamu bersikap seperti apa. Dan nanti jika suatu saat kamu bertemu dengan laki-laki baik dan kalian saling jatuh cinta maka katakan langsung ke saya. Saya akan melepaskan kamu dan membiarkan kamu bahagia. status ini akan berakhir sampai kamu menemukan laki-laki yang tepat."


"terimakasih. Kang Almeer orang baik dan suatu saat kang Almeer akan dapet wanita yang lebih baik."


"oh ya tolong terima ini. Karena orang tua kamu sudah menikahkan kita. Saya tidak ingin dianggap laki-laki yang tidak bertanggung jawab. Jadi tolong terima ini sebagai bentuk tanggung jawab saya. Kamu gunakan untuk semua kebutuhan kamu. Saya tau mungkin ini tidak sebanding dengan yang biasa orang tua kamu beri kan. Tapi saya bakal berusaha untuk memnuhinya."


"Tapi Fira nggak bisa nerima ini kang?" kata fira


"tolong terima. Biarkan saya melakukan tugas saya. Setidaknya saya tidak akan merasa dzolim terhadap kamu dan diri saya. Tolong ya terima. Dan kamu bisa bilang sama orang tua mu untuk berhenti membiayai kuliah kamu. Biar aku yang bayar. saya mohon. Biarkan Saya menjalankan peran suami pengganti ini. Setidaknya sampai peran itu berakhir. Itu pun jika kamu menghargai saya sebagai teman kamu."


"baiklah. tapi saya tidak akan menuntut untuk memberikan yang lebih. lakukan sesuai kemampuan kang Almeer jangan memaksakan. Karena sebenarnya saya juga bekerja. Saya mengajar di podok juga beberapa sekolah sebagai mengisi rohis. Jadi say juga ada tabungan. Sekali lagi terimakasih atas kebaikan kang Almer" setelah berfikir sejenak akhirnya Fira mennerimanya


Obrolan mereka pun berlanjut. Mereka mulai menanyakan beberapa hal tentang mereka, kebiasaan, teman, dan kegiatan mereka. Tidak terasa rasa canggung diantara keduanya mulai mencair. Mereka menceritakan banyak hal dan sesekali diiringin tawa.


"sudah malam. udaranya semakin dingin. istirahatlah. Besok juga kan ada kuliah pagi. Saya juga mau trlpon teman saya dulu yang tadi pagi nggasih kerjaan. Bia bilang akan mengirimkan beberapa email. saya akan urus pekerjaan dulu." kata Almeer


"iya kang. Saya istirahat duluan. Selamat malamm" kata Fira

__ADS_1


"malam"


__ADS_2