
Disebuah Restoran Nadira, Ali, El, Althaf, Kiya dan Zafira sedang menunggu Arthur. Tak berselang lama Arthur datang. Dia lalu duduk disebuah kursi kosong yang sudah diatur.
"Ada apa?" tanya Arthur.
Nadira memberikan sebungkus plastik kecil berisi beberapa pil obat kehadapan Arthur. Arthur melihat pil tersebut berusaha menutupi rasa terkejutnya Dia bertanya dalam hati bagaimana bisa Nadira memiliki obat-obat itu. Arthur merasakan aura intimidasi disekitarnya.
"Tolong jelaskan?" kata Ali.
"Apa yang harus dijelaskan?" kata Arthur berkilah. seakan dia tidak tau apapun tentang obat-obat itu.
"Kak. Aku udah tau ini obat apa. tapi yang jadi pertanyaan. kenapa obat ini ada di kamar Kak Zein? Aku tau kakak pasti tau jawabannya. Tolong kasih kami jawaban dan nggak perlu ada yang ditutupi lagi dari kami" kata Nadira
Arthur masih bungkam. Memikirkan apakah sudah waktunya dia mengatakan rahasia ini.
"Kami keluarganya. Kami berhak tau apa yang terjadi sama kakak kami. Kami sudah menghubungi beberapa ahli psikolog untuk mencari tau tentang obat ini. Kami harap obat itu bukan milik KakZein. kami berusaha meyakinkan diri kami kalau kak Zein itu sehat dan nggak punya gangguan kejiawaan. Makanya tolong jelaskan ke kita sejelas-jelasnya." kata Nadira.
Matanya sudah mengembun. Merasakan sesak saat memikirkan jika benar kakaknya memiliki tekanan mental. Arthur menghela nafas panjang.
"Apa yang kalian dengar dari para psikolog itu benar. dan obat itu emang punya kak Zein. Yang artinya kak Al memiliki masalah dengan mentalnya. Tapi dia bukan orang gila. Dia orang waras yang hanya mengalami tekanan mental akibat pobia yang berujung pada Trauma. Selama ini Kak Al meminta saya merahasiakan ini dari kalian" kata Arthur.
"tapi kenapa?" tanya Althaf.
"Karena dia tidak ingin kalian tau jika Dia memiliki gangguan menta. Dia selalu berkata dia ini orang gila yang tidak pantas berada diantara kalian. setiap hari dia merasakan hal itu. Bahkan sekalipun saya dan para psikolog mengatakan hal itu salah Dia tetap menganggap dirinya tidak waras. Semua cara dan pengobatan sudah dilakukan tapi tidak membuahkan hasil dan tetap tidak bisa menghilangkan trauma itu. Kak Al terpaksa harus terus mengkonsumsi obat-obatan itu agar trauma itu tidak muncul secara terus-menerus. Dan bisa sedikit membuatnya lebih tenang." kata Arthur.
"Trauma?" tanya Ali
"Ya Trauma. Trauma pada kegelapan malam dan itu muncul manakala dia berada didalam ruangan dimalam hari. Setiap dia berada didalam ruangan, apapun walau ruangan itu terang bahkan nyaman tapi bila dimalam hari trauma itu pasti timbul. Dia selalu ketakutan bila berada didalam ruangan ketika malam tiba. Itu sebabnya Kak Al nggak pernah ada di dalam kamar atau mau masuk kedalam ruangan apalagi gelap dimalam Hari." kata Arthur.
__ADS_1
"Jadi yang Kak Zein bilang dia nggak bisa tidur tiap malam karena punya insomnia itu nggak benar?. yang sebenarnya dia tidak bisa tidur karena dia trauma sama malam begitu?" tanya Ali.
"Ya. Bahkan kak Al selalu berada diluar ruangan ketika sudah memasuki pukul 10. Jika pukul 10 dia masih berada di dalam ruangan atau kamar dia akan mulai panik. Seluruh tubuhnya bakal bergetar keringat bercucuran. Dan jika ia mencoba melawan traumanya maka hal buruk akan terjadi."
"Apa?" tanya El
"Kak Al pernah mencoba melawannya. Alhasil keesokan harinya dia ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri. keluar darah dari hidungnya. dan alhasil dia akan tidak sadar selama 3 hari. Dia sempat berpikir dengan begitu ia bisa istirahat dalam ketidaksadarannya. Dia terus melakukan hal itu. Namun nyatanya salah. yang dia lakukan justru memperburuk keadaannya.
"Maksudnya?" tanya Kiya penasaran.
" Ya. yang dia lakukan justru membuat otak nya semakin tertekan. Dia pernah koma 3 bulan. dia berusaha keras melawan traumanya. Namun usaha yang dia lakukan terlalu keras. membuat otaknya semakin tertekan sehingga terjadi pendarahan diotaknya sehingga keadaannya kritis dan terbaring koma. Sejak saat itu saya selalu mewanti dan mengawasi Kak Al agar dia tidak melakukan hal yang sama lagi. sampai akhirnya Kak Al memutuskan belajar di pesantren setelah kulaihnya selesai. Saya bersyukur saat Kak Al memutuskan belajar di pesantren" kata Arthur.
"Kenapa?" tanya Kiya.
"Sejak belajar di pesantren dia jauh lebih tenang. jauh lebih terkendali dan bisa mengatasi Traumanya. Dan sikap dia jauh lebih terkontrol. Saya sempat berfikir jika perlahan Trauma itu akan hilang bila dia terus berada di lingkungan pesantren. Tapi sayang suatu keadaan membuatnya meninggalkan pesantren. Sampai akhirnya Nadira bertemu dengan Kak Al. namun lagi-lagi saya cemas saat Kak Al memutuskan pergi ke Rusia untuk mengungkap misteri pembunuhan kedua orang tua Kak Al. Tapi bekal di pesantren cukup membuat Kak Al bisa lebih mengendalikan diri." Kata Arthur.
"Zein terlihat baik. Bahkan tidak terlihat seperti orang yang memiliki trauma. Apa artinya dia sudah sembuh?" kata Elmeer.
"Nggak mungkin." kaa Ali
"Hal itu terjadi setiap kali ada hal yang menyangkut dengan kematian kedua orang tuanya. Dan setiap kali perasaan itu muncul maka tidak ada seorang yang mampu mengendalikannya bahkan dia sendiri." kata Arthur
"Apa yang biasa dilakuin Kakak kalau hal itu terjadi?. Kakak nggk pernah ngelakuin hal yang dilarang kan. seperti membunuh orang kan? tanya Ali.
"setiap kali yang berkaitan dengan pembunuhan orang tua Kak Al muncul ada di hadapannya. Yang dilakuin Kak Al pergi ke sasana Gulat ilegal. Disana dia akan bertarung dengan para pegulat hebat berbadan kekar. Disana perkumpulan orang-orang yang tidak mengenal kata ampun. Dan siap menghabisi lawannya. Biasanya setiap yang kalah dalam ring tidak akan selamat. Hanya orang yang beruntung bisa bertahan dan hanya koma saat Dia kalah dalam pertandingan di atas ring." kata Arthur
"Maksudnya yang menang itu yang berhasil buat lawannya terkapar?. Tapi siapa yang mau ngorbanin nyawanya dipertandingan gila itu" tanya Zafira.
__ADS_1
"Iya. Ada banyak malah. Karena uang. Setiap pemenang bisa mendapatkan uang yang sangat banyak. Bahkan ratusan juta. Karena banyak para mafia dan gangster yang turus mensupport dan mendanai acara itu. Bisa dibanyangkan gimana seramnya tempat itu." kata Arthur
"Tapi Kakak nggak pernah ikut bertanding kan?" tanya Nadira.
"Kak Al adalah salah satu pegulat favorit disana. bahkan Kak Al bisa menumbangkan lawannya hanya dalam dua ronde. Kamu tau apa yang di lakuin Kak Al dengan lawannya itu?" kata Arthur.
Mereka semua kaget. tidak membayangkan jika benar begitu. Apakah Almeer?
"Nggak mungkin Kak Al tega ngebunuh orang. dia orang yang baik bahkan sangat lembut." kata nAdira.
"Dia baik sangat baik. Itu sebabnya dia nggak pernah membuat lawannya mati. Hanya sampai koma. walaupun Kak Al bisa saja melakukannya. lagian disana pertandingan ilegal. Tidak akan masuk penjara saat membuat lawannya mati. Karena ini pertandingan ilegal. Jadi petarung tidak memiliki jaminan apapun atas nyawa mereka." kata Arthur.
"Ya Allah kak " Nadira sangat shock mendengar fakta itu.
" itu sebabnya dia tidka ingin kalian tau hal ini. dia selalu berusaha menutupi traumanya ini. Dia selalu berusaha bersikap baik dan tenang dihadapan kalian. Dan saat emosi dan perasaan nya Sulit terkontrol dia lebih memilih menjauh dari kalian. menghilang. Sebentar kalian bilang sudah satu Minggu Kak Al ngilang. Apa mungkin?." kata Arthur
"Apa mungkin apa?" tanya Ali
"Saya nggak tau apa yang terjadi. tapi saya rasa ada hal yang membuat emosinya menaik dan perasaan yang membuatnya tertekan. Itu sebabnya Kak Al menghilang dari kalian. Karena dia ingin mengendalikan dirinya dulu. Dia takut tidak bisa mengendalikannya saat bersama kalian. Saya yakin dia disana. Saya pergi dulu" kata Arthur bangkit berdiri.
"Mau kemana?" tana Elmeer.
"Mencari Kak Al." kat Arthur.
"Kita ikut" kata Nadira.
"Jangan. Tempatnya berbahaya. Ran kalian nggak akan sanggup ngeliat dan ada ditempat itu." kata Arthur.
__ADS_1
"Nggak mau tau. Aku mau ikut. Aku mau cari kakak. Aku mau pastiin Kakak baik-baik saja. "
Setelah berpikir sejank akhirnya Arthur mengangguk.