
"Selamat Pagi Pak" sapa Zafira dan Kiya. Saat mereka berpapasan di lift.
"Pagi." jawab El sambil tersenyum.
Kiya yang melihat El kembali tersenyum saat melihat Fira merasa bahagia. Dia berfikir jika hubungan keduanya sudah membaik.
Ting..
Pintu lift terbuka. Mereka masuk kedalam lift.
"Fira apa akhir pekan kamu ada acara?" tanya El.
"acara sih tidak ada. Tapi Saya sudah berjanji akan pulang ke Bandung akhir pekan ini." kata Fira.
"Oh.." kata El.
jawaban singkat El membuat Zafira sungkan untuk mengajukan pertanyaan. jawaban El sekaligus mengakhiri obrolan singkat mereka didalam lift.
...Ting. ...
Pintu lift terbuka. Fira dan Kiya pun keluar dari lift. Sedangkan El masih didalam untuk pergi ke lantai selanjutnya.
-------
"Fir, Pak bos tumben nanya lu ada acara apa nggak. Mau ngapain ya?" tanya Kiya kepo
"Mana gua tau. Tanya aja sendiri sana" kata Fira.
"Yee... Mana berani Gua nanya langsung ke Pak bos" kata Kiya..
Mereka terus berjalan menuju ruang mereka masing-masing.
"kenapa lu nggak tanya sih tadi?" kata Kiya
__ADS_1
"ya kenapa nggak lu aja yang tanya? Lu penasaran kan?" kata Fira.
"yeee nih orang ya.. Tar yang ada Gua di bilang kepo lagi" kata Kiya.
"Itu tau" kata Fira sambil senyum mengejek.
" Lu mah, males gua ngomong sama lu. Dah ah.. Bye. ," kata Kiya meninggalkann Fira.
Fira hanya geleng kepala dengan tingkah sahabatnya itu. Fira sendiri bukan tidak penasaran dengan El. Hanya saja Dia merasa sungkan untuk bertanya. Terlebih mengingat hubungan mereka yang akhir-akhir ini merenggang.
----------------
Didalam ruangannya El terlihat sedang berfikir. Dia kembali teringat perkataan Almeer beberapa hari yang lalu. Apakah ini sudah waktunya untuk dia menemui orang tua Fira. Tapi bagaimana jika nanti Fira menolaknya.
El memutuskan menelpon Almeer.
"halo Zein" kata El
"iya ka. Ada apa?"
"apa? lu serius?"
"iya. Bukannya lu bilang salah satu bentuk perjuangan ada lah menunjukan keseriusan kita. Makanya gua mau ngelamar dia" kata El.
"lu yakin? Apa udah bilang sama dia?"
"Belum. Justru Gua pengen ngomong langsung didepan keluarganya" kata El
"Bagus sih niat lu. Tapi apa lu udah siap dengan kemungkinan terburuknya?"
"Ia gua yakin gua udah siap. Kalau pun dia tolak. Ya mungkin emang bukan dia jodoh gua."
"emmm.. Tapi lu beneran yakin?"
__ADS_1
"Iya gua cuma nggak mau nanti berjuang buat orang yang salah. Yang ada percuma gua berjuang"
"Oke kalau itu keputusan lu. Gua dukung"
"Oke. Tapi gua mau lu datang. Lu yang temenin Gua saat bertemu orang tuanya"
"Kapan?"
"Pekan ini. hari minggu. Dan lu harus dateng"
"Oke gua dateng".
"Oke sip. Tar gua jemput. Oke gua lanjut kerjaan gua dulu. See you in jakarta"
Setelah menelpon Almeer. El mengirim chat pada seseorang. El mengulum senyum setelah mengirim chat tersebut.
"Bismillah" ucap El dengan pernuh keyakinan.
----------------
"Terimakasih Mbak" kata Fira pasa seorang pelayan.
Mereka pun mulai menikmati makan siang mereka.
"Hari minggu bisa temenin nggak. Ke acara lamaran temen. Tapi sayangnya nggak ada temen buat kesana. Kalian mau ya?" kata Nadira sambil mengaduk makanannya.
"Yah maaf banget Dir, Aku nggak bisa. Aku mau pulang ke Bandung. soalnya sudah terlanjur janji sama Ayah, Bunda mau pulang akhir pekan ini" kata Fira
"Iya Aku juga sama. Emang acara tunangan siapa sih?" tanya Kiya
"Ada temen Aku" kata Nadira.
"ya maaf ya." kata Fira tidak enak.
__ADS_1
"Ya Udah nggak apa-apa". Kata Nadira
Mereka pun melanjutkan makan siang mereka sambil mengobrol. Nadira juga menanyakan dimana alamat rumah Zafira di Bandung. Dan setelah menghabiskan makan siang. Mereka kembali ke kantor.