Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Apa Kamu mencintainya?


__ADS_3

Hana mengerti apa yang dirasakan Almeer. Trauma masa lalunya membuatnya menahan diri. Almeer tidak berani mengambil keputusan penting untuk kebahagiaannya. Dia terlalu takut. Bahkan Dia sendiri takut untuk membuatnya bahagia.


Hana tidak bisa menahan air matanya. Ikatan persahabatan diantara mereka membuat dia bisa merasakan kepedihan satu sama lain. Terlebih hana merasa jika Dia merasa sangat dekat dengan Almeer. Seperti ikatan keluarga.


"Jangan Menangis Hana." kata Almeer sambil mengusap ait mata Hana.


"Jangan pernah tangisi kemalangan yang menimpa hidupku. Aku tidak ingin dikasihani" kata Almeer.


Hana menyandarkan kepalanya dipundak Almeer. Dan mereka terdiam sambil menikmati beberapa saat waktu untuk menyelami pikiran mereka.


"Katakan Kamu sungguh sungguh mencintainya kan?" kata Hana.


"Apa pantas orang sepertiku mencintai seseorang?" tanya Almeer.


"Semua orang pantas untuk dicintai dan mencintai" kata Hana.


"Tapi dicintai orang sepertiku hanya akan membuatnya tersiksa." kata Almeer.


"Lalu bagaimana dengan perasaanmu ?. Apa kamu tidak terluka melihatnya bersama dengan yang lain." tanya Hana.


"Kebahagiaanku tidak lah penting dibandingkan dengan kebahagiaannya." kata Almeer.


"Semua orang pantas bahagia. Bahkan Kamu" kata Hana.


"Aku cukup bahagia saat tau orang-orang yang Kusayang bahagia" kata Almeer.


"Itu saja tidak cukup." kata Hana.


"Kamu tau bahkan bisa mendapatkan sahabat sebaik dan sepeduli kamu saja sudah lebih dari cukup." kata Almeer.


"Berhenti beranggapan bahwa kebahagiaanmu tidaklah penting. Atau Aku akan marah selamanya sama Kamu" kata Hana kesal.

__ADS_1


"Aku ingin kamu mulai memikirkan kebahagiaan mu sendiri. Katakan padanya Kamu mencintainya. Aku yakin dia juga sama mencintaimu" kata Hana.


"Lalu bagaimana dengan Syam ?" tanya Almeer.


Hana terdiam.


" Kemarin Fira sudah menerima lamaran Syam. Lalu apa yang akan terjadi kalau Aku bilang perasaanku. Apa yang akan dirasakan Syam." kata Almeer.


"Aku yakin Dia akan mengerti" kata Hana.


"Lalu Fira ?. Dia akan bingung dan dilema. Karena dia tidak mungkin meninggalkan laki-laki yang pinangannya sudah dia terima. Nggak aku nggak mungkin menjadi penghalang hubungan mereka"


"Tapi dia terpaksa menerima Syam" Kata Hana


"Ya. Aku tau. Tapi dia juga sudah memutuskan" kata Hana.


"Aku akan ngomong sama dia buat pikir ulang keputusannya" kata Hana.


"Kamu tau. Saat aku bilang hubungan kita hanya sebatas sahabat, bagaimana reaksi Fira mendengarnya ?" kata Hana


Almeer diam.


"Dia kaget. Namun perasaannya menjadi sedih. Kamu tau kenapa ?" tanya Hana


Almeer diam.


"Itu karena dia menyesal karena baru tau kenyataannya setelah dia memberi keputusan pada Syam. Dia terlihat sangat menyesal. Kamu tau itu artinya apa?" kata Hana


"Aku tau." kata Almeer.


"Apa ?" tanya Hana

__ADS_1


"Aku tau dia mencintaiku. ya Aku tau itu. Bahkan saat pertama pertemuan kami kembali. Aku sudah tau jika dia Masih mencintaiku. Dia menangis saat melihatku itu sebabnya dia pergi kedapur untuk menghapus air matanya. Aku tau. Ya aku sangat tau." kata Almeer.


"Terus apa yang kamu lakuin sekarang ?" tanya Hana heran.


"Aku melepaskannya. Karena Aku tau Fira tidak akan bahagia hidup bersama orang sepertiku" kata Almeer.


"Bukan Kamu yang pantas menentukan seseorang bahagia atau tidak. Bukan Kamu. Bahkan nggak ada satupun orang yang bisa memutuskan dengan siapa dia akan bahagia" kata Hana.


"Katakan apa dia bisa bahagia hidup dengan orang seperti ku. Yang selalu takut berada dikamar ketika malam tiba. Yang tidak bisa mengendalika rasa takutnya. Yang terus gelisah saat memejamkan matanya. Bahkan bagaimana aku bisa menunaikan tanggung jawabku sebagai suami. Aku bahkan tidak bisa menemaninya disaat malam" kata Almeer


"Seandainya trauma ini nggak pernah ada. Tentu Aku tidak akan pernah melepaskannya. Tapi trauma ini hadir bagai sosok yang sangat mengerikan. " kata Almeer.


"Ya. Kamu benar Aku mencintainya. Sangat mencintainya." kata Almeer tanpa sadar menangis.


"Ayo berjuang. Aku yakin kamu pasti sembuh dan kalian bisa bahagia hidup bersama." kata Hana.


"Mustahil. Rasanya Aku tidak akan pernah sembuh.semua cara sudah aku coba. Tapi hasilnya nihil. " kata Almeer.


"Kamu nggak boleh nyerah. Aku yakin kamu pasti bisa." kata Hana


"kamu tau kata Orang. Level tertinggi dalam mencintai adalah. Saat kita mencintai orang yang tidak mungkin kita gapai. Namun kita tetap berusaha membahagiakannya dengan melepaskannya untuk bisa hidup bahagia, hidup bersama dengan yang lain.dan ini lah yang sedang kulakukan." kata Almeer.


"Zein..?"


"Aku bahagia saat bisa melihatnya bahagia." kata Almeer.


"Kamu laki-laki baik. Aku yakin suatu saat kamu akan mendapatkan kebahagiaanmu. Dan hanya wanita beruntung yang bisa memilikimu " kata Hana


Almeer tersenyum.


"ya sudah kamu saja yang jadi pendampingku. Kan kamu sudah tau dan mengerti Aku. Pasti kamu akan bahagia" kata Almeer sambil bercanda.

__ADS_1


"enak aja. Enggak mau ya.. " kata Hana sambil tertawa.


__ADS_2