
Selepas makan siang mereka memutuskan untuk sholat dzuhur terlebih dahulu sebelum menonton Film.
"Kalian duluan Aja nggak apa-apa. Nanti Gue nyusul." kata Fira.
"Seriusan?. Nggak mau kita tungguin aja?" kata Syfa dan Kiya.
"Beneran nggak apa-apa. Kalian duluan aja. Nanti Gue nyusul. Lagian disini masih antri mukenanya." kata Zafira.
Syfa, Kiya dan Nadira pun memutuskan untuk pergi duluan. Mereka pergi bersama Ali, El, dan Ashraf. Sementara Hana dan Zafira masih menunggu giliran mukena.
Selepas sholat mereka merapihkan kembali hijab mereka.
"Jadi kamu memutuskan menerima El. Apakah itu keputusan yang kamu buat dengan hati atau justru kamu ambil untuk pengalihan saja?" kata Hana.
"Maaf Maksudnya?" tanya Zafira.
"Kamu ngerti apa yang Aku maksud." kata Hana.
Zafira diam. Sepertinya Hana tau benyak mengenai dirinya. Tapi siapa Hana sebenarnya. Karena sebelumnya dia tidak pernah kenal Hana selain di restoran waktu itu.
"Tidak perlu heran. Ayo kamu sudah selesai kan?" kata Hana sambil tersenyum
Zafira sendiri masih bertanya-tanya siapa Hana sebenarnya. kenapa Dia tau tentangnya. Zafira dan Hana duduk diteras musholah untuk menggunakan sepatu mereka. Tak lama Almeer keluar dari dalam musholah.
Kedua pasang netra itu bertemu. Menyiratkan rindu yang berusaha mereka kubur. Untuk beberapa menit mereka masih terpaku dan saling berpandangan.
__ADS_1
"Astaghfirullahal adzim. Jangan biar kan setan ikut masuk dalam pandangan kalian" kata Hana sambil mengulum senyum.
Hana tau keduanya sama-sama merasakan rindu dan saling tersiksa. Namun mereka seakan mengubur dalam-dalam perasaan yang mereka punya. Entah bagaimana caranya menyatukan Mereka kembali.
Almeer dan Zafira merasa canggung. Zafira terlihat salah tingkah. Almeer tersenyum kearah Zafira. Saat melihat Zafira salah tingkah karena ulah Hana.
"Kalian masih mau pandang-pandangan? Atau mau bernostalgia dengan kisah kalian dulu. Kalau iya lebih baik Aku pergi duluan. Dari pada jadi obat nyamuk" kata Hana.
Almeer berusaha memberi kode pada Hana untuk berhenti menggoda Zafira.
"Sudah yuk. Mereka sudah menunggu." ajak Almeer.
Almeer berjalan dua langkah didepan Zafira dan Hana. Sedangkan Hana dan Zafira berjalan beriringan. Hana sesekali melirik kearah Zafira. Terlihat sepertinya ada hal yang ingin ditanyakan Zafira padanya tapi terlihat Hana segan untuk bertanya.
Zafira menengok kearah Hana.
"Maksud omongan kamu tadi apa? Kamu ngomong kayak tadi seakan kamu sudah sangat mengenalku. Padahal kita baru saja kenal." kata Zafira.
"Kamu tau Zein. Laki-laki Kaku, dingin dan cuek itu alasannya. Semua yang menyangkut tentang Dia, Aku pasti akan tau." kata Hana.
Zafira mengerti. Sejauh apakah hubungan mereka. Kenapa Hana tau segala hal tentang Almeer?. Lagi-lagi Zafira merasa terluka karena hal ini. Dia yang dulu pernah menikah dengan Almeer tidak tau apa-apa tentang kehidupan Almeer. Tapi Hana dia tau semua nya bahkan tentang dirinya.
"Sudah berapa lama kalian menikah?" tanya Zafira.
"Menikah? Dengan manusia kaku, cuek dan dingin kayak dia?. Buaahahahhah.." Hana tidak bisa menahan tawanya. Dia tertawa sangat keras. Dia tidak heran kenapa Zafira bisa berfikir demikian.
__ADS_1
Zafira bingung kenapa Hana tertawa seperti itu. Dan tadi apa dia bilang? Laki-laki kaku, cuek dan dingin?. Emang sih Almeer seperti itu, tapi kenapa Hana begitu berani mengatakannya secara gamblang sedangkan orangnya berada tidak jauh darinya.
"Berhenti tertawa seperti itu Hana. Atau kamu akan dianggap orang gila!" kata Almeer kesal dengan tingkah sang sahabat.
"Tuh liat. Dia itu kaya robot. Bisanya Merintah kaku dan jarang senyum. Hidup dengan Dia rasanya akan sangat membosankan." kata Hana.
"kenapa ?" tanya Zafira
"Aku tau kenapa kamu bisa berfikir seperti itu. Karena kejadian di restoran tempo hari kan. Nggak usah heran Kami emang suka bercanda seperti itu untuk mengelabui orang-orang yang sok tau. yang ingin sok ikut campur urusan orang." kata Hana.
"Maksudnya?" tanya Zafira.
"Kita ini sahabatan dari dulu. Emang sih nggak ada yang betah jadi teman apa lagi sahabatnya Almeer. Secara Dia orang nya kaku dan susah diajak senang-seneng. Tapi persahabatan kami sudah berlangsung hampir 10 tahun. Selain sahabat. Aku sudah anggap Dia seperti Adik, temen berantem, temen curhat bahkan pasangan disaat darurat" kata Hana.
"Maksudnya? Jadi kalian nggak nikah?" tanya Zafira.
"Tidak Fira. Kami hanya berteman. Sahabat. Sebatas sahabat. Tidak lebih. Jika kamu tau banyak hal tentang Almeer tentu kamu tidak akan menduganya. Karena yang diperlihatkan Almeer diluar sangat bertolak belakang dengan kehidupan dan kisah nya yang sesungguhnya"
"Pantas Itu sebabnya semakin Aku ingin mengerti dirinya. Semakin Aku merasa terjabak dalam keadaan yang sulit ku mengerti" kata Zafira pelan.
"Belum saatnya Kamu tau semua hal tentang nya. Biar waktu yang menjawa setiap tanyamu. Ayo. Dia sudah mendengar obrolan kita. Aku takut dia akan marah jika Aku lanjutkan obrolan ini" kata Hana
Mereka pun terus berjalan kearah gedung bioskop. Almeer mendengar segalanya. Ingin sekali dia menyumpal mulut Hana. Tapi dia tidak akan pernah bisa melakukannya. seandainya dia bisa menceritakan tentang jati dirinya pada Zafira rasanya itu akan mengurangi sedikit beban hatinya. Namun rasanya musatahi
Fira menyesal. Kenapa kenyataan ini baru dia ketahui sekarang. Disaat Fira sudah memutuskan menerima lamaran El. Seandainya kenyataan ini terungkap sebelum dia memutuskan. Mungkin sebelumnya dia akan memikirkan kembali pilihannya. Masih kan ada harapan untuk kisanya dengan Almeer? Atau semua memang sudah berakhir.
__ADS_1