Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Takut ditinggal pergi


__ADS_3

"Sayang.." kata Almeer panik.


Almeer terus mencari keberadaan sang isteri.sudah mencari dikamar, diruang tengah, dihalaman, bahkan juga Didapur tapi Zafira tidak juga ditemukan. Almeer terlihat panik dan khawatir. bahkan Dia meminta pada seluruh pegawai dirumahnya untuk ikut serta mencari keberadaan Zafira.


"Maaf tuan. Nona Fira tidak ada tuan." kata salah satu pegawai.


"Tidak ada? kok bisa. Tidak ada satupun dari kalian apa yang melihat keberadaan isteri saya. Saya nggak mau tau kalian cari isteri Saya. sekarang." kata Almeer.


Seluruh pekerja dirumah itu pun langsung membubarkan diri. Mereka langsung mencari lagi keberadaan nona besar mereka. Almeer semakin khawatir. rasa , takut, khawatir dan panik bercampur menjadi satu. terlebih sang isteri kini sedang mengandung buah hati mereka.


"Dimana kamu sayang?." kata Almeer lirih.


Almeer tidak mampu membendung perasaannya. Air matanya pun tumpah. kini Dia hanya bisa tertunduk lesu sambil berlinang air mata. seperti ini kah rasanya ditinggalkan oleh wanita yang kita cintai. apakah hal ini juga yang dirasakan sang isteri dulu. kini bertambah lagi beban dihatinya. rasa bersalah kini ikut menyelimuti hatinya.


Kini Almeer merasa takut. takut jika kali ini Zafira pergi meninggalkannya. bayang-bayang Zafira yang pergi meninggalkannya pun mengahantui perasaannya. dan Dia menganggap hal ini karena ulahnya sendiri. mungkin Zafira sudah bosan dengannya. mungkin Zafira sudah cape menghadai tingkahnya yang manja. mungkin karena dia sudah menyusahkan Zafira beberapa bulan ini.


"Ini semua gara-gara kamu sendiri Zein. sikapmu yang manja dan suka nyusahin Fira buat dia merasa capek dan akhirnya memilih ninggalin kamu." kini Almeer mulai menyalahkan dirinya sendiri.


kini air mata Almeer semakin tumpah. rasa sesak akan takut kehilangan terus menghantuinya.


"Jangan tinggalin aku sayang aku mohon. tolong kembali lah." kata Almeer sambil tersedu-sedu.


hhkkhkkkhkkk..


suara angis Almeer terdengar begitu pilu.


"kembalilah sayang. jangan pernah tinggalin Aku." kata Almeer lirih.


Almeer masih terus menangis. para pekerja dirumah itu ikut merasakan kepedihan dihati tuan mereka. sebelumnya tidak pernah mereka melihat tuan mereka menangis tersedu-sedu seperti itu. Betapa besar pun masalahnya. Almeer tidak pernah menampakan kerapuhannya. tapi kini dengan mata kepala mereka sendiri. mereka melihat betapa besar cinta Almeer pada Zafira sehingga takut kehilangan sang isteri.

__ADS_1


"Zein. nak ada apa? kenapa kamu seperti ini?" kata ibu panti.


Almeer menengok kearah ibu panti. ibu panti kaget saat melihat mata Almeer yang sembab akibat menangis.


"kenapa sayang?" tanya ibu panti.


Almeer langsung memeluk ibu panti. ibu yang sudah seperti ibu kandung baginya. ibu yang sudah menjadi sosok ibu pengganti baginya sejak dia kecil. dalam pelukan sang ibu dia bisa kembali tenang.


"Kenapa nak? cerita sama ibu?" kata ibu panti berusaha menenangkan sang putra


"Bu, Fira pergi Bu. Fira pergi ninggalin Zein Bu. mungkin sikap Zein yang nyusahin buat Fira capek dan milih pergi tinggalin Zein bu." kata Almeer.


"Fira pergi? pergi kemana maksud kamu?" tanya ibu.


"tadi sewaktu Zein bangun. Zen liat Fira udah nggak ada. Zein coba cari kesekeliling rumah tapi juga nggak ada. Fira nggak pernah keluar rumah tanpa izin dulu. dan sekarang Fira nggak ada. selama kehamilan Fira, Zein sering banget nyusahin Fira. tiap malam Fira harus begadang nemenin Zein yang terus muntah. bahkan karena ngurus Zein. Fira kurang tidur, kurang makan. mungkin Fira capek Bu ngurusin Zein. makanya Fira pergi tanpa bilang. " kata Almeer..


"Nak belum tentu apa yang kamu pikirkan itu benar. coba kamu tenang dulu. apa kamu udah coba telpon handphone nya kayal?" tanya ibu.


"Hussstttt.." jangan pikir aneh-aneh dulu.


ibu panti melihat betul betapa khawatir nya Almeer. ibu panti bisa liat betul betapa besar cinta Almeer pada sang isteri. Almeer menunduk sambil terus menangis tersedu-sedu ibu panti terus mengusap lembut surai rambut Almeer.


"assalamualaikum kang."


seakan ada angin syurga menyuap kedalam sanubarinya. suara yang sudah sanagt Dia rindukan suara yang sempat menghilang dalam beberapa saat. suara yang kini menjadi pelipur lara dan penghilang rasa lelahnya. seketika Almeer langsung mengangkat kepalanya. dan melihat wajah yang sejak tadi dia cari.


seketika Almeer langsung bangun dan memeluk erat sang isteri. menghirup aroma sang isteri yang membuatnya tenang. seketika lenyap sudah semua rasa khawatir yang sempat menyiksa batinnya.


"Akang kenapa?. ada yang sakit? kenapa nangis?" kata Zafira yang sama khawatirnya melihat kondisi sang suami.

__ADS_1


"Kamu dari mana? kenapa nggak ada dirumah. Aku cari kamu. Aku kita kamu pergi ninggalin Aku karena aku udah bikin kamu susah" kata Almeer.


Zafira bingung. kenapa sang suami bisa berfikir demikian.


"Husssttt... akang ngomong apa sih? mana mungkin Fira ninggalin akang." kata Zafira.


"Beneran?" tanya Almeer.


"Iya beneran Akang. lagian akang kenapa bisa mikir kayak gitu sih?" kata Zafira.


"Karena kamu pergi nggak kasih tau. aku cari kamu tapi kamu nggak ada. handphone kamu juga nggak aktif. makanya akang mikir.." kata Almeer.


"Nggak akan Akang. Fira nggak akan pergi tinggalkan akang. terkecuali akang sendiri yang usir Fira dari hidup akang." kata Zafira.


seketika Almeer merasa bersalah. dia pun memeluk erat lagi sang isteri.


"udah kali mesra-mesraan nya. ada kita nih. bener-bener ya nggak mikirin nasib kita nih yang belum nikah. kalau kita pengen cepet-cepet nikah emang mau pada tanggung jawab apa?" kata Ali.


"Husstt. kamu ini. Kaka kamu itu tadi bener-bener panik tau. waktu Fira pergi. dia mikir kalau Fira ninggalin kakak kamu. kamu malah ngomong kayak gitu" kata ibu panti.


"Seriusan Kak? kalau diliat dari tampang sama keadaan loe yang kacau ini Gue yakin sih jawabannya iya. kenapa? segituny a takut ditinggalin isteri tercinta. dulu aja di sia-sia in sekarang aja takut kehilangan." kata Ali.


"Ali " kata Ibu panti dan Nadira serempak.


sontak saja Ali mendapatkan hadiah pelototan dari kedua wania yang berharga dihidupnya.


"Udah Fira. kamu ajak suami kamu ke kamar ya. kamu tenangin ia ya. sepertinya ada banyak hal yang perlu kalian bicarakan berdua. dan kamu Ali jangan ganggu Kaka kamu." kata ibu panti.


"iya Bu. Ayo Kang kita ke kamar. kami kekamar dulu ya Bu,Ali Dira. nanti kita lanjutin lagi ya rencana kita." kata Zafira.

__ADS_1


"Iya Kak. Kaka urusin Kak Zein dulu. Yaudah Dira urusanin yang lainnya ya Ka. " kata


__ADS_2