
Pagi ini terlihat suasana pak Damar nampak normal. semua orang masih sibuk mempersiapkan segala persiapan pernikahan yang akan di lakukan beberapa jam kedepan. Meskipun kemarin malam keluarga pak damar baru saja mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan namun mereka berusaha untuk tidak menunjukannya kepada yang lain. Sampai saat ini tidak ada yang tau berita kaburnya Reyhan selain pak damar,ibu ratna , ummah, kiyai rahmat,fira dan kedua sahabatnya.
Ummah dan ibu ratna saat ini sedang berbicara dengan putri mereka. Mengingat keputusan apa yabg ingin diambil nanti.
Sedangkan Almer yang diminta kiyai rahmat dan pak damar untuk duduk diruang keluarga terlihat bingung.
Almer masih menantikan hal apa yabg ingin dibicarakan kedua orang tua tersebut kepadanya. Namun saat melihat raut keduanya terlihat mereka sedang mengalami hal berat gelisah dan bersedih hal yang seharusnya tidak terjadi mengingat beberapa saat lagi mereka akan mengantarkan putri mereka kedepan gerbang mahligai pernikahan.
Almer berusaha memaklumi.
"Almer sebelumnya kami ingin tau terlebih dahulu apa pendapat kamu tentang putri kami Zafira?" tanya kiyai Rahmat memulai pembicaraan
Pertanyaan yang diajukan kiyai rahmat sobtak membuat Almer bingung dan kaget. Kenapa kiyai menayakan hal seperti itu pada laki-laki lain disaat putri mereka sedang menuju pernikahannya
"maaf pak kiyai, saya kurang paham maksud pertanyaan kiyai" kata Almer
"bagaimana pandangan kamu sebagai laki laki terhadap Zafira.?" kembali kiyai mempertanyakan hal yang sama kepada Almer
"mohon maaf pak kiyai jika saya lancang. Saat ditanya tentang sosok Zafira menurut saya dia wabita baik, cerdas, bijak, cantik dan insyaallah sholeha. Tapi mohon maaf rasanya saya sedikit bingung kenapa pak kiyai menanyakan pendapat saya tentang Zafira yang notabennya wanita yang sebentar lagi akan menikah.
__ADS_1
"pernikahan itu terancam gagal" kini suara pak damar yang terdengar
almer terlihat terkejut dengan labar tersebutt. Namu dia tidak berani untuk mennayakan alasan sebenarnya.
"ternyata selama ini saya salah memilih calon suami untuk Fira. Dia laki-laki tidak bertanggung jawab. Yang kabur sebelum hari pernikahannya. "
entah mengapa terasa sesak dada Almer saat mengetahui musibah yang sedang dialami Zafira. Almer yakin saat ini eanita itu pasti sedang bersedih mengibgat betapa bahagiannya dia beberapa hari lalu menyambut hari bahagianya.
"saat ini kami bingung harus berbuat apa. Mengingat beberapa jam lagi para sanak saudara, para tamu undangan akan hadir. Tapi untuk membatalkan pernikahan ini juga bukan keputusan yang baik. Kami hanya tidak ingin orang orang beranggapan buruk tentang fira yang ditinggal kabur oleh pengantinya dihari pernikahannya. Dia akan semakin tersiksa dan terluka jika harus mendengar comoohan orang orang. Katakan pada kami apakah adil jika Fira harus menanggung semua cemoohan orang orang yang akan berfikiran jelek tabtang fira. Kamu tau juga kan pandangan orang-orang yang beranggapak jika wanita yang ditinggal kabur dihari pernikahannya disrbut wanita sial. Kami tidak ingin putri kami menanggung cak itu. Kataka apa pantas Fira mendapatkan predikat wanita sial?" tanya pak damar sambil meneteskan air matanya yang jelas menggambarkan perasaannya saat ini.
"Almer, saya tau selama ini saya sering merepotkan kamh, meminta kamu melakukan banyak hal dan kamu tidak pernah sekalipun menanyakan alasannya apalagi sampai menolaknya. Bolehkan kali ini saya meminta satu permintaan lagi ke kamu, tolong bersediakah kamu menikahi putri saya Zafira,? Saya mohon, bantu Fira keluar dari masalah yang akan membuatnya terhimpit dan tersiksa. Saya mohon bahagiakan putri saya. Dan jadilah imam yang baik untuk putri saya. Maukah kamu jadi penganti pengganti untuk Fira?"
bagai tersambar petir di siang bolong. Almer sangat tidak percaya dengan semua ini. guru yang sangat dia hormat yang bahkan perintahnya adalah suatu keharusan baginya meminta dia melakukan hal yabg sangat sulit untuk dilakkukan. pernikahan loh. Hidup bersama dengan orang yang bahkan baru dikenal nya beberaha hari ini.
"maaf kiyai, pak Damar boleh saya bicara sebentar dengan Fira sebelum mengambil keputusan. Biarkan Fira ditemani kedua sahabatnya dalam pembicaraan ini. Itu pun jika di izinkan" kata Almer
Mendengar permintaan Almer pak Damar dan kiyai rahmat pun meninggalkann ruang keluarga. Saat ini Almer sedang bingung dengan apa yang harus dia lakukan.
Tak berselang lama Fira dan kedua sahabatnya datang. Almer yang sekilas melihat mata Fira yang sembab sehabis menangis mengerti apa yang sedang dirasakan wanita itu.
__ADS_1
Hening. Tidak ada percakapan apapun. Setlah 15 menit berlalu akhirnya Almer berusaha memulai pembicaraannya.
"maaf" kata pertama yang keluar dari mulut almer dengan kepala yang tertunduk
Entah maaf untuk apa. Fira dan kedua sahabatnya mendengar kata maaf yang terucap sontak membuat mereka memandang pemuda yang ada dihadapan mereka saat ini.
"maaf karena keberadaan saya ditempat ini justru membawa kamu pada pilihan yang tidak pernah kamu inginkan. saya katakan saya tidak akan mengambil keputusan apapun. Keputusan itu saya serahkan ke kamu" kata almer lagi
Hening. Masih belum ada tanggapan apapun dari fira
"satu hal yang ingin saya kasih tau. Saya bukan laki laki sempurna. Tidak punya apa apa. Bahakan saya seorang anak yang hidup di panti asuhan. Mungkin saya tidak akan bisa kasih kamu samua yang kamu mau. Selama ini selain ibu panti yang setiap perintahnya selalu saya ikuti saya juga tidak pernah menolak apa lagi melanggar perintah guru yang sangat saya hormati. Maka dari itu semua keputusan saya kembalikann ke kamu." kata almer.
Suasana masuh hening. Belum ada jawaban atau putusan dari Fira. Dan terlihat Fira yang berusaha menahan tangisnya tertunduk lesu dihadapan Almer.
"apakah kang Almer mencintai Fira? Apa kang almer akan membuat Fira bahagia. Dan tidak akan pernah buat Fira nangis apalagi pergi ninggalin Fira?" kali ini Syfa yang bertanya.
Almer melihat keseriusan dalam pertanyaan yang di lontarkan syfa. rasa khawatir terlihat jelah diraut wajahnya.
"mungkin dalam pernikahan ini tidak ada cinta didalamnya. Saya tidak bisa menjanjikan apapun. dan mungkin juga saya tidak bisa jadi alasan dia bahagia. Tapi saya akan berusaha untuk tidak jadi alasan dia menderita. Satu hal yang pasti kecintaan saya pada Allah dan rasul yang berlandaskan akidah yang akan menjadi podasi pernikahan nanti. Saya tidak akan menerima pernikahan ini jika Fira menolaknya. Saya tidak akan mengikat fira dalam pernikahan ini jika Fira merasa sesak. Dan jikapun ternyata pernikahan ini harus terjadi namun ditengah pernikahan ini fira bertemu dengan lakilaki lain yang jauh lebih mencintai fira dan fira pun mencintainya maka saya akan antarkan fira pada pemuda itu. Saya akan bebas kan fira dari ikatan yang mungkin menbuatnya sesak."
__ADS_1
"saya tau peran saya disini hanya diminta untuk jadi pengganti. Di jika orang yang seharusnya tiba maka peran itu pun akan saya lepaskan. Tolong katakan sekarang Fira apa keputsanmu?" tanya Almer
keputusan apakanhn yangvakan di ambil Fira untuk kehidupannya.. Akan kah fira menerima Almer atau justru menolaknya??