Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Pernikahan Syfa dan Ashraf 2


__ADS_3

Suasana acara pernikahan Syfa dan Ashraf sangat ramai. Dihadiri oleh ribuan undangan. Baik dari kalangan teman kuliah, teman kerja, rekan bisnis, artis, bahkan beberapa petinggi negara. Antrean terlihat para tamu undangan yang ingin membeikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.


Terlihat Nadira, Zafira, Anis, Kiya sedang duduk satu meja bareng bersama , Bundanya Fira, Mamanya Kiya, Umi, Ibu panti, dan juga Nenek. mereka bercengkrama bersama. sambil menikmati sajian yang disediakan.


Diam-diam Zafira tersenyum. Dia melihat Almeer yang sedang bercengkrama dengan Ayahnya dan juga Abinya. terlihat dari cara Almeer yang berinteraksi dengan penuh sopan dan tunduk kepada kedua orang tua tersebut.


"Saya tidak menyangka cucu yang selama ini kami cari tumbuh menjadi laki-laki baik, Sholeh dan memiliki akhlak baik. terimakasih Bu sudah merawat dan mendidik cucu saya. kami sendii hampir putus asa mencarinya selama ini. beruntung nya Zein di rawat di asuh dan didik oleh orang baik seperti ibu." kata nenek.


"Tidak Nek. kami yang beruntung karena Zein hadir ditengah-tengah kami. selain baik, Sholeh dia itu seperti Malaikat yang diutus untuk membawa kebahagiaan pada kami dan banyak orang." kata Ibu.


Entah kenapa mendengar orang-orang memuji kebaikan Almeer membuat Zafira merasa tenang dan bahagia. semakin besar saja rasa kagum dia terhadap Almeer. Mungkin hanya ini yang bisa dilakukan saat ini. mengagumi dalam diam. mencintai dalam doa.


Saat Almeer sedang mengobrol bersama para orang tua itu. Tiba-tiba hp nya berdering. Dia pun izin untuk mengangkat telpon tersebut.


Setelah selesai menerima panggilan telepon Almeer berniat kembali. Namun tidak sengaja di berpapasan dengan seorang wanita cantik.


"Al? " kata wanita itu.


"Anaya?" kata Almeer


"Kamu masih inget Aku?. Aku nggak nyangka setelah hampir 10 tahun nggak ketemu akhirnya bisa jumpa sama kamu lagi. Kamu apa kabar?" kata wanita bernama Anaya itu.


"Alhamdulillah baik. Kamu?" kata Almeer masih dengan sikap datarnya.


"Alhamdullillah baik. Kamu kenal sama mempelainya?" tanya Anaya


"Iya. Laki-lakinya adik angkat saya." kata Almeer.


"owh.. Sumpah setelah 10 tahun nggak ada kabar ngilang gitu aja. Aku nggak nyangka bisa ketemu kamu disini. Dan Aku seneng kamu masih inget sama Aku." kata Anaya.


"Yah.. gimana nggak inget. Kamu itu cewek populer disekolah yang kata orang cantik, pinter, kaya, dan famous. Tapi nggek berhenti gangguin dan ngejar-ngejar aku. dan kadang ganggu" kata Almeer masih dingin


"hahahaha... kamu ini emang nggak pernah berubah ya dari dulu. Dingin, cuek, dan nggak peka. dan sayangnya hal itu yang bikin banyak cewek jadi makin penasaran dan klepek-klepek sama kamu. dan anehnya sikap kamu masih aja kayak gitu. nanti nggak ada cewek yang mau loh sama kamu. Emang mau apa jomblo seumur hidup?" kata Anaya.


Gini aja banyak cewek yang terus ngejar-ngejar. apa lagi kalau ramah dan suka tebar pesona. bisa ribet deh ngurusinnya." kata Almeer.

__ADS_1


"hahaha... ternyata sekarang kamu lebih humoris ya?. dulu kamu itu irit banget ngomong. " kata Anaya tertawa.


Anaya merasa senang karena bisa bertemu lagi sama Almeer. laki-laki yang dia kejar-kejar dulu. lelaki baik tapi dingin. laki-laki yang berhasil membuatnya jatuh cinta.


"oh ya setelah selesai kuliah di Amerika kegiatan kamu apa? dan sekarang kamu fokusnya apa?" tanya Anaya.


"Sekarang lagi fokus sama usaha kecil aja. masih berkembang." kata Almeer.


"Wow bagus dong. Aku yakin nanti bakal maju usaha kamu itu. Kalau Aku sih sekarnag lagi bantu Papa urus usahanya yang sekarang lagi kerjasama sama Ashraf. makanya Aku diminta Papa wakilin Dateng ke Acara pernikahannya. Karena papa lagi di LA makanya Aku yang Dateng deh." kata Anaya.


"oh." kata Almeer.


"Kak Zein. sini" kata Nadira memanggil Almeer.


Almeer menengok kearah Nadira. Lalu mengangguk.


"Saya permisi dulu" kata Almeer.


"Tunggu Al. boleh minta no hp Kamu?" tanya Anaya.


Almeer diam.


Setelah berfikir sejenak Almeer pun memberikan nomor telepon nya.


"Ya udah. duluan ya" kata Almeer.


"Makasih ya" kata Anaya terlihat bahagia.


Almeer pun menghampiri meja Nadira. dan duduk berjongkok diantara ibu panti dan Nenek.


"Kak siapa tuh. cantik banget sih?" kata Nadira menggoda sang kakak.


"Siapa?" kata Almeer sengaja bertanya lagi.


" Alah kakak mah. itu yang tadi ngobrol bareng kakak. gebetan baru ya. kenalin dong" kata Nadira.

__ADS_1


"Iya cantik tau kak. kenalin dong sama kita. mumpung ada ibu sama nenek. Biar bisa cepet nyusul Kak Ashraf." kata Anis.


"Ibu smaa Nenek sudah makan? mau di ambilin sesuatu? makanan atau minuman mungkin?" kata Almeer sengaja mengalihkan pembicaraan.


"Nenek sudah makan. tadi diambilin makan sama Nadira dan Zafira." kata Nenek.


"Kamu ini bisa aja ngalihin pembicaraan. sekarang Ibu mau tanya kapan Kamu kenalin Ibu sama calon menantu ibu? kapan mau kasih cucu buat ibu? adik kamu saja sudah menikah. Lalu kamu kapan? kata ibu.


"Ibu, kalau mau minta cucu ya sama Ashraf atuh. aku mana bisa kasih. Nikah aja belom masa mau langsung kasih cucu. lagian belum ada yang bisa aku kenalin ke Ibu. Doain aja Bu" kata Almeer.


"Yang tadi cantik kak. dan kayakna dia single dan suka deh sama kakak. kenepa nggak dideketin aja?" kata Nadira.


"wanita tadi siapa namanya nak?" kata Nenek.


"Tadi itu Anaya. Teman SMA dulu. Tadi nggak sengaja ketemu. Dia itu rekan bisnisnya Ashraf yang datang kesini karena diundang. selain itu ya nggak ada apa-apa lagi." kata Almeer.


"Nak. ibu ini sudah tua. Sakit-sakitan terus. ibu mau sebelum ibu pergi Ibu sudah liat kamu menikah bahagia bersama keluarga kecil kamu. selama ini kamu selalu memikirkan kebahagiaan orang lain. sudah saatnya kamu pikirkan kebahagiaanmu sendiri. Bisa kan kamu penuhi permintaan ibu kali ini?" kata ibu.


Almeer tersenyum pada ibu.


"Apa pernah Almeer tidak penuhi permintaan ibu?. tentu Bu. Nanti Almeer usahakan ya. ibu jangan khawatir. Dan Almeer bahagia kok. ya sudah Almeer permisi dulu. Mau cari menantu buat ibu. ibu mau menantu yang seperti apa? " kata Almeer berusaha membuat sang ibu tertawa dengan tingkahnya.


"kamu ini. wanita seperti apapun yang penting dia Sholeha. baik. tulus. dan bisa buat kamu bahagia" kata ibu.


"wah paket komplit itu. Dimana ya aku bisa dapetin cewek paket komplit kayak gitu?" kata Almeer sambil bercanda.


tok.


"Au.. sakit nek. kok dipukul sih?" kata Almeer


"Abis kamu itu. orang kita serius kamu malah nanggapinnya bercanda." kata nenek


Mereka tertawa. Namun Zafira hanya diam. Hatinya bergetar. Dia merasa hatinya tidak rela jika Almeer ingin mencari wanita yang kelak akan menjadi isterinya. Dia bertanya apakah dia siap jika pada akhirnya harus melihat Almeer menikah dengan wanita lain.


"Ya Sudah. Aku izin kesana dulu ya. Ada urusan kerjaan sama Arthur. dan untuk permintaan ibu tadi. Aku minta Ibu terus berdoa. karena semua kebahagiaan aku itu ada pada doanya ibu." kata Almeer.

__ADS_1


"Tanpa kamu minta. ibu tidak pernah berhenti mendoakan keselamatan dan kebahagiaan kamu."


"Makasih Bu. Aku kesana ya. semuanya Aku kesana dulu." kata Almeer


__ADS_2