
Diperjalanan menuju rumah Zafira. El terlihat gugup. Nadira yang melihatnyapun hanya bisa menghembuskan nafasnya. Berulang kali ia meyakinkan semuanya akan baik-baik saja. Tapi nampaknya tidak bisa mengurangi rasa gugup dihati El.
Mobil El berhenti tepat didepan gerbang sebuah rumah. Nadira pun turun dari mobil untuk bertanya pada satpam yang berjaga.
"Assalamualaikum. Permisi pak. Mau tanya apa benar ini rumahnya Zafira?" tanya Nadira.
"Betul. Punteun, neng tah saha?" kata satpam penjaga.
"Saya teman kantornya Zafira dari Jakarta. Apa Zafira nya ada?" tanya Nadira.
"Iya ada. Sebentar saya tanya dulu ke Neng Fira. Maaf dengan siapa ya?" kata si penjaga
"Saya Nadira" kata Nadira
"Baik. Mohon tunggu sebentar ya"
Si satpam penjaga pun masuk kedalam rumah. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya si satpam pun keluar kembali. Dan membukakan pintu gerbang untuk Nadira dan El. Mereka pun masuk kedalam.
Zafira menyambut kedatangan temannya itu. Dan membawa mereka kedalam rumah.
"Ayah,Bunda. Perkenalkan mereka Rekan kerja Fira di kantor. Yang ini Nadira dan yang ini Pak El, Bos Fira." kata Fira pada kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Assalamualaikum om, Tante." kata mereka sambil bersalaman.
"walaikum salam. Ayo masuk. Kita duduk didalam sambil cerita-cerita." kata Ayah Damar menyambut mereka dengan hangat.
"Ayo masuk." ajak Fira dan Bunda.
Mereka pun masuk kedalam. Sementara Ayah, El dan Nadira duduk diruang tamu. Fira dan Bunda pergi kedapur untuk membawakan minuman dan juga cemilan. Tak berapa lama Mereka kembali dan bergabung di ruang tamu
"Oh ya apa lamarannya sudah selesai? Bukan kah kamu bilang mau pergi ke acara lamaran?" tanya Fira.
"Oh itu. Belum. Niatnya sih setelah ini." kata Nadira
"Oh jadi Nak Nadira ini teman kantornya Fira. Dan Nak El Itu bosnya?. Apa kalian pasangan?" tanya Ayah Damar.
"Jadi nak El dan Nadira ini orang Rusia?" tanya bunda.
El pun menceritakan sedikit tentang dirinya dan kehidupannya serta bagaimana bisa dia sampai di Indonesia. Kedua orang tua Zafira pun mengangguk mengerti mendengar sedikit kisah tentang el dan keluarganya.
"Lalu apa nak El akan memutuskan untuk menetap di Indonesia. Atau akan kembali ke Rusia?" tanya Ayah Damar.
"Rencana nya saya ingin menetap di Indonesia om. Dan ingin sih menjadi warga negara indonesia. Hanya saja.." kata El pertanyaannya terputus
__ADS_1
"Kenapa?" tanya bunda.
"Sebenarnya saya ingin sekali menikah dengan orang Indonesia. Selain agar saya bisa menjadi warga negara Indonesia, saya juga ingin dekat dengan keluarga saya di Indonesia. Terlebih kami baru bertemu setelah 17 tahin kami terpisah dan saling mencari." kata El.
"Iya om setuju. Jika memang sudah bertemu dengan yang cocok sebaiknya segera datangi keluarganya dan minta dia secara baik-baik." kata Ayah Damar.
"tuh ka udah Ada sinyal. Tinggal ngomong aja. " kata Nadira.
setelah mendapat sinyal dan mendapat semangat dari Dira. El memberanikan diri mengetakan niatnya.
"om, tante. Sebenarnya kedatangan saya dan nadira kesini, selain untuk silahturahmi. Saya ingin menyampaikan niat baik saya ke Fira dihadapan om dan tante." kata El.
Kedua orang tua Zafira bingung. Mereka pun melihat kearah putri mereka. Namun Zafira yang juga tidak mengerti maksud El pun sama bingungnya.
"Bismilahirohmanir rahim. Om, tante kedatangan Saya dan Nadira karena Saya berniat ingin mengkhitbah putri om dan Tante , Zafira Khairun Nisa." kata El.
Kedua orang tua Zafira shok. Mereka melihat ke arah putri mereka. Namun Fira juga shok mendengarnya.
Disaat keluarga Zafira tengah dilanda kebingungan dengan lamaran seorang pemuda yang secara tiba-tiba. Seorang satpam kembali masuk memberi tahu jika diluar ada seorang tamu yang ingin bertemu dengan keluarga Zafira dan juga kedua tamu yang juga saat ini sedang bertamu di rumah keluarga bos nya itu.
"Suruh masuk". kata Ayah Damar
__ADS_1
"Baik Tuan" kata sang satpam.
Sang satpam pun keluar.