
Sepulangnya dari Mall. El segera masuk kedalam rumah. Keadaanya pulang sangat jauh berbeda dengan saat dia hendak pergi. Lemes dan tidak bersemangat. Si Bibi bingung melihat majikannya terlihat murung.
"malam den, non" sapa bibi.
"malam bi. Makasih bi." jawab Nadira
Mereka masuk kedalam.
"malam Nek, Kek, Mbok." kata mereka.
Mereka langsung menghampiri Nenek dan kakek. Lalu Bersalaman. Nadira memilih duduk bersama mereka diruang tv.
"El langsung ke kamar ya, ada kerjaan yang harus diselesaikan" kata El pamit.
"kamu makan dulu" kata Nenek.
"kami udah makan Nek tadi. Aku ke atas ya" kata El.
El pun pergi kekamarnya.
Mereka heran ada apa dengan El sebenarnya?.
Kenapa dia terlihat tidak bersemangat?. Bukan kah dia habis ketemu Zafira. Harusnya dia seneng dong. Tapi ini malah lesu.
Nenek, Kakek dan si mbok juga sudah tau jika El mencintai Zafira. Mereka bahkan mendukungnya. Jika perlu mereka ingin segera melamar Zafira untuk El segera. Itu sebabnya mereka selalu mencari cara agar Zafira sering-sering bersama El.
"Saz, Kakakmu kenapa?" tanya Kakek.
"kayaknya lagi patah hati" kata Nadira.
"patah hati? Kenapa?" tanya Nenek.
__ADS_1
"apa Dia udah nyatain perasaannya ke Zafira?" tanya Kakek.
"jadi ceritanya El Nyatain cinta ke neng Zafira tapi ditolak gitu. Cinta bertepuk sebelah tangan dong?" kata Si mbok
"Ya Allah. Kasihannya cucu ku. Baru aja dia mau membuka hatinya setelah patah hati ditinggal mati tunangannya. Sekarang patah hati lagi di tolak cintanya." kata Nenek sedih.
"bukan begitu ceritanya." kata Nadira meralat jalan pikiran para orang tua itu.
"lalu?" tanya Kakek.
Nadira pun menceritakan apa yang terjadi siang tadi di Mall. Dan semua percakapannya. Tanpa ada yang dikurangkan atau pun di lebih-lebih kan. Para orang tua itu pun mengangguk mengerti.
"sebenernya yang dikatakan Fira juga nggak salah sih. Ya kita kan emang para kaum wanita emang pengen pendamping yang seperti itu" kata Si mbok.
"iya bener sih mbok. Terlebih Fira juga punya masa lalu yang kelam tentang percintaan. Mungkin itu sebabnya dia lebih memproteksi dirinya agar tidak kembali patah hati" kata Nadira.
"iya betul. Berarti memang El nya saja yang belum sukup kuat buat memperjuangkan cintanya. Masa baru dikasih jawaban seperti itu saja sudah lemah. Gimana kalau beneran ditolak. bisa-bisa Nangis bombay dia" kata sang Kakek.
Berbeda dengan Nadira dan para orang tua itu melanjutkan obrolan mereka . Berbeda hal nya dengan El yang terlihat duduk dipinggir tempat tidurnya. Kata-kata Zafira terus terngiang di telinganya. Dia kembali teringat tentang kedekatannya dengan Fira. sulit rasanya mendekati wanita itu.
Dia seperti memiliki pembatas. agar tidak ada satu laki-laki pun yang masuk kedalam hatinya. Setiap perhatian yang dia berikan rasanya tidak memberikan dampak untuk hubungan keduannya.
Walau akhir-akhir ini dia bisa merasakan sedikit perubahan. Chat nya dibalas dengan cepat. Dan mereka sering tegur sapa saat berpapasan. Namun itu masih tahap wajar antara teman. Atau bawahan dengan atasannya.
El jadi teringat bagaiman awal dia menyukai Fira. Sikapnya yang baik, kepada siapapun. Suka menolong. Ramah ke semua orang. Apa jangan-jangan selama ini dia salah mengartikan sikap Zafira terhadapnya.
Nyess.. Sakit rasanya saat mengetahui jika ternyata perasaannya bertepuk sebelah tangan. untuk menjernihkan pikirannya El memutuskan untuk berendam dikamar mandi sekalian membersihkan tubuhnya.
...****************...
Mentari kembali bersinar. Siap menyongsong hari yang baru. Membawa sejuta harapan untuk setiap makhluk dimuka bumi ini. Hari baru, harapan baru, semangat baru. Untuk sebagian manusia melakukannya. Namun tidak sedikit dari mereka yang tetap melakukan aktifitasnya namun enggan melepaskan kenangannya.
__ADS_1
Hari ini El memutuskan untuk melangkah maju. Walau mungkin dia masih belum bisa sepenuhnya menutup kenangan lama. terlebih harapan barunya yang baru saja dipatahkan. Pesismis rasanya Dia bisa kembali melambungkan harapannya.
El berusaha untuk terus melanjutkan aktifitasnya. Kembali fokus paka pekerjaannya. Mungkin dengan demikian Dia bisa meredam rasa sesak didalam hatinya. Saat langkahnya memasuki loby perusahaan banyak pasang mata yang menuju kepadanya.
Para karyawan yang melihatanya pun satu per satu menyapanya. Mengucapakan 'selamat pagi'. El pun membalas ucapan selamat pagi dari para karyawannya.
Zafira dan Kiya yang juga sedang absen hadir pun melihat ke arah El yang baru saja datang dan hampir mendekat kearahnya.
"Selamat pagi pak" kata Zafira dan Kiya.
"iya. Pagi" kata El. Hanya melihatnya sejenak dan langsung pergi.
Kiya sidikit bingung ada apa dengan El. sudah hampir seminggu sikapnya demikian terhadap Fira. Biasanya El selalu tersenyum saat Fira dan dirinya menyapa El disetiap bertemu. Atau El berhenti sejenak untuk sekedar berbasa-basi dengan Fira. Karena memang demikian biasanya. dan hampir semua karyawan dari divisinya pun tau.
Hari ini sikapnya semakin membuat Kiya menjadi semakin penasaran. Bukan sekali dia merasa jika El terlihat sedikit mengjindari Fira. Sepertinya mereka memiliki permasalahan. Tapi apa?. Fira juga tidak bercerita. Sepertinya dia akan mencari taunya sendiri. Karena percuma bertanya dengan Fira. Karena terlihat Fira juga tidak mengerti dengan perubahan sikap El ini padanya.
Didalam ruangannya, El berusaha keras untuk bisa fokus dengan kerjaannya. Karena sudah hampir seminggu ini dia kesulitan fokus pada pekerjaannya. Perasaannya yang galau membuat pekerjaannya berantakan. hal ini sangat mempengaruhi kinerja Anis. Dia yang menjadi kerepotan mengerjakan pekerjaan El.
El menatap galeri di handphonenya. Terlihat almarhumah tunangan uang paling dia cintai. Sudah sepekan dia teramat merindukan sosoknya. Sosok yang mengalihkan dunianya. Sosok periang penuh canda. Tingkahnya mampu merubah mood El yang berantakan menjadi indah.
"kenapa Sayang?. Kenapa kamu harus pergi? Tidak kah kamu disana lihat, Aku disini begitu tersiksa merindumu?" tanya El pasa gambar di Handphone nya.
"kenapa Kamu pergi?."
"Kenapa kamu nggak ajak Aku?. Kamu tau aku disini tanpamu?. Aku kehilangan harapan dengan yang namanya Cinta". Kata El
Tak bisa menahan perasaan dihatinya. Tetes air matanya jatuh.
"Aku menemukannya. Sosok yang bisa sedikit membuat luka ini terasa membaik. Namun perlahan Aku merasa tidak yakin apakah Dia mampu menerimaku. Seperti kanu menerimaku. Sedang ku tau kalau dia ternyata masih begitu mencintai orang lain" kata El.
"Aku harus bagaimana sayang?. Aku ingin bisa terbebas dari luka ini. Apakah aku nggak pantas bahagia? Kenapa aku harus jatuh cinta kepada orang yang masih belum bisa melupakan masa lalunya?." kata El terlihat begitu frustasi.
__ADS_1
Nadira yang berdiri dibalik pintu ruangan El pun bisa mendengar dengan jelas jeritan hati sang Kakak. Dia tidak menyangka jika Kakaknya itu kini sedang mengalami gejolak perasaan yang begitu menyiksa. Memang benar Fira masih belum bisa melepaskan masa lalunya. Namun dia juga tidak bisa menyalahkan Fira untuk luka yang dirasakan sang Kakak kali ini.