
"saya terima nikah dan kawinnya Zafira khoirun nisa binti Damar wiguna dengan mas kawin yang tersebut di bayar tunai"
"bagaimana para saksi?" tanya penghulu
"sah."
"sah"
"alhamdulillahirobbil a'lamin. Barokallahulaka wabaroka alaika wajama'a bainakuma fil khoir"
"sekarang kamu sudah sah menjadi suami dari ananda Zafira. Silahkan mohon dibawa keluar mempelai wanitanya" kata pak penghulu
Zafira yang didampingi Syfa dan juga kiya keluar dari kamarnya. Langkah yang anggun membuat atensi para tamu yabg hadir tertuju padanya. Decak kagum masih bisa terdengar keluar dari para hadirin yang terpaku akan kecantikan sang ratu hari ini. Dengan anggun Zafira duduk tepat disamping laki-laki yang kini telah sah menjadi suaminya.
Sang suami masih enggan untuk melihat sang istri. Enggan melihat kesedihan yang berusaha dibalut diatas senyuman dari paras wanita yang kini telah sah menyandang sebagai isterinya. Namun nyatanya bukan pernikahan seperti ini yang diimpikan oleh sang isteri
"ayo dipasangkan cicin nikahnya" perintah penghulu
Mendengar perintah sang penghulu. Sontak membuat pengantin pria bingung,gemetar, karena dia tau akan berat buat sang istri menerima cincin dari laki-laki yang tidak dia cinta. Setelah mendapatkan kode dari kiyai rahmat dan pak damar yang seolah meyakinkan sang pengantin pria pun mulai mengambil satu cincin.
Dia pun mengarahkan cincin itu ke sang isteri namun masih enggan untuk menatap sang isteri. Dengan gementar Zafira mengulurkan tangannya. Dengan perasaan deg-deg an perlahan cincin itu mulai dipasangkan. Zafira berusaha sekuat tenanga untuk tidak mengeluarkan air matanya. Dia berusaha mengendalikan perasaan nya saat ini yang terasa kacau.
Dengan tangan gementar dan perasaan yang hancur Zafira memasangkan cincin itu pada laki laki yang tidak dia cinta. Sesak rasanya seakan ada yang menghimpit ruang nya. Ngin rasanya dia menangis mengurangi rasa sesak didalam dada nya.
"alhamdulillah karena proses akad nikah sudah selesai dan karena saya masih ada urusan ditempat lain juga saya ingin undur diri. Saya doa kan semoga pernikahnannya dijadikan pernikahhan yang sakinah mawaddah warohmah. Langgeng sampe maut memisahkan." lata pak penghulu
"amin" diaminkan oleh semua orang
"saya undur diri. Assalamualaikum"
Selepas kepergian penghulu. Acara diambil alih oleh pemandu acara.
__ADS_1
"maaf Fira izin ke atas dulu. perut Fira sakit. Harus kekamar mandi"
"mau bunda antar sayang?"
"tidak usah bunda. Fira sendiri saja. Tidak lama kok. Boleh kan bunda" sambil menunjukan senyuman untuk menyembunyikan perasaannya.
Akhirnya mereka mengizinkan Fira masuk ke kamarnya sendiri. Fira pun brtjalan kekamarnya. Setelam masuk kekamarnya dia kunci pintu kamarnya.
Tidak bisa menahan air matanya lagi akhirnya air matanya pun tumpah. Dia menangis menumpahkan segala perasaannya berharap setelah tangisan itu rasa sesak yang menghimpit dadanya hilang. Pernikahan seperti apa yang akan dia jalani kedepannya. Semua bayangan pernikahan bahagia bersama Reyhan hancur sudah. Banyangan sosok Reyhan yang perhatian baik, sopan dan selalu membuat dia tertawa terus terlintas dipikirannya.
"kenapa kau melakukan ini padaku Rey? apa salahku? Kenapa kamu tega?" Zafira terus bermonolog.
Zafira menangis sesegukan. Setelah sejam lamanya Zafira menangis didalam kamar. terdengar suara ketuk pintu.
tok..
Tok..
Tok..
"Fir,ini kita Syfa sama Kiya. Buka dong Fir pintunya. Izinin kita masuk" kata Syfa
"ayo dong fir buka pintunya. Orang orang dibawah pada khawatir kamu belum muncul. Izinin kita masuk ya"
Tak berapa lama Fira pun membuka pintu untuk kedua sahabatnya. Kedua sahabatnya langsung berhambur memeluk Fira.
"yang sabar ya Fir. Udah dong udah cukup lu nangis dari semalem. Emang stok air mata lu sebanyak apa sih. Heran gua nggak abis abis tuh air mata" ucap Kiya yang sontak mendapat tatapan tajam dari syfa
"udah dong fir jangan nangis terus. Capek nanti. Coba kita duduk dulu"
Setrlah mengunci pintu kamar Syfa dan kiya membawa Fira ke tempat tidur.
__ADS_1
"gua nanya. Loe nangis untuk apa? Nangis untuk pernikahan lo atau nangisin si b^jingan itu?" tanya syfa sambil terus menatap Fira
"jawab fir" kiya pun mulai serius
"loe nangisin b^jingan itu, yang belum tentu b^jingan itu mikirin lo. Disinivlu capek nangis sedangkan disana dia senang senang. dari awal gua emang nggak setuju hubungan lo sama dia. Karena apa gua liat dengan mata gua dia pernah jalan sama cewek lain. Gua juga udah sering ingetin lo tapi lo selalu terus belain dia. Dan buktinya apa yang dia lakuin sekarang ke lo. Dan di sini lo nangisin b^jingan itu. Itu bodoh tau nggak?" kata syfa yang sedikit kesal
"sampai kapan lo mau nangis kayak gini? dibawah ada laki laki baik yang dengan tulusnya mau jadi pengganti buat lo. Biar lo nggak dihina sama orang-orang. Apa lo nggak kasihan sama dia?" kini kiya ikut bicara
"walaupun lo sama dia nggak saling kenal. tapi gua yalin kok dia laki laki yang baik. Dia bakal berusaha buat bahagiain lo. Tuntu saja itu nggak mudah buat dia selama lo masih menutup pintu buat dia. Kasih dia kesempatan buat ambil bagian tempat dia di hati lo. Please jangan kayak gini. Gua hancur liat lo kayak gini. Nggak pernah lo nangis kayak gini. Masalah sebesar apapun dan sesakit apapun perasaan lo nggak pernah gua liat lo serapuh ini" kata syfa
"fir, dari lo kita belajar banyak. Lo sendiri yang bilang setiap kejadian itu ada campur tangan allah. Semua sudah tertulis di lauh mahfudz. Seindah apapun skenario yang kita buat tentu skenario allah lah yang terbaik dan berlaku untuk makhluknya. Kita harus ikhlas dan bersabar. lo lupa sama semua prinsip lo? Lo nggak sendiri fir. Kita selalu sama lo." kata kiya
"fir, yolong kasih kesempatan suami lo buat pernikahan kalian ini. Buka hati lo buat dia.dia laki laki yang baik dan lo tau itu. Setidaknya kalau lo terima dia bisa ngurangin sesak yang lo rasain. Dia layak dikasih kesempatan itu. " kata syfa
"gua tau dia laki laki yabg baik. Tapi gua yang nggak yakin fa sama hati dan diri gua sendiri. Gua takut nggak bisa. Gua masih butuh nanta hati gua lagi. Gua nggak mau jadiin dia pelampiasan fa. Dia nggak pantes buat dapet perlakuan itu. Dia baik. Tapi apa bisa gua perlakuin dia dengan baik? Gua nggak yakin gua bisa" kata fira akhirnya
"belajar. Dan terus berdoa fir. Allah yang maha membolak balikan hati manusia. bukann hal sulit buat allah merubah perasaan lu yang tadinya nggak cinta jadi cinta sama dia. Terus berdoa dan berusaha buat terima pernikahan lo" kata kiya
"hmm. Iya gua bakal berusaha. Makasih ya kalian selalu support gua" kata fira
"udah sekarang kita benerin dulu make up lo sebelum kita turun" kata syfa
"iya fir. Lo itu pengantin paling jelek tau nggak yangvpernah gua liat. Coba deh lo ngaca. Ihhh serem banget.. Hehe" kata kiya
"kiya.. "
Merekapun mulai membantu merapihkan make up Fira yang berantakan. Setelah dirasa cukup cantik dan rapih kembali penampilan Fira. Diantar kedua sahabatnya Fira turun kebawah menuju tempat acara.
Pengantin pria yang melihat isterinya turun setelah hampir 2 jam mengurung diri terus menatap sang isteri. Tatapannya yang datar dan sangat sulit diartikan. Entah apa yang sedang difikirkannya.
Saat sang istri telah sampai di plaminan dia hanya bisa menatapnya tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Netranya menangkap bayang sang isteri yang terlihat jelas kesedihan dimatanya. Membuat pikirannya melayang entah memikirkan apa. Namun rasanya dadanya sesak sekanab ada yang menghimpit.
__ADS_1
Resepsi pun berlangsung. satu persatu para tamu undangan pun naik kepalaminan untuk memberikan ucapan selamat dan doa restu kepada kedua mempelai. Kedua pengantin itu punyambut ucapan itu sambil tersenyum. Namun tidak ada yang tau perasaan apa yang ada dibalik senyuman itu.