
Terhitung sudah tiga bulan Almeer berkerja menjadi salah staff accounting BM. Sudah banyak informasi yang dia kumpulkan. Bahkan dia sudah bisa melihat keretakan orang-orang BM. Banyak perbedaan pendapat diantara mereka. Hal ini membuat Almeer semakin mudah untuk mengadu domba mereka.
Malam ini salah satu rekan kerja Alemer sedang merayakan aniversery pernikahan mereka. Semua staff Acounting BM diundang termasuk Almeer. Acara ini cukup meriah. bahkan para petinggi BM ikut hadir diacara ini. Karena sang tuan rumah merupakan salah satu orang penting di BM.
Almeer merasa sesak dengan suasana didalam. Bukan karena tempatnya yang sempit. Namun banyak para bedebah yang hadir diacara ini. Almeer harus berusaha lebih keras agar bersikap normal dan tidak memancing keributan. Almeer menjauh dari keramaian didalam pesta.
Grepp..
tiba-tiba Almeer merasa ada seseorang yang memeluknya dari belakang.
"shuuttt.. Jangan bergerak. biarkan seperti ini sebentar" terdengar suara seorang wanita.
Almeer diam. Berusaha mencerna keadaan ini. Namun siapa wanita ini kenapa tiba-tiba dia memeluknya. Almeer tidak ingin terus berada dikeadaan seperti ini. Almeer membalikan badannya.
Almeer terpaku saat mengetahui sosok wanita cantik yang memeluknya. Matanya yang biru, hidungnya yang mancung, bulu matanya yang lentik dan bibirnya yang manis menampilkan senyumnya. Almeer menatapanya dengan tatapan yang sulit diartikan. Tidak sengaja netra Almeer melihat Alenzo yang tak lain tangan kananya Rudolf sang king melihat kearah kami.
Kini Almeer mengerti alasan kenapa wanita ini memeluknya. Terlihat jelas kilat api cemberu dari wajah Alenzo. Kini Almeer berusaha mengikuti alur wanita ini.
Almeer dan wanita ini saling bertatapan. Tatapannya yang dalam. Berusaha masuk kedalamnya. Dan perlahan keduanya semakin dekat. Sang wanita semakin dekat. Terus mendekat. Bahkan hembusan nafas keduanya bisa mereka rasakan. Dan tiba-tiba sang wanita mendekatkan bibirnya lalu menci*m Almeer. Setelah sekian detik ci*man itu terlepas.
"sial. First kiss gua" dalam hati almeer.
Keduanya saling bertatapan. Dan lagi wanita itu kembali menci*um Almeer. Ci*uman kali ini cukup mendalam. Wanita itu mengalungkan tangannya pada leher Almeer. namun Almeer masih tidak membalas ci*man itu.
__ADS_1
Setelah hampir tiga menit wanita itu melepas pagutan itu. Dan memalingkan wajahnya. Jujur saja dia sendiri merasa malu telah melakukan hal tak senonoh ke laki-laki yang tidak dia kenal sama sekali. Dia memejamkan matanya berharap apa yang dia lakukan tadi tidak pernah terjadi. Wanita itu berjalan ke pinggir tiang.
Almeer berjalan menghampiri wanita itu dan berdiri tepat disebelahnya. bersandar pada pegangan tiang dan menatap pekatnya langit malam.
"maaf" terdengar suara dari wanita itu.
"untuk apa? Karena telah mencium saya?" kata Almeer
Mendengar kata-kata Almeer ingin rasanya wanita itu menengelamkan mukanya. Malu rasanya mengingat tindakan konyolnya.
"atau karena menjadikan saya pancingan agar dia cemburu" kata Almeer lagi
Mendengarnya seketika membuat wanita itu menengok kearah Almeer. Apa dia tau? . Wanita itu bertanya-tanya.
Mengingat tadi adalah first kiss nya. selama ini dia tidak pernah dekat apalagi sampai kontak fisik dengan wanita termasuk mantan isterinyadan kini First kiss nya di rebut oleh orang yang tidak dia kenal. sungguh ironis.
"terimakasih telah menyeret saya dalam permasalahan kalian. Satu pesan saya. Selesaikan masalah kalian tanpa perlu melibatkan orang lain" kata Almeer ingin beranjak dari sana.
"tunggu." kata wanita itu
Almeer diam.
"saya hanya ingin dia berhenti. Hanya ini yang bisa membuatnya berhenti" kata wanita itu.
__ADS_1
"sepertinya kamu belum mengenal kekasihmu itu lebih jauh" kata Almeer.
"dia bukan kekasih saya. Dan bahkan sekarang saya begitu membencinya." kata Wanita itu terlihat begitu marah.
Almeer berbalik badan. Terlihat kebencian di wajah wanita itu.
"aku bahkan benci saat mengingat kami pernah bersama" kata wanita itu sambil berusaha menyembunyikan air matanya dengan menunduk.
"jika kalian ingin selesai. Maka selesaikan semuanya tanpa melibatkan siapapun. Anda tau kesalahan anda kali ini bisa membahayakan orang lain. Dan sialnya kali ini ada pada posisi saya." kata Almeer.
"saya akan pastikan dia tidak akan mengganggu kamu. Ini terakhir kali kita bertemu" kata wanita itu dengan pasti.
"apa yang kamu pikirkan. Apa setalah melihat orang yang dicintai dan membuat nya cemburu bisa membebaskan saya begitu saja. Saya hanya staff biasa saya harus mulai bersiap untuk mencari pekerjaan ditempat lain. Dan sialnya tidak ada perusahaan yang lebih baik selain BM di negara ini. Benarkan? Kata Almeer
Wanita itu hanya diam.
"oh tidak. Salah. Mungkin seharusnya saya bukan bersiap untuk mencari pekerjaan yang baru atau mungkin seharusnya saya bersiap untuk menyiapkan posesi pemakaman untuk saya sendiri." kata Almeer.
Wanita itu diam. Dan terlihat takut. Rasa bersalah juga menghampirinya. Bagaimana bisa dia bertindak ceroboh tanpa berpikir panjang dengan resiko terbesarnya.
"satu pesan saya cukup saya yang kamu korbankan. Jangan lagi." almeer pergi meninggalkan wanita itu.
Almeer kesal kepada dirinya sendiri yang tidak bisa mengantisipasi kejadian tadi. Seharusnya dia menghindar. Dia akan terjebak delam kondisi ini. Rencana yang sudah dia susun rapih akan berantakan. Rencana yang sudah berjalan 60% harus hancur. Bahkan dia harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuknya.
__ADS_1
Almeer memutuskan untuk pamitan kepada sang tuan rumah. Dia tidak bisa berlama-lama didalam pesta ini. Segala hal akan mungkin terjadi. Namun dia harus bisa mengantisipasinya.