
Hana sedang diperiksa oleh tim medis. Almeer terlihat sangat gelisah. Zafira mulai merasa tidak enak saat melihat sang suami begitu mengkhawatir keadaan Hana. Namun Zafira tidka bisa berbuat banyak. dia hanya bisa diam memendam perasaannya.
A
"Giama keadaannya dok?" tanya Almeer saat tim medis keluar dari ruang pengobatan Hana.
"lukanya lumayan dalam. tapi tenang saja. pecahan cangkak keongnya sudah diambil dan lukannya juga sudah dijaihit. hanya saja karena kehilangan darah yang banyak. pasien harus melakukan transfusi darah. beruntungnya persediaan darahnya ada. jadi sekarang pasien sednag di infus dan juga transfusi darah. untuk hari ini pasien harus rawat inap disini. besok jika keadannya sudah pulih baru diizinkan pulang" jelas sang dokter
"baik dok. terimakasih banyak dok. apa kami boleh melihat keadaannya dok?" kata Almeer.
"silahkan. tapi biarkan pasien istirahat yang cukup ya. kalau gitu saya permisi. ingin memeriksa pasien lainnya. mari." kata sang dokter.
Dokter pun pergi. Almeer pun bergegas masuk keruang rawat Hana. dan kemudian disusul yang lainnya. raut wajah Almeer yang sedari tadi tegang karena khawatir kini berangsur lebih lega.
"Syukurlah lukanya nggak parah sampe harus diamputasi kaki kamu." kata Almeer.
"Kamu ini khawatir. apa emang nyumpahin aku biar pincang sih. jahat banget" kata Hana kesal .
"iya maaf. abis kamu jadi orang ceroboh nggak hati-hati." kata Almeer.
Zafira lega. karena kondisi Hana baik.
"Maaf ya. gara-gara insiden kecil ini bikin acara kita berantakan." kata Hana menyesal.
"apaan sih Kak. justru kesehatan dan keselamatan Kaka itu jauh lebih penting." kata Nadira.
"iya Kak. kalau masalah jalan-jalan mah kan bisa kapan-kapan." kaa Anis.
"Alhamdulillah kondisi kakak tidka parah. pokonya kak Hana harus fokus sama kesembuhan kaki kak Hana dulu ya. jangan mikir yang lain dulu" kata Zafira.
mereka memutuskan untuk menemani Hana dirumah sakit. Zafira pun duduk di sofa bersama dengan Kiya, Anis , Althaf, Ali. mereka mengamati Almeer yang terus mengobrol bersama Hana dan juga Elmeer. obrolan mereka terdengar sangat seru. sesekali mereka tertawa. Zafira sendiri memilih diam dna memeainkan handphonenya.
Zafira bingung dengan perasaannya. ingin dia tidak cburu namun melihat kedekatan Hana dan melihat betapa khawatirnya Almeer saat Hana terluka membuat rasa cemburunya itu sulit ditepis. untuk mengalihkan pikirannya Zafira pun memainkan handphonenya. dan dia mendapatkan pesan dari ibu Panti.
"Kang. Ibu chat. dia minta aku pulang. Aku pulang duluan nggak apa-apa?" kata Zafira.
__ADS_1
Almeer bingung. dia tidak tenang meninggalkan Hana dalam keadaan seperti ini. tapi dia juga tidak bisa membiarkan istrinya pulang seorang diri. Zafira mengerti jika sang suami berat meninggalkan Hana dirumah sakit.
"Akang disini aja nggak apa-apa. Akang Jagain Kak Hana. Fira nggak apa-apa pulang sendiri." kata Zafira.
Almeer semakin bingung.
"Ra, biar pulang bareng Gue aja gimana. Ada kerjaan kantor yang belom selesai juga." usul Kiya.
"iya Anis juga pulang ya kak Hana. ada kerjaan yang harus segera diselesaikan. Kak Althaf mau kan anterin Aku, Kak Fira sama Kiya pulang?" kata Anis.
"Iya. Gimana Kak Fira mau ikut bareng kan?" kata Althaf.
"Gimana Kang. apa boleh Fira pulang duluan sama mereka?" tanya Zafira.
"ya udah. kalau kalian pulang dianter Althaf nggak apa-apa. hati-hati dijalan. inget Althaf janagn ngebut. kalau udah sampe langsung kabarin Akang ya" kata Almeer.
entah kenapa perasaan Zafira terasa sakit. mengingat sang suami lebih berat meninggalkan Hana dirumah sakit jika dibandingan mengantarnya pulang. Zafira pun berusaha mengendalikan perasaannya.
"Kak Hana. maaf ya nggak bisa temenin Kakak disini. Fira pulang ya kak" kata Zafira berpamitan pada Hana.
Hana sendiri merasa tidak enak pada Zafira. Hana tau sebenarnya Zafira sedih namun berusaha dia tutupi.
setelah berpamitan pada semuanya. mereka pun pulang.
keadaan hening.
"Zein".. kata Hana sambil mencubit lengan Almeer
"Aduh duh.. aww.. sakit. kok dicubit sih? pedes tau cubit cubitan kamu" kata Almeer meringis kesakitan
"Abis aku kesel sama kamu. jadi orang kok nggak peka!" kata Hana.
"nggak peka apaan sih?" tanya Almeer bingung.
"tuh kan nggak sadar. sadar nggak sama perubahan sikap Zafira tadi?" tanya Hana.
__ADS_1
"Fira?. kenapa emang? perasaan dia nggak kenapa-kenapa deh. jangan ngadi-ngadi kamu. ornag Fira nya nggak apa-apa kok." kata Almeer.
"Inilah kamu. cowok nggak peka. nggak pernah peka sama perasaan perempuan" kata Hana.
"Iya aku juga ngerasa dari di apantai kak Fira iem aja. nggak banyak omong. dan raut wajahnya juga berubah" kata Nadira.
"Tuh Dira aja tau kok. masa kamu nggak ngerasa sih perubahan di isteri kamu sendiri" Kata Hana.
"Ya aku nggak tau. Aku liatnya dia biasa aja. Emang menurut kamu dia itu kenapa?" kata Almeer.
"Gini ya ngomong sama cowok nggak peka kayak kamu. kasian banget Fira harus ekstra sabar ngadepin suami nggak peka kayak kamu. jelas dia Cemburu. kamu nggak sadar Apa sikap khawatir kamu yang berlebihan ke aku buat dia cemburu. belum lagi kamu waktu ia bilang pengen pulang. bukan nya tawarin buat anterin dia ini malah diem aja. gimana nggak sedih. yang jelas dia bakal mikir kalau kamu itu emang nggak perduli dan sayang sama dia" kata Hana.
Almeer diam. diam mencerna perkataan Hana. apa benar Zafira cemburu karena dia perhatian sama Hana. bukankah Zafira sudah tau tentang kedekatan anatara dirinya dan Hana. Almeer merasa tidak yakin jika Zafira cemburu.
"dari tadi Dira juga perhatiin. diam-diam kak Fira perhatiin Kakak yang sangat khawatir sama Kak Hana. jujur ya Kak. kalau Dira di posisi Kak Fira. Diri juga pasti cemburu. bahkan bisa jadi Dira bakal tunjukin langsung kalau Dira cemburu. tapi mungkin Kak Fira nggak bisa nunjuiki rasa cemburunya karena dia tau gimana kedekatan kalian." kata Nadira
"Kak Zein. mah lucu. kita aja yang cuman saudarna aja ngerti kalau Kak Zafira lagi berusaha nahan rasa cemburunya. tapi Kakak sebagai suaminya nggak bisa rasain sih. kalian beneran udah suami isteri kan? bukan cuman akadnya aja?" kata Ali
"maksud kamu?" tanya Almeer.
"Iya. taukan suami isteri itu kayak gimana. ya misalnya bisa mengerti satu smaa lain. bisa memahami perasaannya. semua itu terjadi karena ada ikatan hati dan juga fisik. atau jangan-jangan kalian berdua belum ada kontak hati dan juga fisik. gamblangnya apa kalian belum ngelakuin ritual malam pertama?" kata Ali
"Apaan sih kok malah jadi bahas ke situ!" kata Almeer.
"benera ini. jangan dianggap lulucon. biasanya suami isteri yang sudah kontak fisik dan hati maka tingkat kepekaannya meningkat. bisa merasakan perasaan pasangannya satu sama lain. dan justru suami isteri yang sudah melebur jadi satu dia akan saling menyayangi dan mencintai lebih dalam. Kalau nggak percaya bisa tanya deh sama yang lebih pengalaman. fix sih kalian belum pernah ngelakuin ekhemm.. ekhemm.." kata Ali
Almeer diam. Mereka semua langsung paham arti diamnya Almeer.
"Zein. kenapa? Kamu nggak kasihan sama Fira. harus nunggu sampai kapan lagi?. kamu dzolim kalau nggak menunaikan kewajiban kamu memberikan nafkah batin buat dia. tolong jangan siksa dia" kata Hana.
"Zein apa lagi yang memberatkan kamu? Aku melepaskan Fira untuk kamu. karena aku yakin kamu bisa membuat dia bahagia. jangan siksa dia" kata Elmeer.
"apa lagi yang kakak takutin. bahkan semenjak menikah dengan Kak Fira kakak nggak pernah keluar kamar kalau dimalam hari. bahkan terlihat tidur kakka sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Kak Fira juga cerita. kalau Kakak sudah jarang kambuh kalau ada dikamar malam hari. dan Aku yakin salah satu alasannya karena Ada Ka Fira yang temenin kakak. iya Kan?" kata Nadira.
semua yang dikatakan mereka benar. tapi entah apa lagi yang membuatnya tidak siap. Almeer terus berfikir.
__ADS_1