Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Takut Memulainya.


__ADS_3

Setelah Acara pengajian selesai. Orang Tua Zafira pun diminta untuk menginap di rumah Zein. mereka pun mengikuti keinginan anak-anak mereka. keni seluruh keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga untuk bercengkrama.


"Zein bawa isteri Kamu ke kamar. kasihan dia keliatan lelah banget." kata Nenek.


"Kak. jangan lupa ya kasih jeda. jangan di gas teroosa. kasian nanti kakak ipar." kata Ali dengan wajah jahilnya.


semua orang berusaha menahan tawa. seketika wajah Zafira berubah menjadi merah.


"Diem !" kata Almeer.


"Oh ya Ka jangan lupa baca doa dulu. biar nanti ceper jadi calon Zein junior nya.dan biar sifat baiknya Kakak ipar , turun ke Zein juniornya." kata Althaf yang ikut menggoda Almeer.


"udah. berhenti godain kakak kalian. biarin kakak kalian istirahat. Zein bawa isteri kamu ke kamar." kata ibu Panti yang membela Almeer.


Almeer dan Zafira pun pergi ke kamar mereka.


"Assalamualaikum." kata Almeer saat membukakan pintu kamar mereka.


*Waalaikumsalam."Zafira yang menjawab nya


saat pertama kali masuk. Zafira begitu terpukau. selain besar, rapih, kamar ini begitu harum dan juga nyaman.


"Ayo akang tunjukan Kamar kita." kata Almeer sambil menggandeng tangan Zafira.


"Ini ruang ganti. lemari ini berisi baju-baju akang. dan yang ini bisa kamu isi dengan baju-baju kamu. sebagian baju kamu sudah ditata disini. ini rak sepatu. kamu juga bisa taro sepatu kamu disini. rak kosong ini nanti bisa kamu isi dengan barang-barang kamu seperti tas dan lainnya. kalau ini berisi jam tangan." kata Almeer sambil menunjukan satu per satu .


Zafira berdecak kagum. semua barang tertata rapih. luas tempat ini sama dengan luas kamarnya di apartemen.


"yang ini ruang kerja akang jika akang tidak ke kantor. akang kerja dari sini. ayo" kata Almeer.


Zafira terus memperhatikan sekeliling. buku-buku tersusun rapih dirak. bukan hanya buku juga kitab-kitab juga sama. banyak buku agama dan juga tentang bisnis tersusun di rak.


Almeer terus mengajak Zafira berkeliling melihat kamarnya. yang luasnya hampir sama dengan luar satu apartemen Zafira. yang didalamnya juga ada dapur mini.

__ADS_1


"mulai sekarang kamar ini jadi milik kita. dan kamulah ratunya. kamu berhak dan bebas melakukan apapun. jika ada bagian yang tidak kamu suka kamu bebas merubahnya" kata Almeer.


Zafira menggeleng-gelengkan kepala.


"semuanya terlihat sangat pas. cocok elegan dan nyaman. tidak ada celah yang bisa membuat Fira tidak suka. Fira nyaman ada disini" kata Zafira


Almeer tersenyum. ternyata Zafira menyukai seleranya.


"sekarikita bersiap untuk sholat isya ya. sekalian solat sunah juga" kata Almeer


Zafira mengangguk. mereka pun mulai bergantian mengambil wudhu. kemudian mereka solat berjamaah. dalam untaian doa terselip harapan agar pernikahan mereka langgeng dan diberikan keberkahan serta kebahagiaan.


Zafira terlihat sedang mengoleskan krim malam diwajahnya didepan meja rias.


"Ra.." kata Almeer


"iya kang". Zafira menengok. kearah Almeer.


terlihat Almeer sedang duduk dipinggir ranjang. hanya saja Almeer terlihat sedikit gusar. Zafira mendekati Almeer dan duduk disampingnya. Zafira menyentuh tangan Almeer yang sedikit gemetar.


Zafira menahan tangan Almeer.


"Tetaplah disini Kang. Bukankah Akang sudah janji akan memeberi Fira kesempatan untuk membantu akang. Kita janji akan lewati ini sama-sama. jadi tolong beri Fira kesempatan untuk menunaikan kewajiban Fira sebagai isteri akang. menemani akan dalam suka maupun duka. salam masa tersulit akang." kata Zafira lembut.


Almeer menatap lurus kearah mata Zafira. mencari kesungguhan disetiap perkataan Zafira. dan tak ditemukan sedikit pun kebohongan dan keraguan.


"Terimakasih." kata Almeer akhirnya memutuskan untuk tetap berada didalam kamarnya.


Almeer terus menahan diri. sekelebat bayang kejadian kelam itu kembali muncul. Almeer sakan mendengar kembali tangis kecil Almeer kecil yang menangis dalam diam melihat orangtuanya dibantai. keringat mulai mengucur dari dahinya. tangannya terus gementar.


Zafira bisa merasakan perubahan yang terjadi didiri sang suami. Tangannya pun ikut gementar saat menggenggam tangan sang suami. Zafira sedikit khawatir mengingat sang suami sudah mulai tidak bisa mengontrol dirinya. Zafira berusaha setenang mungkin agar sang suami bisa lebih tenang.


kini Zafira menghadap pada sang suami. terlihat keringat bercucuran. dan sang suami teus menggelengkan kepala sambil memejamkan kedua matanya berharap bayang-bayang itu tidak kembali muncul.

__ADS_1


"Akang. akang.. Sayang.. lihat aku". kata Zafira. sambil memegang wajah sang suami


Almeer pun membuka kedua matanya. dan pandangannya bertemu dengan kedua mata Zafira. Zafira tersenyum seakan meyakinkan Almeer ada dirinya sehingga Almeer tidak perlu takut. namun Almeer terlihat ragu dan menggelengkan kepalanya.


"Sayang jangan takut. Ada aku disini" kata Zafira terus meyakinkan Almeer.


namun Almeer terus menggelengkan kepalanya dengan kepanikan yang semakin bertambah.


melihat sang suami yang semakin ketakutan. Zafira langsung menarik sang suami kedalam pelukannya. dengan erat Zafira memeluk sang suami berharap sang suami bisa lebih tenang. dan Almeer pun memeluk Zafira degan sangat erat seakan tidka ingin kehilangannya..


Setelah hampir satu jam Zafira berusaha menenangkan sang suami. dirasa Almeer mulai berangsur membaik. Almeer melepaskan pelukan tersebut. dengan lembut Zafira mengusap kening sang suami yang penuh dengan keringat. pandangan keduanya bertemu.


Saling mendalami kedalam tatapan itu. dan semakin lama Almeer semakin mendekat. terus mendekat. seakan tatapan nya tertuju pada bibir sang isteri. semakin dekat dan terus mendekat.


( Ya Allah. kok Kang Almeer terus mendekat. aduh apa jangan-jangan Kang Almeer mau cium aku lgai. aduh kok aku jadi deg-degan gini ya. Aduh gimana ini. ini kan pertama kalinya Aku ciuman. Aduh aku harus gimana ya? ) kata Zafira dalam hati.


Almeer terus mendekat. hingga kedua bibir mereka bersentuhan. dan dengan lembut Almeer menci*m Zafira. Zafira yang belum pernah melakukannya hanya bisa diam. Semakin lama Almeer menuntut Zafira untuk membalas Ci*mannya. yang semula lembut kini semakin menuntut. Ci*man itu berubah menjadi lum*tan. semakin dalam dan semakin menuntut. Hingga Zafira hampir kehabisan nafas. Almeer pun melepaskan pautan itu.


Almeer tersenyum lembut sambil mengusap bibi sang istri yang terlihat membengkak. dan tak lama gerakan tubuh Almeer semakin beringsut mendekat semakin dekat. Zafira pun semakin mundur dan mundur hingga posisinya berubah menjadi tiduran dan Almeer ada diatasnya.


"Ya Allah. apa Kang Almeer akan minta hak nya sekarang?. aku harus gimana ini?." (kata Zafira dalam hati).


Zafira semakin deg-degan. bingung bercampur takut. apa yang akan dia lakukan. Tapi bagaimanapun juga ini adalah kewajiban nya.


"Ya Allah apakah ini waktunya. untuk Aku menerahkan kehormatan ku untuk suamiku. Aku harus bagaimana Ya Allah." kata Zafira ditengah rasa Deg-degan nya.


disaat posisi keduana yang sudah semakin dekat dan siap tiba-tiba bayangan kelam itu kembali datang. dan seakan Almeer mendengar suara tangisan yang menggema di kamarnya. wajah Almeer berubah menjadi takut. bayang-bayang itu terus menghantuinya.


"Gimana Kalau gue nggak bisa sembuh. dan Gue terus ketakutan tiap malam. gimana dengan Zafira. apa dia bakal tetep kuat mengahadapi ini sama gua. apa gue sanggup ngasih nafkah batin kalau gua aja masih suka ketakutan gini. Gimana kalau ternyata Gue terpaksa ngelepas Zafira. dan kalau Gue lakuin ini sama Zafira. nanti ketika Gue terpaksa melepaskan dia Zafira sudah bukan perawan lagi. apa nanti akan ada laki-laki yang mauenerima Zafira saat tau Zafira sudah bukan perawann lagi. nggak gue nggak bisa ngelakuin ini. nggak. kasihan Zafira." kata Almeer dalam hati.


Almeer pun segera bangkit. dan Zafira pun ikut bangun dan duduk disampingnya.


"Kenapa Kang?" tanya Zafira.

__ADS_1


"Maaf." satu kata yang hanya mampu terucap dari mulut Almeer.


Almeer segera beranjak dari tempat tidur. dan pergi kekamar mandi. Zafira hanya mampu melihat Almeer dari tempatnya. hati Zafira merasa terluka atas apa yang terjadi. namun seberapa pun luka dihatinya tetap tidak sebanding dengan luka di hati Almeer.


__ADS_2