
"Kak Hana yakin udah baikan mau pulang?" tanya Nadira lagi..
"Iya Dira. kamu sadar nggak sih kamu udah nanya hal yang sama sebanyak sepuluh kali?" kata Hana.
"Kak aku itu khawatir sama Kakak." kata Nadira.
"Iya sayang. Kakak ngerti. tapi kakak bemr udah ngerasa baikan. buktinya dokter udah kasih izin kakak buat rawat jalan" kata Hana meyakinkan.
"oke iya . tapi kakak maish nggak boleh jalan sendiri ya. pokoknya kakak harus pake kursi roda. nggak ada bantahan." kata Nadira bersikeras.
"Tapi Ra.." kata Hana ingin protes.
"udah Kak Hana ikutin aja kemauan Nadira. demi kebikan kakak jug kan?" kata Zafira.
" oke iya." kata Hana mau tidka mau mengikuti keinginan mereka.
Hana pun bersiap untuk pindah dari tempat tidur ke kursi roda. dengan perlahan Hana berusaha. Hana merasakan sakit saat kakinya yang terluka mulai meninjak lantai. namun El yang saat itu sednag ada didekat Hana pun dengan sigap menangkap Hana agar tidak terjatuh.
Mereka bertatap-tatapan. untuk beberapa saat mereka terpana. Jantung mereka Deg-degan. Almeer sendiri bingung kenapa dia menjadi deg-degan saat berada sedekat ini dengan Hana. demikian pula dengan apa yang dirasakan Hana. Keduanya menjadi salah tingkah.
Ali, Nadira, Zafira dan Almeer yang melihatnya pun diam saja. mereka merasa diantara keduanya mulai muncul percikan api cinta. El membantu Hana untuk duduk ke kursi roda.
"Maaf." kata Elmeer sambil perlahan membantu meletakkan Kaki Hana pada peyangga Kaki.
"Makasih" kata Hana
"Apa ada yang sakit? gimana Kaki kamu?" tanya Elmeer penuh perhatian.
Hana menjadi deg-degan dengan sikap Elmeer yang perhatian padanya.
"Sedikit sih. tapi nggak apa-apa. ini udah jauh lebih baik. Makasih ya." kata Hana.
"ekhemm.. jadi kita pulang sekarang?" tanya Ali.
Hana mengangguk.
__ADS_1
saat Nadira ingin mengambil alih untuk mendorong kursi roda. tiba-tiba Elmeer mencegah.
"Biar kakak aja yang dorong Dek." kata Elmeer pada Nadira.
"Boleh kan?" tanya Elmeer pada Hana.
Hana. mengangguk.
Elmeer mulai mendorong perlahan kursi rodanya. Disusul oleh Nadira dan Ali yang sambil membawa barang-barang. sedangkan Zafira dan Almeer ada dibelakang mereka. Almeer masing terus menggandeng tangan sang isteri.
Zafira menengok kearah sang suami. sambil memberikan isyarat dengan melirik pada Hana dan Elmeer. Almeer paham makdus isyarat sang isteri. lalu Almeer mengangguk.
...****************...
didalam mobil Elmeer bertindak sebagai supir.
"kita pulang ke manssion aja ya" saran Elmeer.
"Jangan. aku pulang aja ya ke apartemen." kata Hana
Lagi-lagi sikap posesif Elmeer menarik kecurigaan yang lainnya. tak lama Elmeer sadar.
"Bukan begitu maksud saya. Kamu disana sendirian kondisi kamu jua belum sepenuhnya pulih. setidaknya jika kamu tinggal sementara di manssion disnaa ada banyak ornag. jika kamu perlu sesuatu ada ornag yang bisa kamu mintai tolong. gimana Kamu setujukan Zein Fira sama saran Kakak'?" kata Elmeer.
"Iya Kak Hana. Lebih baik Kakak tinggal dulu di manssion sampai kondisi kaki Kakak benar-benar sembuh." kata Zafira setuju.
"Iya Kak. atau kalau kakak mau tinggal selamanya smaa kita juga boleh kak. aku malah seneng" kata Nadira.
"Iya tapi kalau untuk tinggal selamanya Sama kita tentu ada syaratnya." kata Ali.
"Syarat?" kata Hana.
"Iya. Syaratnya Kakak harus jadi anggota keluarga kita. dan aranya adalah dengan menikahi salah satu anggota keluarga kita. ekhemm.. ekhemm.." kata Ali jahil.
Seketika baik Elmeer dan Hana terlihat salah tingkah. Zafira, Nadira dan Al yang ikut melihat perubahan sikap mereka pun mengulum senyum.
__ADS_1
...****************...
"Sayang sini deh.." kata Almeer yang bersandar dirancang sambil memainkan handphonenya
Zafira yang sedari tadi sednag merapihkan baju pun menghampiri sang suami. ketika Zafira sudah mendekat Almeer langsung menaiknya. Zafira yang kaget langsung jatuh di pangkuan sang suami. Zafira pun mengusap lembut wajah sang suami yang terlihat letih.
"Akang sakit?" tanya Zafira.
Almeer menggelengkan kepalanya.
"Lalu akang mau apa? mau dipijitin?" tanya Zafira lagi.
"Nggak." jawab Almeer
"Terus kenapa?" tanya Zafira.
"Kamu ngerasa ya ada sesuatu diantara Syam dengan Hana?" tanya Almeer.
"sesuatu apa?" tanya Zafira seakan tidak mengerti.
"entah kenapa aku ngarasa keduanya semakin dekat. dan mereka memiliki perasaan satu sama lain" kata Almeer.
"mungkin iya. tapi kalau bener kenapa. Akang cemburu?" kata Zafira.
"Kok cemburu sih?. jangan-jangan kamu yang cemburu lagi." kata Almeer
"kok Aku. kan akang yang terlihat resah saat tau jika mereka punya perasaan." kata Zafira.
"siapa bilang. akang itu cuma nggak yakin aja." kata Almeer.
"nggak yakin kenapa?" tànya Zafira.
"Akang takut Syam belum sepenuhnya lupain kamu. Akang takut Hana nantina cuman dijadiin pelarian Syama aja." kata Almeer.
"Husssttt... jangan suudzon dulu. kita kan nggak pernah tau tentang perasaan orang.tapi yang aku liat Kak Syam laki-laki baik. dia bertanggung jawab. dan dia bener-bener perduli sama Kak Hana. dan tentang rasa khawatir kakak itu aku rasa nggak sepenuhna salah. tapi ada baiknya kita biarkan mereka memutuskan sendiri tentang perasaan mereka." kata Zafira.
__ADS_1
"Kamu bener. duh bijak banget sih ini isteri abang. jadi cinta deh." kata Almeer.