
Prov. Zafira
Flashback.
Aku terbangun dimalam hari. Kulihat jam diatas meja menunjukan pukul 02.45 tengah malam. Ku tengok samping tempat tidurku ternyata kosong. Ku tatap nanar samping tempat tidurku.
'Kemana Kang Almeer' dalam hatiku.
Kenapa Kang Almeer tidak pernah ada ditempat setiap aku bangun ditengah malam?.
Kemana sebenarnya dia?
apakah dia memang tidak mau berada sekamar denganku?.
kenapa sejak malam pernikahan sampai 2 bulan pernikahan kami Kang Almeer tidak pernah ada dikamar saat malam?.
Sesak rasanya. Pernikahan seperti apa yang sedang aku jalani saat ini. saat dihadapanku dan keluarga dia seakan menerima pernikahan ini dengan rela. Tapi kenapa disaat Aku terjaga dia justru pergi meninggalkanku?.
Tak ingin terus menduga-duga. Ku putuskan untuk pergi kekamar mandi untuk mengambil wudhu. Kemudian kutunaikan sholat sunah malam. larut dalam setiap bacaan sholat membuat pikiran dan hatiku menjadi jauh lebih tenang.
" Ya Rabb.. Engkau sang penguasa hati. Dan Engkau pemilik hati. dan Engkau pula penyembuh hati ini. Sungguh hanya Engkau yang tau persis apa yang hamba rasakan. Ya Rabb jika mencintainya hanya akan menghadirkan kesakitan pada hati ini maka berikan hamba penawarnya. Jika mencintainya hanya akan menemukan kebuntuan maka tunjukan jalannya. Sungguh dia yang Engkau pilihkan untuk hamba. Maka tuntun hamba agar bisa menggapainya. Bukakan hijab yang mennghalangi hamba dekat dengannya." doa Zafira
"Ya Rabb. Salahkah jika hamba mulai mencintai dia yang kau takdirkan menjadi imam hamba. Ya Rabb sungguh tiada niat dihati hamba menduakan cinta-Mu dengan cintanya. Namun hamba hanya ingin mencintainya untuk menjadi jalan agar bisa lebih dekat dengan cinta-Mu. Tunjukan jalan-Mu dan dekatkan Hamba dengan Ridho-Mu. Amin ya Rabbal A'lamin"
Selepas berdoa Aku melanjutkannya dengan muroja'ah. Mempertajam kembali hafalan Al-Qur'an ku. Larut dalam kalamullah membuat hati yang sempat gersang kembali tersirami. Hingga tanpa terasa waktu subuh masuk. Lalu kulanjutkan untuk menunaikan solat subuh.
Kang Almeer kembali masuk kedalam kamar setelah Aku selesai solat subuh. Dengan membawa beberapa kitab fiqih yang sepertinya baru selesai dia baca kembali. Setelah meletakan kitab-kitab tersebut Kang Almeer merebahkan tubuhnya ditempat tidur. Dan tak berselang lama dia terlelap.
Aku bingung. Kenapa Kang Almeer selalu kembali kekamar setelah solat subuh. Dan kemudian tidur setelah solat subuh. Lalu sepanjang malam dia dimana dang ngapain?. Dan dia hanya tidur setelah solat subuh dan akan bangun jam 6 pagi. dia hanya tidur 1 jam dan mulai beraktifitas kembali.
Tak ingin terus memikirkannya kuputuskan untuk pergi kedapur. Membantu simbok menyiapkan sarapan. Dan juga membawakan kopi dan teman ngopi untuk kang Almeer. seperti yang biasa kulakukan.
Dikampus setelah mata kuliah selesai aku memmutuskan menunggu Syfa dan Kiya ditaman. Selama menunggu aku terus kepikiran dengan sikap Kang Almeer. kenapa dia selalu bersikap baik saat dihadapanku dan ayah bunda. Namun mengingat yang dia lakukann tiap malam membuatku merasa bingung. Sebenarnya maunya itu apa. Bahkan sampai saat ini Aku masih belum tersentuh oleh siapapun. Aku layaknya wanita single. Apa ada yang salah denganku?.
"Dhor" kiya mengagetkan Zafira
__ADS_1
"astaghfirullahal adzim. Kiya bisa nggak sih jangan iseng. Nanti kalau aku kena serangan jantung gimana coba?" kataku sedikit kesal.
"tau nih Kiya" kata Syfa yang jika ikut menyalahkan Kiya.
"iya,iya maaf. Abis loe juga sih yang bengong. Nanti kesambet baru tau rasa" kata Kiya membela diri.
"ishh.. Kalau ngomong ya.." kata Zafira
"udah, udah. jadi ke caffe nggak nih cari makan. Udah laper soalnya ini" kata Syfa
"iya jadi donk. Hari ini Fira yang traktir" kata Kiya semangat.
"ehh. Kok Aku sih. Tar dulu gue liat dulu duit nya ada apa nggak. Kalau gue nggak bawa uang cash sama atm gimana coba" kata Zafira. Dia pun membuka tasanya dan juga dompetnya
"gimana ada nggak?" kata Syfa
"Ya Allah gue lupa bawa dompet. Atm sama uang cash ada didompet semua. Tapi ada juga ini. ATM dari Kang Almeer" kata Aku sambil menunjukan kartu ATM nya
"ya udah. itu udah dikasih ke loe kan dari Dia. Ya tinggal dipake aja. Jangan bilang loe nggak pernah pake ATM nya. Atau bahkan loe nggak tau sandinya?" kata Kiya
"ya udah kita cek dulu aja di mesin atm. Kalau nggak ada saldonya nanti biar gue aja yang bayarin" kata Syfa.
Kami pun pergi ke mesin atm untuk mengeceknya. Kemudian pergi ke caffe tempat biasa. Sepanjang jalan Aku terus memikirkan. Bagaimana bisa saldonya sangat banyak. Sebenarnya siapa Kang Almeer sebenarnya. Dia terlihat seperti karyaean pada umumnya. Apa gaji dia sebesar itu. Bahkan dalam 2 bulan pernikahan dia memiliki saldo di atm mencapai digit 300jt lebih.
"gue ke toilet dulu ya" Aku izin ke toilet.
Saat aku ingin ke toilet, ternyata Aku melihat Kang Almeer sedang bersama dengan 2 laki-laki berada disalah satu meja. Karena tujuanku toilet yang ternyata melewati meja Kang Almeer yang terlihat sibuk dengan berkas di tangannya sambil mendengarkan penjelasan dari laki-laki yang duduk semeja dengan Kang Almeer.
Aku terus berjalan ketoilet. Saat aku selesai dari toilet tepat saat aku berpapasan dengan Kang Almeer. Kang Almeer terlihat sedikit terkejut. Aku pun berhenti sejenak untuk menyapanya, karena tidak enak rasanya jika tidak menyapanya sedangkan kami berpapasan langsung.
"Assalamualikum Kang" kataku sambil tersenyim
"Waalaikumsalam. Kamu ada disini juga?" kata Kang Almeer.
"iya kang. ingin makan siang. Bareng dengan Syfa dan Kiya juga". jelasku
__ADS_1
"oh.." kata Kang Almeer sambil sedikit mengangguk
Tiba-tiba kedua laki-laki itu ikut berdiri.
"siapa ini Pak Zein? Apa dia isteri anda?" tanya salah seorang
"tapi bukankah Pak Zein belum menikah. Sebab kalau menikah kenapa kami tidak diundang?" kata salah seorang yang lainnya
Degh..
'Jadi selama ini rekan kerjanya Kang Almeer belum tau tentang pernikahan kita. Apa karena pernikahan kita dilakuin secara dadakan makanya tidak ada yang tau. Tapi kenapa Kang Almeer belum memberitau mereka.' Batinku
"oh ya Pak Fatur, Pak Bima kenalkan ini Zafira teman Saya. Dan Zafira kenalkan ini Pak Bima dan Pak Fatur. Mereka rekan kerja perusahaan tempat saya bekerja." kata Kang Almeer.
Degh..
Kenapa rasanya sesak sekali. Saat mendengar Kang Almeer memperkenalkanku
sebagai teman kepada temannya. Bukan sebagai isterinya. Berarti selama ini Kang Almeer memang tidak pernah menganggap pernikahan ini ada. Dan perlakuan baik Kang Almeer itu samata-mata atas nama teman.
Memang sedari awal kami membentuk hubungan lain didalam pernikahan kami ini. Tapi kenapa rasanya sakit sekali. Saat aku sudah mulai mencintainya dan menemukan harapan baru dipernikahan ini. Namun nyatanya itu hanya mimpi disiang bolong. Ternyata perasaan ini tidak bertuan.
Aku berusaha keras tersenyum untuk menyembunyikan hancurnya hatiku. Aku menakupkan kedua tanganku didada. tidak tahan berlama disituasi ini aku pamit.
"Akang, Fira permisi kembali ke meja Fira. Kiya dan Syfa pasti sudah nunggu. Saya permisi duluan tuan-tuan. Assalamualikum" kataku lalu pergi.
Aku kembali ke mejaku sambil terus berusaha menahan rasa sakitku. Tidak ingin teman-teman ku tau apa yang terjadi. Aku harus bisa berusaha menekan rasa sakit ini agar tidak kelihatan mereka.
"loe kenapa sih Fir, dari tadi di perhatiin bengong aja. Ada masalah?" tanya Syfa
aku tersenyum
"Gue nggak apa-apa kok. udah makan aja yuk. Abis itu kita pulang. Masih harus ngerjain tugas juga kan dari dosen" kataku berusaha mengelak.
Aku tidak ingin menceritakan tentang hubungan rumah tanggaku pada siapapun. Biar ini jadi urusan Aku dan Kang Almeer saja. Lagipula ini sudah pernah diputuskan oleh kami. Jadi aku harus siap dengan kenyataan yang ada saat ini.
__ADS_1
Ternyata rasanya sesakit ini ya saat perasaan kita tidak bertuan.