Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Mengunjungi ibu.


__ADS_3

Tok


Tok


"assalamualaikum. Ibu.. Ibu"


"zein.. Kamu datang nak" kata seorang wanita paruh baya yang masih mengunakan mukena. Berjalan menghampiri sang putra yang sudah lama tidak mengunjunginya.


"ibu bagaimana? Sehat? " tanya putranya


"orang yang sudah tua akan rentan sakit. Tapi disini saudara saudaramu merawat ibu dengan baik. Kabu bagaimana ? Kamu kurusan. Apa kamu makan 1 kali dalam seminggu?" omel sang ibu


"oh.. Ayolah bu. Aku akan mati jika makan hanya 1 kali dalam seminggu. Aku hanya menjaga bentuk tubuh saja bu. Ini ideal kok. Biar anak ibu ini makin banyak yang suka. Ya nggak bu? " kata sang anak berusaha menggoda sang ibu


"dasar anak nakal. Apakah anak ibu ini tidak akan laku jika punya perut yang buncit ha?. Kamu ini. Kenapa tidak bilang jika mau berkunjung? Kan ibu bisa masak makanan kesukaan kamu" omel sang ibu lagi


"itu dia. Karena itu aku tidak memberitahu ibu. Ibu selalu saja sibuk jika aku datang banyak makanan yang ibu masak." Bu, bukan aku nggak suka masakan ibu sungguh masakan ibu masakan terenak sepanjang masa. Tapi aku nggak mau ibu capek masak hanya untuk nyambut kedatangan aku. Nanti ibu kelelahan lalu sakit. aku nggak mau ibu sakit karena aku nggak bisa rawat ibu. Lihat lah aku bawa makanan yang banyak untuk kita semua. Nanti saat yang lain sudah pulang sekolah kita makan bersama." lata Almeer

__ADS_1


"kamu sudah sholat?" tanya ibu


"sudah bu. Tadi saat jalan kesini aku mampir dimasjid dekat sini."


"ya sudah ibu lepas mukena dulu. Nanti kita ngobrol-obrol lagi. ibu sudah lama tidak mendengar cerita kamu" kata ibu lalu masuk kedalam kamarnya.


laki-laki yang tak lain adalah Almer Zein kini membereskan beberapa makanan yang dia bawa diatas meja makan kemudian melihat kembali foto-foto yang terpajang didinding rumah. dia ingat betul bagaimana bisa dia sampai ditempat ini. Kehidupan yang tidak pernah di duga sebelumnya. Kehidupan yang menyisakan kelam dihidupnya.


"jangan ingat nak, terkadang ada beberapa hal yang memang perlu untuk dilupakan. Jadi lupakan lah" kata ibu


"aku selalu berharap seperti itu. Bolehkah aku tidur dipangkuan ibu. Aku merindukan saat diamana aku kecil bu" kata Almer yang kemudian berbaring di sofa dengan meletakan kepalanya di pangkuan sang ibu


"ibu tau, kata orang pesantren adalah tempat kita mempelajari ilmu ikhlas. aku pun pergi untuk itu. Dan ya banyak hal yang ku pelajari disana. Ilmu agama alquran hadist dan ya semuanya bisa merubah hidupku jauuh lebih baik. Hanya saja ibu... "


"kenapa nak?"


"kenapa ikhlas tak kunjung hadir? Aku ingin sekali melupakan pristiwa itu bu. Ini sungguh menyiksaku. Sesak dada bu. Bisa kah ibu bantu aku" iba Almer

__ADS_1


"kamu tau yang bisa menghilangkan sesak itu adalah diri kamu sendiri. Ada saat dimana manusia perlu berdamai dengan setiap luka hidupnya. Cintai sakit itu nak. Berdamailah dengan rasa luka itu." kata ibu.


"Sudah Cukup kamu siksa dirimu. Ibu yakin jika kamu sudah bisa berdamai dengan luka itu ikhlas akan hadir. Sejatinya kamu tidak bisa mencari ikhlas ditempat lain. Tapi ikhlas itu selalu ada didiri setiap orang. Kamu perlu mengenali dirimu hingga ikhlas itu muncul untuk jadi kepribadianmu." kata ibu lagi


Almeer terus merenungi setiap perkataan sang ibu.


"nak selama ini ibu tidak pernah bertanya tentang setiap keputusan yang kamu ambil. Kamu selalu melakukan apapun yang kamu mau. Walau ibu tau kamu juga tau keputusan kamu terkadang berbahaya dan menyakitimu dan orang lain. Karena apa? Karena ibu tau kalau kamu tau apa resiko setiap keputusan mu. Tapi boleh ibu kasih saran?" kata sang ibu


"tentu bu" jawab Almeer


"apapun setiap pilihan yang kamu ambil cintailah setiap prosesnya, rasa sakit, bahagia, terluka bangga, cintailah semua prosesnya jadikan kamu satu dengan pilihan itu, karena itu bisa membantumu mengurangi rasa sesak yang menghimpit mu. Bertanggung jawab lah. Dan cintai setiap pilihan mu."


"iya ibu"


Almeer merasa dapat tamparan keras atas perkataan sang sang ibu. Yang memmbuat nya sadar akan semua tindakannya.


"terimak kasih bu. Bolehkah aku tidur sebentar tolong bersholawatlah bu. Itu bisa membuatku tenang"

__ADS_1


Almeer memejamkan matanya dan tertidur dipangkuan sang ibu. suara merdu sang ibu yang bersholat dengan tangan yang lembut mebelai rambutnya. Menghantarkannya kedalam alam bawah sadarnya.


"bahagialah nak. Karena kamu pantas bahagia." kata sang ibu


__ADS_2