
"Dimakan Ra, nanti nggak enak itu rasa makanannya kalau diaduk-aduk aja" kata Anis
"Nggak tau kenapa dari semalem Aku punya firasat nggak enak banget Ka" kata Nadira.
"Firasat apa Ra" tanya Zafira.
"Kak Zein babak belur. Dia nggak sadarkan diri. Banyak darah. Dan semalam Kak Zein nggak bisa dihubungi. Bahkan udah satu minggu ini Aku nggak liat Kak Zein. dan Kak Zein juga nggak ada hubungin Aku sama sekali" kata Nadira.
"Iya sama. terakhir kali aku liat Kak Zein itu dikantor waktu ketemuan sama kak El. Kamu udah tanya sama Ka Ashraf atau kak Althaf. mungkin Kak Zein lagi disana." kata Anis.
"Udah. Tapi mereka bilang nggak ada disana. Oh ya cabang perusahaan Kakak dimana aja sih. mungkin ada disalah satu cabangnya. Kamu tau nggak"
"Bentar Aku coba hubungi orang-orang dicabang ya. siapa tau Kakak ada kesana." kata Anis.
Anis mulai mengontak-atik hp nya. Zafira merasa ikut gelisah. Dalam hati Dia berdoa semoga tidak terjadi hal buruk pada Almeer. Setelah beberapa waktu Anis sibuk dengan hp nya.
"Kakak nggak ada disana. Dari Semua Kantor cabang CSIS nggak ada satupun yang dikunjungi Kak Zein. Kemana ya Kak Zein?" kata Anis.
"Ya Allah. Aku jadi makin khawatir sama Kakak." kata Nadira.
"Berdoa saja Nadira semoga Kang Almeer baik-baik aja." kata Zafira
"Udah coba hubungi Kak Arthur belum. Bukannya kak Arthur itu tangan kanannya Kang Almeer ya? siapa tau kak Arthur tau dimana Kang Almeer berada" kata Kiya.
Nadira segera menelpon Arthur. dia menceritakan segalanya pada Arthur. Namun sayangnya Arthur juga tidak tau keberadaan Almeer. Arthur sendiri sekarang sedang berada di Rusia.
__ADS_1
"Gimana?" tanya Anis.
"Kak Zein nggak disana. bahkan Kak Arthur juga nggak tau keberadaan Kak Zein. Tapi Kak Arthur janji Dia bakal cari tau." kata Nadira.
"Kita berdoa sama-sama. Semoga Kak Zein baik-baik aja dan segera ketemu."
,..............
"Selamat malam semua"
Arthur masuk kedalam rumah. terlihat Ali, Elmeer, Nadira, Kakek dan Nenek sednag berkumpul. mereka terlihat sangat cemas.
"Kak Arthur datang. Bukannya Kakak lagi di Rusia?" tanya Nadira.
"Iya. Saya langsung terbang ke Jakarta setelah Kamu menelpon. Anak buah saya kehilangan jejak Kak Al. Maka dari itu saya putusin langsung kesini buat mencarinya." kata Arthur.
"Sudah menjadi kewajiban saya kek. Oh ya boleh Saya liat kamar Kak Al?" tanya Arthur.
"Boleh. Hanya saja. Kamar Arthur dikunci. dan kuncinya memiliki kata sandi. Kami sudah mencoba meretasnya namun tidak bisa." kata Ali.
"Bisa antar saya kesana?" kata Arthur.
Mereka pun mengantar Arthur kedepan pintu kamar Almeer. Arthur melihat sandi kunci yang dipakai dikamar Almeer sama dengan kunci yang dipakai di apartemen milik Almeer yang lainnya. Arthur mengeluarkan I'd card khusus untuk bisa mengaksesnya. Kemudian Dia mulai memasukan kata sandi pintunya. Setelah itu pintu kamarnya pun terbuka.
"Bagaimana kamu punya id card untuk mengakses dan juga bisa tau sandinya?" tana Ali.
__ADS_1
"Semua pintu kamar maupun ruang pribadi dan kerjanya Kak Al selalu diamankan dengan pengamanan yang sama. Dan hanya id card yang dipegang kak Al yang bisa mengakses sandinya. Saya sengaja menduplikatnya untuk berjaga-jaga." kata Arthur.
Mereka semua masuk kedalam kamar tersebut. terlihat kamar tersebut sangat berantakan . Seprei nya pun tidka rapih. Bantal dan guling berserakan dilantai. Dan beberapa butir obat pun berceceran di bawah. Mereka semua kaget. Apa yang sebenarnya terjadi.
Nadira mengambil beberapa butir obat tersebut.
"Ini obat apa?" tanya Nadira.
Arthur kaget saat melihat Nadira mengambil obat tersebut. Arthur terlambat menyembunyikan obat tersebut. Sampai saat ini tidak ada keluarga Almeer yang tau mengenai obat itu. Jika mereka sampe tau itu obat apa. Maka semua rahasia Almeer akan terbongkar. Namun sudah terlambat.
"Ini obat apa kak? jawab?" tanya Nadira
"Itu hanya Vitamin yang biasa di minum Kak Al" kata Arthur membuat alibi.
"Nggak. Aku nggak percaya. Tolong jawab jujur!" kata Nadira
"Yang terpenting sekarang. Bukan itu obat apa. Tapi dimana Kak Al sekarang." kata Arthur. mengalihkan perhatian.
Nadira merasa tidka puas dengan jawaban Arthur. Dia bertekad akan mencari tau itu obat apa. Dia merasa ada rahasia besar yang di simapan Kakaknya dan Arthur sedang berusaha untuk mengamankan agar rahasia itu tetap aman.
Arthur berusaha mengamati dan membaca keadaan kamar Almeer sebelum ditinggalkan. dia merasa ada hal buruk yang sedang mengguncang pikiran Almeer. itu sebabnya Almeer menghilang agar bisa menenangkan dirinya. Namun biar bagaimanapun hatinya tetap merasa khawatir.
"Saya akan coba hubungi beberapa kenalan disini . mungkin mereka bisa membantu mencari keberadaan Kak Al."
Arthur langsung menghubungi beberapa kenalannya. Ali, Elmeer dan juga Kakek pun sama mereka juga menghubungi anak buah mereka masing-masing untuk membantu mencari keberadaan Almeer.
__ADS_1
" Kak. Kakak dimana. pulang. aku Khawatir sama kakak" kata Nadira sambil terus menangis.