
Melihat Hana sedang asik tertawa bersama Adam. Membuat Hati Elmeer menjadi gerah. Tidak ingin terbakar melihat kedekatan mereka, Elmeer memutuskan untuk pergi keruang kerjanya dan menyelesaikan pekerjaannya.
Setumpukan berkas siap menunggunya. Satu per satu Elmeer mulai memeriksa berkas-berkas tersebut. Namun sayangnya pikiran Elmeer yang sedang semrawut tidak bisa fokus pada berkas-berkas tersebut. Hampir dua jam lamanya Elmeer berkutat pada satu berkas namun tidak kunjung selesai dia periksa. Hal yang sangat lain dari biasanya. Biasanya Elmeer akan menyelesaikan satu berkas dalam waktu kurang dari setengah jam. Kini sudha lebih dari dua jam satu berkas pun belum ada yang selesia dia periksa.
"Aaagghhhrrrrr... kenapa sih?! Ayolah Syam. come on focus.." Elmeer kesal pada dirinya sendiri yang tidka bisa fokus. Elmer mengacak rambutnya.
Tok.. tok.. tok..
Terdengar suara ketuk pintu.
"Syam.. ini Aku Zein. Boleh masuk?" ternyata Zein yang mengetuk pintu ruang kerja Elmeer.
"Masuk." kata Elmeer.
Zein masuk kedalam . Melihat rambut Elmeer yang acak-acakan. Membuat Almeer heran. Biasanya Elmeer yang selalu memperhatikan penampilannya kini justru dalam keadaan acak-acakan.
"Are you Okey?" tanya Almeer memastikan.
"Yaahh.. what happened?" kata Elmeer. Menjawab seadanya.
Almeer menarik kursi yang ada dihadapan Elmeer. kemudian Almeer duduk. Almeer terus memperhatikan Sepupunya yang terlihat sedang kacau.
"Katakan Syam. Ada apa?" kata Almeer yang yakin jika ada sesuatu yang mengganggu pikiran Elmeer.
__ADS_1
"No. katakan. ada perlu apa?" kata Elmeer bersikeras tidak akan menceritakan pada Almeer.
"Aku butuh berkas kerjasama Bm dan EGP ada?." kata Almeer.
"Berkasnya ada disana." kata Elmeer sambil menunjuk ke arak tumpukan berkas di rak.
Almeer pun mencari berkas tersebut sesuai arahan Elmeer. Setelah berkas ketemu Almeer kembali duduk dibangku. Almeer membuka dan membaca berkas tersebut sambil diam-diam terus memperhatikan Elmeer. terlihat Elmeer yang gelisah dan tidak bisa fokus pada berkas-berkas itu.
Almeer tau saat ini Elmeer sedang ada masalah. entah apa masalahnya. tapi Almeer bersikeras mencari tau.
"Hana bilang Dia Akan kembali ke LA." kaa Almeer.
Seketika Elmeer pun melihat Kearah Almeer. Almeer mengulum senyum tipis kini dia paham apa yang mengganggu pikiran saudaranya ini.
"Jadi laki-laki itu datang untuk menjemputnya?" tanya Elmeer.
"Urusan Apa?" tanya Elmeer penasaran.
"Entah. yang Pasti kedatangan Adam mungkin ada maksud tersendiri. Aku kenal betul Adam tidak mungkin Dia datang hanya untuk Melihat keadaan Hana. Terlebih Adam orang yang sangat sibuk. Jika Dia sampai rela meluangkan waktunya menemui Hana pasti karena ada Hal penting yang harus mereka selesaikan." kata Almeer.
"Apa urusan Pekerjaan?" tanya Elmeer.
"Sepertinya Bukan. setau Aku Mereka tidak menjalin kerja sama. Kamu tau Adam seorang Dokter. sedangkan Hana seorang Disainer. jadi rasanya nggak mungkin jika mereka punya urusan soal kerjaan." Kata Almeer.
__ADS_1
Elmeer Diam. Dia pun mulai berfikir sebenarnya ada hubungan apa antara Hana dengan laki-laki bernama Adam itu. Terlihat hubungan mereka sangat dekat. Elmeer mengingat kembali bagaimana tatapan Adam pada Hana. Bagaimana cara Adam memperlakukan Hana. Seketika rasa sesak menghimpit dadanya.
"Apa hubungan mereka sedekat itu?" tanya Elmeer tiba-tiba.
"Selain Aku,Adam adalah laki-laki yang selalu menjaganya. yang paling bisa mengerti tentangnya. Bahkan Adam rela ngelakuin Apapun untuk bisa buat Hana kembali tersenyum. Adam adalah laki-laki yang selalu ada dimasa-masa sulit Hana." kata Almeer
"Lalu Hana sendiri gimana?" tana Elmeer.
"Adam adalah satu-satunya laki-laki yang bisa buat Hana tertawa walau hati Hana sedang terluka. Bahkan Hana tidak bisa menolak keinginan Adam dalam hal apapun. Mereka terbiasa Bersama. walau jarak mereka jauh tapi mereka selalu komunikasi setiap waktu." kata Almeer
"Menurutmu apa Hana mencintai laki-laki itu? mereka saling mencintai?" Elmeer bertanya dengan nada yang terdengar putus asa.
"Apa Kamu mencintai Hana?" kata Almeer. bukannya menjawab pertanyaan Elmeer justru malah bertanya.
Elmeer Diam. Dia sendiri masih belum tau apa yang sebenarnya dia rasakan. Almeer masih menunggu jawaban Elmeer. tapi sepertinya Elmeer sendiri masih belum berani untuk menentukan perasaannya sendiri.
"Aku nggak tau bagaimana perasaan Hana. Apa Hana mencintai Adam layaknya seperti pasangan. Tapi Aku tau Jika Adam sangat mencintai Hana. ya sangat amat mencintai Hana." kata Almeer.
Elmeer diam. Rasanya sakit saat mengetahui Ada laki-laki yang sangat mencintai Hana. Rasa sakitnya lebih sakit dibandingkan waktu ia harus melepaskan. Zafira.
" Berulang Kali Adam menyatakan perasaannya. Melamarnya bahkan langsung pada papahnya Hana. tapi Hana selalu mengatakan dia belum siap membina rumah tangga. tapi bukan berarti Hana tidak menyukai Adam. Sejak saat itu Adam tidak pernah berhenti mencintai Hana. walau Hana sendiri tidak tau persis bagaimana perasaannya." Kata Almeer.
Putus sudah rasanya harapan Elmeer. Sepertinya perasaannya harus dia kubur sebelum tumbuh.
__ADS_1
"Kamu percaya takdir Allah. Setiap takdir akan membawa pada jalan yang sudah digariskan. Sekuat apapun kita berusaha memilikinya jika takdir kita tidak bersamanya maka Takdir akan membuat kita jauh darinya. Tapi sekuat apapun Kita berusaha mengubur perasaan kita bahkan berulang kali menjauh darinya. Jika Dia adalah Takdir kita. maka Takdir akan berkerja dengan caranya sendiri yang membawa kita pada jalannya. seperti kisahku bersama Zafira." kata Almeer
Elmeer diam. apa yang dikatakan Almeer ada benarnya. tapi benarkan Hana adalah takdirnya.