
Zafira termenung. Berusaha mengendalikan perasaannya saat ini. Ingin rasanya dia menangis. Namun hati kecilnya bertanya pantaskah dia menangis untuk orang yang tidak pernah mengerti perasaannya. sebesar apapun perasaannya tetap hanya memiliknya seorang.
Kiya terus meperhatikan sikap Syerly dan juga Vania yang terus mencari perhatian Almeer. Kiya mengerti apa yang dirasakan sahabatnya kini. Dia saja yang tidak mencintai Almeer merasa sakit hati. saat melihat Almeer yang begitu perhatian pada Syerly dan Vania. Bagaimana dengan Zafira yang jelas-jelas masih mencintai laki-laki itu.
"Fira, Are you Okey? Tanya Kiya pada Zafira sambil berbisik.
Zafira mengangguk.
"Loe yakin?" tànya Kiya memastikan.
. Dan lagi-lagi Zafira mengangguk.
"Tapi gua yang nggak yakin. Kita pulang aja ya?" ajak Kiya
"Iya. Kita pamit dulu sama mereka" kata Zafira tidak bersemangat.
Zafira dan Kiya pun berjalan menghampiri ranjang Almeer. Elmeer yang Melihat Zafira dan Kiya berjalan kearah Almeer pun bersiap.
"Kang. Kita berdua pamit ya. Semoga lekas sembuh." kata Kiya berpamitan.
"Biar Aku antar Kalian ya?" kata Elmeer menawarkan diri" Zafira tersenyum.
."Tidak usak Kak. Kita bawa mobil. Kita nggak mau ngerepotin Kakak. Lebih baik Kakak temani Kang Almeer Aja" kata Zafira menolak tawaran tersebut.
"Tapi kalian Berdua bisa mengawal mereka dari belakang dengan mobil kalian. Setidaknya kalian Harus pastikan mereka sampai depan Apartment mereka dengan selamat. karena itu tugas kalian menjaga orang-orang yang kalian sayang. Bolehkan Fira?" kata Almeer pada Elmeer dan Althaf.
Zafira Diam. Dia bingung kenapa sikap Almeer sewaktu-waktu begitu perduli kepadanya. Membuatnya merasa melambung, tapi seketika juga dihempaskan kebawah oleh kenyataan.
"Gimana boleh sayang?" tanya Elmeer.
"ekhemm.. cie cie. sekarang udah panggil sayang-sayangan nih ya.. " kata Althaf menggoda Zafira dan Elmeer.
Almeer terdiam. dari raut wajahnya sulit ditebak.
"Kak Althaf bisa diem nggak?!" kata Nadira.
"Iya maaf. yaudah jadi gimana boleh nggak ini kita ikutin dari belakang?" kata Althaf.
__ADS_1
Zafira berfikir sejenak.
"Iya. Boleh" kata Zafira akhirnya.
"Makasih ya" kata Elmeer terlihat senang.
"Semuanya Kita pamit duluan ya. Kang Almeer semoga lekas sembuh. Assalamualaikum" kata Zafira
"Makasih ya sudah menenguk dan makasih atas doanya. Kalian hati-hati dijalan. Waalaikumsalam" kata Almeer
......................
"Terimakasih ya Kak. udah nganterin kita sampe depan apartement." kata kata Kiya.
"Iya sama-sama." kata Althaf.
"Fira, kamu nggak Apa-apa kan?. Aku perhatiin selama dirumah sakit kamu diam aja. Apa Kamu sakit?" tanya Elmeer terlihat khawatir.
"Iya Fira. Aku perhatiin juga kamu diam aja. kalau sakit kenapa nggak bilang. kan di rumah sakit bisa periksa dulu tadi. apa mau kita anterin lagi berobat kerumah sakit?" kata Althaf.
"Iya. Kita anter berobat aja ya." kata Elmeer.
"emang Kamu lagi mikirin apa sih?" tanya Elmeer.
Seketika Zafira menengok ke arah Kiya. ia bingung nggak mungkin dia jawab sebenarnya. Tapi dia juga nggak mau bohong.
"Biasa Kak. Privasi Cewek. Tapi bukan hal yang terlalu penting juga sih. Dan sebenarnya nggak perlu dipikirkin juga sih. Ya Kan Fira?" kata Kiya berusaha membuat alibi.
"Iya" kata Zafira sambil tersenyum canggung.
"oh ya udah kalau gitu. Kamu jangan capek-capek ya. Jangan mikirin sesuatu yang nggak perlu dipikirkin. Tapi kalau mikirin Aku sih nggak apa-apa." kata Elmeer.
"Yey.. Itu juga belom boleh doang. Kan masih belum muhrim. Nikah dulu, baru deh"
"Iya.. Aku sih udah siap tapi tanya dong sama sahabat Kamu itu udah siap belum jai nyonya Syam?" kata Elmeer.
Seketika raut wajah Zafira menjadi pias. Kiya menyadari perubahan wajah Zafira.
__ADS_1
"Kalau gitu aku juga harus cepet nikahin kamu dong biar kamu terus mikirin Aku dan Aku juga" kata Althaf.
"Apaan sih Kak." kata Kiya salah tingkah.
Melihat Zafira yang berusaha keras menahan tangisnya. Kiya berinisiatif meminta mereka segera pulang.
"Tuan-tuan yang terhormat. Maaf ya bukan maksud hati nggak sopan. Tapi ini sepertinya kami mau masuk sekarang mau siap-siap buat sholat juga. Jadi dengan terpaksa Saya meminta Tuan-tuan untuk silahkan pergi." kata Kiya
"oh ya udah. Kita pamit pulang ya. kalau ada apa-apa langsung kabarin kita. Assalamualaikum" kata Elmeer.
Setelah mereka pulang Zafira langsung masuk kedalam. Dia berjalan kearah sofa. menghempaskan bokongnya diatas sofa yang empuk itu. Menundukan kepalanya dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Setelah menutup pintu apartement. Kiya berbalik kebelakang dan melihat sahabatnya sedang tertunduk. Kiya menghampiri Zafira dan duduk disebelahnya. Terdengar suara Zafira sedang terisak menangis.
"Fira." Kiya memanggil sahabatnya.
Zafira menengok ke arah Kiya. dan langsung berhambur kepelukan Kiya. Kiya pun menyambut pelukan sang sahabat. Zafira menangis diperlukan sang sahabat. Dan Kiya pun membiarkan untuk beberapa saat agar Zafira merasa tenang.
"Gua ngerasa jadi orang Bodoh dan juga jahat diwaktu yang bersamaan." kata Zafira sambil sesegukan.
"Fira" kata Kiya lembut.
"Gua jatuh cinta berkali-kali sama orang yang sama. Padahal Gua sendiri juga tau. Berulang kalipun Gua jatuh cinta sama dia berulang kali juga Gua kecewa. Dan sebesar apapun perasaan cinta Gua sebesar itu juga Gua akan terluka. Gua Bodoh kan? ya Gula bener-bener bodoh." kata Zafira sambil terus menangis.
"Fira." kata Kiya.
"Dan Gua bukan cuman bodoh tapi Gua juga jahat. Gua jadiin Kak El sebagai pelarian. Gua pikir gua bisa belajar mencintai Kak El biar bisa buat lupa sama dia. tapi nyatanya apa. Gua justru nyakitin dia dan juga nyakitin diri Gua sendiri." kata Zafira lagi
"Kenapa Gua harus jatuh Cinta ke orang yang sama sih. orang yang jelas-jelas nggak akan pernah bisa Gua gapai. Gua kira sikap dan perhatian baik dia selama ini Karena dia punya perasaan yang sama. Gua kira saat dia mau jadi pengantin pengganti itu karena dia nggak mau liat kehormatan Gua hancur dihadapan Masyarakat. Tapi nyatanya gua salah" kata Zafira.
"Ternyata selama ini gua salah mengartikan kebaikan dia. emang dasarnya dia orang baik. makanya dia baik ke semua orang. Banyak orang yang dia tolong. Dan dia selalu tolong orang-orang yang butuh bantuan. dan mungkin aja diluar sana ada Zafira-Zafira lainnya. yang bernasib sama kayak Gua. yang juga Dia tolong." kata Zafira
"Udah Fira cukup. Jangan mikirin hal yang justru makin buat loe sakit hati. Disini nggak ada yang salah. nggak bisa kita nyalahin salah satu diantara kalian. Cinta itu datang tanpa bisa ditebak. kita nggak bisa milih kesiapa kita bakal jatuh cinta. baik loe, Gua, ataupun Dia bahkan semua orang dimuka bumi ini nggak ada satupun yang bisa milih Kesiapa Kita akan jatuh cinta." kata Kiya
Tiba-tiba Syfa masuk. dia baru saja datang setelah selesai mengurus catering untuk acara pernikahannya. Syfa bingung saat melihat Zafira menangis diperlukan Kiya. Syfa bertanya pada Kiya dengan bahasa isyarat. dan Kiya menjawabnya dengan bahasa isyarat juga. Kemudian Syfa duduk disisi Zafira yang lainnya.
"Gua ngerasa bersalah sama Kak El. Dia tulus cinta sama Gua. Dia baik baik banget. Tapi kenapa Gua nggak bisa sedikitpun membalas perasaannya. Ada didekat Kak El buat Gua makin merasa bersalah. Gua nggak seharusnya jadiin dia pelarian. Seharusnya Gua nggak terima lamaran Dia disaat hati Gua sendiri belum siap. Harus sampai kapan Gua nyakitin Kak El. Dan Harus sampe kapan Kak El terluka menunggu. Sedangkan Gua sendiri nggak tau apa gua bisa mencintai Dia.
__ADS_1
"Maafin Kita ya Fira. Kia yang nyaranin loe buat belajar mencintai Kak El dan menerima lamarannya. Kita pikir dengan begitu loe Bisa belajar mencintai Kak El dan melupakan perasaan loe buat dia. tapi justru kita buat loe jadi kayak gini. Ngerasa bersalah dan tertekan." kata Syfa.
Syfa dan Kiya pun memeluk Zafira. mereka bisa merasakan luka hati Zafira. harapan mereka semoga waktu segera menyembuhkan luka hati Zafira. dan memberikan Zafira kebahagiaan hidup bersama dengan orang yang mencintai dan di cintai Zafira.