
Zafira terlihat sedang sibuk merapihkan apartementnya. Kali ini dia harus membersihakannya seorang diri. Karena kedua sahabatnya Syfa dan Kiya hari ini mereka sedang ada janji jalan bersama Ashraf dan Altaf. Hubungan mereka kini semakin dekat bahkan kini memiliki status sebagai kekasih.
Zafira senang karena kini kedua sahabatnya menemukan pasangan mereka. Syfa sendiri akan dilamar Ashraf minggu depan. Sedangkan Kiya masih menunggu hingga 6 bulan kedepan. Zafira selalu berdoa untuk kebahagiaan kedua sahabat terbaiknya.
teettt.. Teettt...
Suara bel apartement Fira berbunyi.
"siapa ya? Apa mungkin Syfa sama Kiya? tapi kan mereka baru pergi setengah jam yang lalu. Masa iya udah pulang lagi? Apa ada yang ketinggalan ya?" kata Fira bertanya sendiri.
Fira pun berjalan kearah pintu untuk membukanya. Terlihat Nadira berdiri seorang diri didepan pintu Apartementnya.
"Dira? Tumben kesini nggak bilang dulu?. Ayo masuk." kata Fira. Membukakan pintu dan mempersilahkan Dira masuk.
"maaf ya. Belum selesai bersih-bersih soalnya. Jadi sedikit berantakan" kata Fira
"iya. Kamu rajin banget sih. Kamu sendirian aja?. Syfa sama Kiya kemana?" kata Nadira
"iya. Mereka biasa diajak jalan-jalan sama pasangan mereka. Oh ya mau minum apa?" kata Zafira.
"ehh nggak usah. Ngerepotin" kata Dira
"apaan sih. Nggak repot kok. Aku bikinin Greentea aja ya. Kamu suka kan?. " kata Fira
"suka sih. Tapi beneran deh nggak usah. Udah mendingin kamu lanjutin dulu aja bersih-bersihnya biar cepet beres." kata Nadira.
Nadira tetap membuatkan secangkir greentea dan membawa setoples cemilan untuk Nadira.
"di minun sama di makan ya. Aku lanjut bersih-bersih duku. Sebentar lagi beres kok" kata Zafira.
Zafira melanjutkan kembali pekerjaannya. Setelah itu dia membersihkan tubuhnya karena berkeringat. Kemudian kembali bergabung dengan Nadira yang sedari tadi menunggunya sambil bermain handphone miliknya.
"ini kamu kesini sengaja main atau ada perlu?" tanya Zafira.
"hehe..." Nadira tertawa. Tepat sekali dugaan Zafira.
"sebenernya Aku mau ngajakin Kamu nemenin ?Aku ke Mall. Ada yang mau aku beli. Sekalian kita nonton yuk?" kata Nadira dengan semangat.
"jalan ke Mall? Kapan? Sekarang?" kata Zafira.
"iya sekarang atuh. Masa tahun depan. Mau ya.. Mau dong.." kata Nadira membujuk
Zafira yang melihat tingkah Andira yang membujuknya pun hanya geleng-geleng kepala. Seperti anak kecil yang merengek minta dibelikan balon. Zafira melihat Nadira yang terus memohon sambil tersenyum genit seperti anak kecil.
"iya-iya. Aku siap-siap dulu tapi." kata Zafira. Dia menyetujui permintaan Nadira.
Setelah bersiap-siap. Zafira dan Nadira pun keluar dari Apartement. Setelah sampai di loby sebuah mobil sedan hitam berhenti di depan loby. Sang pengendara menurunkan kaca jendela. Terlihat El dan Ali berada didalamnya. Zafira kaget sekaligus bingung kenapa ada mereka.
Zafira menoleh ke arah Nadira. Dan Nadira hanya tersenyum.
__ADS_1
"kamu nggak bilang kalau perginya sama mereka?" kata Zafira.
"iya. Aku kira nggak masalah dong perginya sama mereka. Justru bagus dong jadi kita ada yang ngawal. ya itung-itung punya bodyguard kan?" kata Nadira sambil tersenyum, dan memainkan alisnya naik turun.
"kita jadi berangkat, atau kalian mau tetap berdiri disana?" kata El.
"iya-iya. Sabar dong." kata Nadira sedikit ketus.
Karena sudah dalam situasi seperti ini sulit rasanya untuk menolak. Dengan setengah hati Zafira manuruti keinginann Nadira. Mereka masuk kedalam mobil.
Sesampainya di salah satu Mall besar di Jakarta. Mereka segera pergi ke store sepatu dan juga pakaian untuk membeli beberapa barang yang dicari Nadira. setelah puas berkeliling mencari barang incaran. mereka pun pergi ke gedung XXI. Mereka menutuskan untuk menonton film romatis yang baru saja rilis.
Setelah film selesai. Mereka keluar dari gedung bioskop. Terlihat mata Nadira sedikit sembab.
"kebiasaan deh. Abis nonton film romatis selalu aja ada acara mewek" kata Ali. Sambil memberikan sapu tangan pada Nadira.
Nadira terlihat cemberut.
"udah jangan cemberut nanti nggak cantik lagi" kata Ali sambil mengusap air matanya.
Sontak saja membuat Nadira tersipu malu. Semenjak hubungannya dengan Ali membaik. Sikap Ali jauh lebih lembut, perhatian, dan selalu memperlakukannya dengan sangat manis. Zafira tersenyum melihat tingkah mereka.
"aduh berasa jadi laler deh disini" kata Zafira.
Sontak saja membuat Nadira dan Ali jadi salah tingkah.
"kita makan yuk. Dari tadi jalan-jalan terus nonton. Belum sempet makan kan?" kata El.
"yaudah Kita makan disana aja ya" kata Ali. Mereka pun menuju salah satu restoran yang cukup ramai itu.
Setelah memesan makanan mereka pun harus menunggu beberapa menit. Nadira terlihat sangat bahagia. Dia terus saja berkomentar mengenai film yang baru saja selesai mereka tonton. Zafira pun menanggapinya dengan sama antusiasnya.
"kalau Kamu sendiri bagaimana Fira?" kata El tiba-tiba.
"maksudnya?" tanya Fira tidak mengerti.
"maksudnya, jika ada seorang laki-laki yang mencintai kamu bagaimana menurutmu?" kata El.
Ali dan Nadira yang mendengar pertanyaan El tersenyum. Mereka tau jika El mencintai Fira. Dari tatapan, perhatian dan cara El memperlakukan Fira sangat berbeda. Itu sebabnya mereka merencanakan hal ini. Untuk membuat keduanya semakin dekat. Walau sebenarnya mereka juga tidak tau bahwa memang keduanya sedang dekat. Karena El yang sangat intens mengirim chat dan berbagai bentuk perhatian.
Fira juga tau maksud arah pertanyaan El. Namun Fira sendiri masih bingung dengan perasaannya. Jujur Dia sendiri ada sedikit perasaan untuk El. karena selama ini El selalu memberikan perhatian. Namun Dia tidak bisa membohongi perasaanya kalau perasaannya untuk Almeer masih sangat besar. Dia tidak ingin menjadikan El pelarian dan pengalihan dari perasaannya saat ini.
"khmm.. Dijawab atuh Ra. Kak El tanya tuh." kata Nadira
Fira melihat kearah Nadira lalu kemudian ke arah El sebentar. Lalu menunduk kembali.
"ya nggak gimana-gimana. Kita kan nggak pernah tau kepada siapa kita akan jatuh cinta. Semua orang berhak untuk mencintai siapapun yang hatinya pilih. Tapi dia tidak berhak untuk memaksakan perasaannya kepada orang itu" kata Fira.
El terlihat tidak puas dengan jawaban yang diberikan Fira. Dia merasa putus sudah harapannya. Nadira dan Ali pun merasakan hal yang sama.
__ADS_1
"cinta itu nggak bisa jika hanya satu pihak. Tapi bukan berarti orang yang mencintai itu langsung menyerahkan . Dia bisa memperjuangkan perasaannya. Tapi tentu tidak dengan memaksakannya." kata Fira.
"berjuang seperti apa?" kata El.
"entah. Aku juga nggak ngerti. Tapi jika dia benar-benar mencintai dia pasti tau apa yang harus dia lakukan untuk memperjuangkannya. Ya mungkin dengan menunjukan keseriusannya." kata Zafira.
El diam.
"aku mau ke toilet dulu sebentar" kata Zafira sambil bangun dari tempat duduknya.
"aku juga sama. Kita bareng ya" kata Nadira.
Setelah sampai di toilet kebetulan keadaan toilet sedang sepi. Mereka pun masuk kedalam kamar kecil. Setelah menyelesaikan hajat masing-masing mereka pun membersihkan tangan di westafel.
"kayaknya kata-kata kamu bikin Kak El patah hati deh" kata Nadira.
"kenapa? Apa ada yang salah dengan kata-kataku tadi?" kata Zafira.
"emm. Masa sih kamu nggak ngerti. Kalau pertanyaan Kak El itu buat mancing kamu. Kak El itu suka sama kamu" kata Nadira.
Zafira bukan tidak tau tentang hal itu. Dia sudah tau bahkan sejak lama. Tapi Zafira bingung dengan dirinya. Dia nggak mau PHP in El. Karena sampe saat ini dia masih belum bisa mengerti perasaannya sendiri.
"udah yuk. Mereka pasti udah nunggu" kata Zafira mengalihkan pembicaraannya dengan Nadira.
Mereka pun kembali kedalam restoran tersebut. keadaan kembali hening. Mereka fokus dengan makanan mereka. Jujur Fira merasa tidak nyaman dengan keadaan ini.
"Fira, boleh saya tanya ke kamu sebagai perpuan ya. Menurut kamu wanita itu suka diperjuangkan seperti apa? Ya maksudnya apa yang bisa dilakukan laki-laki buat memperjuangkan wanita yang dicintainya. Ya siapa tau aku sebagai laki-laki bisa mengikuti saranmu" kata Ali.
"emm.. Kalau kamu nanya aku, aku sendiri bingung jawabnya. Wanita itu ingin dicintai dengan benar dan tulus. Wanita nggak hanya butuh kata-kata cinta saja. Tapi butuh pembuktian." kata Zafira.
"misalnya?" tanya Ali.
"ya dengan sikap. Perhatian, didengarkan pendapatnya, didukung keinginannya, selama keinginannya itu tidak merugikan siapapun dan tidak melanggar aturan syariat dan negara. Dengan begitu wanita itu akan merasa dia dihargai dan berharga" kata Zafira.
"terus apa lagi?" tanya Ali.
"setia, tentu semua orang pengen punya pasangan yang setia. Jujur, saling terbuka. Bertanggung jawab dalam ucapan dan tindakannya. serius. Dan yang terpenting taat pada agamanya." kata Zafira.
"wah tipe ideal juga ya?." kata Ali
"kamu sendiri gima Dira?" tanya Zafira
"aku juga setuju sih sama pendapat kamu Fir" kata Nadira.
"oke itu kan dari sikap dan kepribadian. Kalau dari fisik bagaimana?" tanya Ali.
"kalau fisik sih aku nggak punya tipe khusus. Karena percuma fisiknya baik, menarik tapi kelakuan minus dan playboy yang ada makan hati. Kalau mencintai karena fisik. Maka cinta akan hilang seiring bertambahnya waktu. Kalau mencari kesempurnaan fisik makan nggak akan pernah ketemu karena kesempurnaan milik Allah. Tapi cintai pasangan jangan hanya ketampanannya, Tapi cintai juga kekurangannya" kata Zafira.
"oh so sweet. Lope lope deh ah sama Fira. Bijak banget sih kayak Mario Bros." kata Nadira
__ADS_1
Mereka pun tertawa mendengar candaan Nadira.