
"Kenapa kita ke sini?. Ini sudah sore. Kenapa nggak anterin Fira sama Kiya pulang dulu? Kasihan mereka pasti capek baru pulang kerja" tanya Almeer.
"Kita mau liburan Kak." kata Althaf.
"Liburan? Kalian nggak ngomong sebelumnya? Dan mereka berdua?"
"Kak, kita emang udah ngerencanain ini sebelumnya. Dan mereka berdua juga setuju. Aku harap Kakak nggak keberatan sama rencana liburan kita kali ini" kata Nadira.
"Iya kang. Nadira ngajak kami liburan bareng. Dan Aku sama Kiya setuju buat ikut. Jadi Aku sama Kiya nggak ngerasa direpotin sama sekali" kata Zafira.
Karena sudah tidak memiliki pilihan lain akhirnya Almeer pun ijut setuju dengan rencana liburan kali ini.
...----------------...
Udara malam yang dingin tidak menyurutkan semangat mereka untuk piknik di halaman belakang villa. Acara liburan dimalam ini pun diisi dengan acara baberque. Para wanita sibuk menyiapkan makanan dimeja. Ali dan Elmeer sibuk bakar-bakar ikan. Althaf dan Almeer sibuk mendirikan tenda untuk mereka menginap.
Semakan malam udara semakin dingin. Dan acara bakar-bakar semakin seru. Mereka membuat permainann putar botol. Jika botol yang diputar menunjuk kearah seseorang maka orang itu diminta memilik melakukan tantangan atau menjawap pertanyaan denga jujur. Hampir semua orang mendapat giliran tersebut. Hanya Almeer dan Zafira yang aman dari putaran botol tersebut. Walau mereka sangat ingin botol tersebut mengarah pada Almeer atau zafira sehingga mereka bisa mengajuka pertanyaan. Namun sayangnya botol itu tidak pernah mengarah pada keduannya.
"Malam semakin larut. Lebih baik kita istirahat. Udaranya juga semakin dingin. Dan kalian juga sudah mengantuk bukan? Kita masukbtenda masing-masing." kata Almeer saat melihat Kiya yang terus menguap.
"Lalu Kakak?" tanya Nadira
"Kakak juga masuk" kata Almeer.
__ADS_1
Almeer tau jika mereka semua mengkhawatirkan dirinya. Namum Almeer tidak bisa membiarkan mereka semua ikut terjaga agar bisa memastikan keadaan dirinya baik-baik saja. Almeer memutuskan untuk masuk kedalam tendanya terlebih dahulu dan berbaring disana.
Almeer berpura-pura memejamkann matanya. Ali, Elmeer dan Althaf tidak yakin jika Almeer bisa semudah itu terlelap. Mereka pun memutuskan terjaga. Namun perlahan satu per satu dari mereka pun mulai mengantuk dan akhirnya tertidur.
Almeer yang sedari tadi berusaha namun tetap tidak bisa tidur akhirnya memutuskan bangun dan keluar dari tenda. Almeer memutuskan untuk solat sunah malam. Untuk menenangkan pikiran dan juga hatinya.
Selepas shoat Almeer pun rebahan diatas karpet yang sengaja digelar. Sambil memandang jauh kelangit malam yang bertaburkan bintang-bintang. Hingga tanpa dia sadar. Nadira sudah berada disampingnya.
"Kakak nggak bisa tidur?" tanya Nadira. Nadira duduk tepat di samping sang kakak.
"Kamu sendiri kenapa nggak tidur?" tanya Almeer balik.
"Aku nggak bisa tidur karena terus kepikiran Kakak." kata Nadira.
"Kak, Ada yang menganjal difikiran Aku. Dan Aku pengen Kali ini Kakak jawab jujur." Kata Nadira.
"Soal apa?" tanya Almeer.
"Pernikahan Kakak dulu. Selama ini Kakak nggak pernah ceritakan siapa mantan isteri kakak dulu. Tapi Aku pengen tau siapa wanita yang pernah jadi kakak ipar Aku itu" kata Nadira.
"Kenapa Kamu pengen tau?" tanya Almeer.
"Apa sebagai adik, Aku nggak boleh tau?" tanya Nadira.
__ADS_1
Almeer diam.
"Apa karena orang itu adalah Zafira makanya Kakak nggak pernah kasih tau" kata Nadira lagi
" Kamu tau dari mana soal ini?" tanya Almeer.
"Kakak tau sejak pertama kali Kakak kembali ke indonesia dan langsung melamar Zafira untuk Kak Syam. Sejak itu Aku merasa curiga. Sikap kalian berbeda. Dan Aku liat langsung luka, bercampur rindu yang berusaha ditahan kalian berdua. Dan semua itu berusaha kalian sembunyikan dibalik sikap kalian. Namun sayangnya mata kalian tidak bisa bohong" kata Nadira.
Almeer diam.Kak?. Kenapa Kakak melamar Fira untuk Kak Syam disaat Kakak sendiri masih begitu mencintainya? Dan Fira juga." tanya Nadira heran.
"karena Kakak bukan laki-laki sempurna. Kakak nggak layak mendapatkan bidadari surga seperti Zafira. Barsama Kakak, Zafira hanya akan menderita. Kakak tau Elmeer akan membuat Zafira bahagia.." kata Alameer.
"Dari mana Kakak bisa tau dan kenapa Kakak begitu Kalau Zafira akan bahagia dengan Kak Syam. Sejauh Aku liat Zafira masih belum bisa sepenuhnya mencintai Kak Syam. Justru yang Aku liat perasaan cinta dia ke Kakak jauh lebih besar dibandingkan ke Kak Syam. Atau bahkan memang satu-satunya laki-laki yang dia cinta itu hanya Kakak." kata Nadira.
"Kakak tau. Hanya saja Zafira sangat pantas mendapatkan laki-laki yang baik. Yang sempurna dan sehat jasmani dan rohani. Dan sayangnya orang itu bukan Kakak." kata Almeer.
"Nggak ada manusia yang sempurna didunia ini kak. Dan tidak ada satupun yang bisa membeli kebahagiaan dengan memandangkan kekayaan ataupun rupa. Hanya ketulusan hati yang bisa mengetuk hati. Aku yakin Kakak tau itu" kata Nadira.
Almeer diam.
"Nggak dek. Kakak nggak akan pernah bisa bersama Zafira. Sampai kapanpun. Takdir Fira bukan bersama dengan Kakak." kata Almeer.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang juga ikut mendengar obrolan mereka berdua. Orang yang bersembunyi di balik tenda. Dan mendengar setiap perkataan Almeer membuatnya merasa terluka. Diam-diam dia menangis. Entah kenapa mendengar kenyataan dihadapannya itu terasa begitu menyakitkan.
__ADS_1