
Ashraf, Altaf dan Anis terlihat sangat bingung. Khawatir dengan keadaan Ali saat ini.
"terus gimana? Kak Ali butuh tanda tangan dari keluarga agar bisa segera dioperasi." tanya Altaf
"tapi kita nggak bisa kasih tau Ibu. Ibu pasti bakal khawatir. Belum lagi Nadira" kata Ashraf.
"gimana kalau Kak Ashraf sama Ka Altaf pergi kesana. Biar Aku disini temanin ibu. Aku urus Ibu. biar Ibu nggak curiga. Besok Aku kesana liat keadaan Kak Ali" Anis memberi saran.
"iya setuju. Pokoknya Anis harus bisa bikin Ibu nggak curiga. Untuk sementara kita rahasiain ini dari Ibu dan Nadira. Setelahnya baru kita kasih tau." kata Altaf.
"yaudah ayo kita siap-siap sekarang. Setelah itu kita pamit ke Ibu. Bilang aja Kita ada urusan mendadak yang tidak bisa diwakilkan" kata Ashraf.
Ashraf dan Altaf pun segera membereskan barang-abarang mereka. Niat awal mereka akan tinggal di panti selama satu minggu. Terpaksa harus gagal karena Ali membutuhkan mereka. Ya acara menginap bisa dilakukan kapanpun. Namun saat ini Ali membutuhkan bantuan mereka.
Setelah merapihkan barang-barang mereka , Ashraf dan Altaf menemui Ibu yang sedang asik bercerita dengan Nadira, Zafira, Syfa dan Kiya
"Bu " kata Ashraf. Sambil berusaha menutupi kekhawatiran yang melandanya.
"Kalian udah rapih. Mau kemana? Bukan nya kalian rencananya menginap disini?" tanya Ibu bingung saat melihat Ashraf dan Altaf tampak sudah rapih dan membawa tas mereka.
"maaf bu. Rencana Kami terpaksa ditunda. Karena tiba-tiba Kami mendapat telpon. Ada urusan yang sangat penting yang tidak bisa Kami tunda dan wakilkan. Untuk itu Kami berangkat sekarang." kata Ashraf berusaha untuk tidak berbohong.
"ya sudah tidak apa-apa nak. Itu kan penting. Nanti kalau urusan kalian udah selesai. Kalian bisa datang lagi. Makasih kalian sudah nyempatin waktu buat datang temui ibu" kata Ibu Aminah terlihat tidak marah.
"maafin Kita ya bu. Insyaallah Kalau urusan Kita udah selesai. Kita janji bakal ngahabisin waktu dengan ibu." kata Altaf.
"iya. Ibu mengerti." kata Ibu Aminah.
"Ibu tolong doakan kita Agar setiap langkah Kita, segala urusan Kita selalu dalam ridho Allah. Dan Kita selalu dalam Lindungan Allah" kata Ashraf.
"iya nak pasti. ibu selalu mendoakan semua anak-anak ibu dimanapun kalian berada" kata Ibu Aminah
"terimakasih bu. Kita pamit. mohon doanya bu. Assalamualaikum"
__ADS_1
Setelah berpamitan dengan semua orang yang ada dipanti. Mereka segera pergi meninggalkan panti. Nadira bingung, apa yang terjadi sebenarnya?. Tapi kenapa tiba-tiba perasaanya jadi tidak enak?!. Ada apa ini?. Syfa dan Kiya pun bingung kenapa tiba-tiba mereka pergi. Seakan ada hal urgent yang sangat darurat. Apa yang terjadi?.?
...****************...
Dirumah sakit terlihat Davin sedang menunggu.
"bagaimana Kak Ali?" tanya Ashraf
"belum sadarkan diri. Kata dokter operasi usus bubtunya harus dilakukan malam ini juga" kata Davin menjelaskan.
"yaudah. Temani Saya menemui Dokter dan mengurus semua administrasinya" kata Ashraf.
"Gua tunggu sini ya Kak" kata Altaf yang terus melihat Ali dari pkaca pintu ruangan Ali.
Satu jam berlalu. Dan Sudah setengah jam Ali masuk bersama dokter kedalam ruang operasi. Altaf dan Ashraf terlihat sangat gelisah. Mereka tidak berhenti berdoa untuk kesuksesan operasi Ali. Sudah berkali-kali Nadira melepon keduanya. Namun mereka sengaja tidak mengangkatnya. Mereka takut jika nanti Nadira tau mengenai kondisi Ali saat ini.
Dua jam berlalu belum ada tanda-tanda jika operasi sudah selesai dilaksanakan. Hal ini membuat Ashraf dan Altaf semakin tidak tenang. Tiba-tiba telpon nya berdering. Terlihat Zein yang menelponnya.
"assalamaualaikum Kak. Apa kabar?" kata Ashraf.
"Kakak tau? Belum Ka. Dokter masih belum keluar dari ruang operasi" Ashraaf bingung kok Kak Zein tau?.
"iya kakak dapat kabar dari Davin dan orang-orang kepercayaan kakak." kata Zein
"Kakak, apa Ali akan??" Ashraf tidak sanggup melanjutkan pertanyaannya. Ashraf begitu takut dengan kondisi Ali.
"pasti. Ali orang kuat. Dia sudah terlatih. Pasti dia akan mampu melewatinya kali ini. Berdoa saja untuk keselamatan Ali" kata Zein.
"iya Kak pasti. Oh ya Bagaimana urusan kakak disana?" tanya Ashraf.
"masih banyak urusan yang harus Kakak selesaikan terlebih dahulu. Tapi jika kondisi Ali memburuk kakak akan langsung terbang ke Indonesia. Kakak juga sudah kirim dokter bedah terbaik untuk membantu Ali. Dan saat ini dia yang sedang menolong Ali"
"iya Kak. Kakak juga harus jaga kesehatan Kakak. Disini Kami akan urus Kak Ali. Kakak percayakan saja Kak Ali pada kami" kata Ashraf
__ADS_1
"iya. jika ada perkembangan atau berita apapun segera kabari Kakak." kata Zein
"baik Ka. assalamualaikum" kata Ashraf menutup telpon.
"kak Zein telpon. Dia tau kondisi Kak Ali saat ini. Dia bilang kalau kondisi Kak Ali memburuk dia akan langsung terbang ke Indonesia. Tapi Gua janji kalau kita bakal urusin Kak Ali sampe sembuh" kata Ashraf.
Tak berselang lama, dokter keluar dari ruang opersi.
"keluarga Pak Ali?" kata sang dokter
"iya dok. Bagaimana kondisi Kakak Kami?" tanya Altaf
"operasi berjalan lancar. Namun Pak Ali masih belum sadarkan diri. Pak Ali akan dipindahkan keruang intensif agar dapat dipantau terus keadaannya. Berdoa saja semoga kondisi Ali segera membaik. Kalau begitu saya permisi dulu. Jika terjadi sesuatu langsung panggil saya saja" kata sang dokter.
"baik dok. Terimakasih."
Dokterpun pergi. Dan tak lama brangkar yang membawa Ali pun keluar bersama dengan para perawat. Ali dipindahkan keruang perawatan intensif agar kondisinya dapat dipantau terus secara berkala.
Ashraf dan altaf segera memberi kabar hal ini pada Zein dan Anis. Yang sedari tadi terus menanyakan kondisi Ali.
Ali masih belus sadarkan pasca operasi. Ashrat dan Altaf hanya disa melihatnya dari kaca pintu.
"lu tumbang Ka. Padahal lu yang selalu rewel nyuruh kita jaga kesehataan. Lu sendiri lupa sama kesehatan lu" kata Ashraf merasa teriris melihat kondisi sang Kakak yang tegas namun sangat penyayang.
"cepet bangun Kak. Gua lebih sening denger omelan lu. Dari pada harus liat lu terbaring lemah kayak gitu" kata Altaf.
"Ibu gimana ya?" tanya Altaf
"kalau ibu tau pasti ibu akan maksa untuk dateng kesini" kata Ashraf
"kalau Nadira tau?" kata Altaf
"biarin aja. Dia juga berhak tau. Gua rasa udah cukup mereka saling diem-dieman. udah saat nya mereka ngomong berdua dari hati kehati" kata Ashraf.
__ADS_1
"iya setuju. Semoga hubungan mereka bisa kembali membaik" kata Altaf penuh harap.