
Ptov Zafira
selepas sholat Subuh Fira merasa beberapa hari ini semangatnya mennghilang. Mungkin terhitung sejak Almeer meminta izin untuk pergi ke Tuban untuk mengerjakan beberapa pekerjaan. Namun dia berusaha untuk menyangkal perasaannya yang mungkin terbiasa melihat Almeer saat dipagi hari. Namun hari ini dia merasakan perasaan itu semakin nyata. Atau mungkin memang benar dia terbiasa untuk melihat Almeer yang masuk ke kamarnya saat dia selesai solat subuh dan berbaring disofa.
mata kuliah hari ini sudah selesai. Syfa dan Kiya yang sudah pamit terlebih dahulu karena harus mencari bahan untuk esaynya besok meninggalkan Fira sendiri. Fira memutuskan untuk ke perpustakaan terlebih dahulu memminjam beberapa buku untuk persiapan kuis besok.
Setelah hampir satu jam berada di perpustakaan mengingat waktu yang hampir ashar Fira memutuskan untuk pulang.
Langkah kakinya terhenti saat netranya menangkap sosok yang pernah singgah dihatinya atau mungkin masih menetap dihatinya. Sosok yang dulu ingin ia habiskan waktu bersamanya tapi tanpa perasaan meninggalkannya dengan jutaan harapan dan mimpi. Sosok yang saat ini ingin sekali ia hapuskan dalam benaknya.
Dengan membulatkan tekadnya Fira berjalan tergesa menjauh dari sosok itu berharap dia tidak melihat keberadaannya. Gemuruh dihati Fira terasa semakin menyesakan. Tanpa terasa ait mata itu tumpah begitu saja. Kenpa pertahanannya begitu lemah hanya karena melihatnya dia justru menangis sedangkan laki-laki itu terlihat bahagia.
__ADS_1
Zafira memutuskan mampir sebentar untuk sholat ashar dan menenangkan dirinya di sebuah masjid.
Setelah menunaikan kewajiabnnya dan mencurahkan seluruh perasaannya dalam untaian doa-doa Zafira memantapkan dirinya untuk pulang. dia harus bisa mengendalikannya dihadapan ibu dan ayahnya Fira tidak ingin mereka khawatir saat melihatnya menangis karena melihat laki-laki itu.
Fira duduk diteras masjid sambil memmakai kembali kaos kakinya namun dia melihat ada sosok yang berdiri dihadapannya. dan saat dia mendongakan kepalanya netranya bertatapan langsung dengan mata itu. Mata yang sempat memmbuatnya terpesona. Mata yang kini enggan dia tatap. Zafira bergegas memasak sepatunya, Dan berjalan melewati Laki-laki itu.
"Fira, aku mau bicara. Tolong kasih kesempatan aku jelasin semuanya"
"aku salah. Tapi aku ada alasan kuat kenapa ngakuin itu. Aku mohon dengerim dulu penjelasan aku. Setelah itu kamu berhak putusin keputusan kamu"
Zafira tetap tidak mendengarkan nya. Dia segera membuka pintu mobilnya dan bersiap untuk masuk. Namun lagi-lagi laki-laki itu menahan Fira.
__ADS_1
"aku salah. Dan aku minta maaf. Tapi kamu harus dengerin aku. Kita belum selesai"
Zafira tersenyum seakan mengejek laki-laki yang ada dihadapannya saat ini.
"kita udah selesai saat anda memutuskan untuk pergi. Nggak ada alasan apapun yang pengen saya dengar dari anda." kata Zafira dengan tegas
Zafira segera masuk kedalam mobil dan mulai menyalakan mobil itu lalu pergi meninggalkan kawasan masjid. Dan laki-laki itu terus menatap kepergian mobil Zafira.
Disepanjang perjalanan Zafira tidak bisa menahan air mata yang sedari tadi berusaha ditahannya agar tidak tumpah. Namun kini tangis itu tumpah. Sesak didada yang ia rasakan.
"kenapa kamu kembali? Kenapa kembali disaat aku ingin memulai kehidupan ku tanpa kamu? apa kamu masih belum puas buat nyakitin aku?. Kenapa kamu jahat? Kenapa a? Nggak seharusnya a Reyhan kembali" Zafira terus bermonolog.
__ADS_1
Setelah beberapa menit diperjalanan Zafira bergegas masuk kedalam rumah. Dan berusaha semoga tidak ada yang melihat kepulangannya dalam keadaan yang seperti ini. setelah masuk kedalam kamarnya Zafira mengunci pintu kamarnya dan membantingkan tubuhnya diatas tempat tidurnya yang empuk. Dan menumpahkan sua tangisnya. Zafira terus menangis. Luka itu baru saja kering namun sudah kembali disiram dengan air garam. Zafira terus menangis hingga lelah dan membawanya ke alam bawah sadar.