
"Maaf tuan nggak boleh masuk" kata seorang satpam bertubuh besar dengan otot yang juga besar mengahlangi jalan Arthur untuk masuk kedalam.
"Loe tau siapa Gua kan?" tanya Arthur.
"Tau tuan. Asisten nya AZ. Tapi tuan nggak bisa masuk karena membawa mereka. tuan tau kan peraturannya." kata satpam tersebut.
Arthur melihat kearah mereka. lalu berbalik melihat ke arah satpam itu lagi.
"Mereka keluarganya AZ. dan mereka tau Kok aturannya. Gua jamin mereka nggak akan macem-macem. atau Loe bilang sama James, Arthur nunggu didepan. Cepet bilang sama bos kalian sana" kata Arthur.
salah satu satpam masuk kedalam. dan tidak lama keluar lagi.
"Masuk tuan. Bos nunggu ditempatnya" kata satpam yang baru saja keluar.
"Mereka?" tanya Arthur.
"Mereka juga. selama tuan bisa memastikan mereka tidak akan berubuat macam-macam yang akan membahayakan tempat ini. atau tuan tau sendiri akibatnya" kata satpam itu lagi.
"Oke. Ayo masuk." kata Arthur sambil mengajak yang lain juga masuk.
mereka semua masuk. disepanjang jalan. mereka terus memperhatikan sekeliling tempat ini dan bergidik ngeri. dan saat sampai di arena pertandingan. Terlihat dua orang yang sedang bertarung. dengan salah satu korban yang sudha terkapar. Namun tanpa ampun masih terus dihajar habis-habisan. Hingga waktu habis. dan terlihat lawannya tidak bergerak. Lalu digotong oleh beberapa orang. dan melewati mereka.
"Apa dia baik-baik saja? apa dia masih hidup?" tanya Kiya pada salah seorang yang ikut menggotong nya.
"Dia tewas. Fsiknya terlalu lemah untuk melawan sumo itu. tapi dia maksa karena dia bilang butuh duit buat biaya operasi anaknya. tapi ternyata dia mengantarkan nyawanya dengan sok ikut bertanding." kata orang itu tanpa beban.
Kiya, Nadira dan Zafira shock.
"James" kata Arthur tiba-tiba.
seorang laki-laki muda tampan mengahampiri mereka.
"ada apa Loe kesini? setau gua Loe ada di Rusia." kata James.
"tau dari mana?" tanya Arthur.
""AZ bilang ke gua." kata James.
__ADS_1
"Berarti bener dia kesini. apa dia ada kesini hari ini?" kata Arthur.
"Nggak. terakhir kali dia kesini 5 hari lalu. setelah berhasil bikin 6 orang terkapar koma dirumah sakit. gila sih dia bener tampil abis-abisan. malaem itu cuma dia yang tampil dengan 6 lawan berbeda yang semuanya tumbang Koma di rumash sakit. gua harap sih dia daeng terus tiap malem. loe tau kan tiap dia yang tampil gua selalu untung gede. para mafia itu selalu pasang gede." kata James.
Nadira bergidik ngeri dan juga khawatir disaat yang bersamaan.
"Nggak akan gua biarin Dia Dateng tiap malem kesini cuma buat bikin loe untung. Loe tau nggak dia dimana sekarang?" tanya Arthur.
"Nggak. justru itu gue juga bingung. bayaran dia tanding aja belom gua kasih kedia. atau gua titipin aja ke Lie?" kata James.
"berapa banyak?" tanya Ali.
"3.2 M." jawab James.
"Hah?" mereka semua kaget.
"nggak usah kaget. tapi loe beneran nggak tau dia dimana?" tanya Arthur.
"Nggak. tapi bentar terkahir dia tanding keadaannya kacau sih maklum lawan 6 orang. dan gua waktu itu nawarin diri nganterin dia tapi dia tolak. tapi ada satu. Anak buah gua yang dia percaya dan mau dianterin pulang sama karyawan gue itu.Bentar gua panggilin dia dulu" kata James. lalu pergi.
Tak berapa lama James datang bersama laku-laki muda yang sepertinya masih berstatus pelajar.
"Kalian siapa? dan kenapa tanya AZ sama Gue. Sorry Gue nggak tau Dimana AZ!" kata Laki-laki itu tegas.
"Tenang aja Gua ini tangan Kanannya AZ. Tanya bos loe kalau nggak percaya. dan Mereka keluarganya. Gue tau Loe pasti tau diaman AZ sekarang. dan yang Loe lakuin ini karena AZ yang minta Loe buat nggak kasih tau posisi dia." kata Arthur.
Laki-laki itu diam.
"Gue tau AZ udah nolong Loe dan keluarga Loe. itu sebabnya Loeau nolong AZ ngelindungin dia dari orang-orang jahat. itu makanya Loe nggak mau ngasih tau keberadaan dia. tapi yang perlu Lie tau. kondisi AZ tidak baik sepenuhnya. Gue yakin loe juga tau itu. kita ini mau nolong dia. gua juga yakin Loe juga mau kan nolong dia saat ini. tapi Loe nggak tau gimana caranya. makanya biarin kit ketemu dia. kita bantu dia sama-sama." kata Arthur.
setelah berpikir akhirnya laki-laki itu setuju.
Laki-laki itu mengajak mereka ke suatu tempat. Laki-laki itu menunjukkan arahnya. Ternyata Laki-laki itu mengajak mereka ke sebuah kawasan perumahan Elit di Bogor. dengan penjagaan yang sangat ketat. Akhirnya mereka bisa masuk kawasan itu berkat laki-laki ini. Hingga tak berapa lama mereka berhenti dislaah satu rumah besar bernuansa Eropa dan timur tengah. saat ingin memasuki rumah tersebut terlihat sepasang paruhbaya berdiri ketakutan.
"Kenapa Kalian diluar? apa terjadi sesuatu dengan Tuan didalam?" tanya Laki-laki itu.
kedua orang tua itu ketakutan dan juga cemas. hal ini membuat mereka semua jadi cemas.
__ADS_1
"Semalam kami nggak sengaja liat Tuan ngamuk. semua perabotan hancur tidak bersisa. Untungnya Tuan tidka melihat kami disana atau kami tidak tau nasib kami gimana. Sekarang kami tau kenapa setiap pagi kami harus membersihkan rumah yang sudah seperti kapal pecah. Kami takut untuk masuk kedalam." kata mereka.
"Jadi kalian belum masuk kedalma sejak pagi tadi? Lalu Tuan makan dengan apa dari pagi dan ini udah mau malam? kalian ini!" kata laki-laki itu.
"Maaf tuan. Kami takut." kata mereka.
Laki-laki itu dan juga Arthur langsung masuk melihat semuanya. dan yang lainnya pun menyusul. mereka semua kaget melihat keadaan rumah. begitu sangat mengerikan. pantas saja mereka sangat takut.
"Terus dimana Kak Zein sekarang?" tanya Nadira.
"Mungkin dikamarnya nona. tapi saya tidak bisa masuk kedalam kamarnya. Karena perlu kartu akses untuk bisa masuk" kata Laki-laki itu.
"Tunjukan kamarnya" kata Arthur.
Mereka pun dibawa kedepan puntu kamarnya. Arthur mengeluarkan kartunya. Semoga kartu ini bisa mengakses pintu kamar ini juga. Arthur kemudian menempalkan kartu itu dan beruntungnya pintu bisa terbuka.
Saat mereka akan masuk ternyata pintu sudah dibuka lebih duru dari dalam. Terlihat Almeer yang masih berantakan. Keluar dari dalam kamar.
"Kalian?" kata Almeer.
Nadira langsung menghambur kepelukan Almeer.
"Kakak kemana aja? kenapa ngilang nggak ad kabar?. Aku cemas sama kakak." kata Nadira sambil sesegukan menangis.
"Jangan nangis dek. kakak ngggak apa-apa. dan kenapa Kalian kesini. Seharusnya kalian tunggu sampe Kaka kembali. Tidak perlu cari kakak. Karena kakak pasti kembali. Kalian pulang ya. Nanti Kakak nyusul" kata Almeer syarat akan perintah.
"Nggak. Kakak harus pulang sama kami. atau kami juga nggak akan pulang" kata Nadira.
"ini udah mau malam. kalian pulang besok kakak pulang. Kalian nggak bisa nginep disini. kalian bisa liat sendiri keadaan rumah ini acak-acakan. Kakak beresin kekacauan ini dulu baru kakak pulang. kalian pulan ya" kata Almeer.
"Nggak. kami bakal bantu kakak pokonya kami pergi harus dengan kakak" kata Nadira keras kepala.
"Arthur bawa mereka pergi dari sini. ajak mereka nginap di rumah panti atau hotel dekat sini. mereka nggak bis nginap disini." kata Almeer dingin namun tegas. yang artinya perintah ini harus dilakukan tidka ada penawaran.
Arthur yang mengerti nada bicara Almeer pun langsung mengajak mereka pergi. walau mereka sempat menolak namun Arthur dengan caranya berhasil membawa mereka pergi dari sana.
"Maaf tuan" kata Laki-laki itu menunduk.
__ADS_1
"Jangan diulangi lagi. sekarang buatkan saya tenda dihalaman depan dan juga segala perlengkapan BBQ saya mau makan lapar. Setelah itu kamu ajak temen kamu atau orang tua yang biasa bersihin ini buat bantu kamu bersihin ini semua kembaliin seperti semula. Nanti barang-barang akan datang dalam waktu 3 jam lagi. Tapi bantu saya buat tenda dulu yuk. Baru kamu mulai beres-beres." kata Almeer.