
Almeer berjalan menuju meja resepsionis. dengan mengenakan kaos putih yang dibalut jas berwarna cream. Untuk pertama kalinya dia berkunjung ke perusahaan miliknya. namun sebagai orang lain. Karena sampai saat ini posisinya sebagai pemilik perusahaan CSIS CORP masih dirahasiakan.
"Permisi. Saya ada janji bertemu dengan tuan Elmeer. apa tuan Elmeer nya ada?" kata Almeer.
"Sebentar Tuan. Saya konfirmasi terlebih dahulu. Maaf sebelumnya dengan Tuan siapa?" kata resepsionis tersebut.
"Katakan saja. Tuan Almeer sudah datang." kata Almeer.
"Baik tuan. Mohon ditunggu sebentar." kata resepsionis itu. Kemudia Dia mulai menghubungi no yang tersambung ke ruang kerja Elmeer.
Almeer terus memperhatikan sekeliling lobi perusahaannya ini. Sudah 8 tahun berdiri perusahaan ini namun dia baru berkunjung beberapa kali. Dia hanya memantaunya dari jauh. karena setiap sudut perusahaan ini terhubung CCTV yang bisa di akses lewat ponselnya.
"Tuan bisa langsung keruangannya. Ada di lantai 18. Ada tulisannya Ruang Direktur utama." kata resepsionis itu.
"Baiklah. terimakasih." kata Almeer.
Almeer pun berjalan kearah Lift biasa. Dia sengaja tidak menggunakan lift khusus para petinggi agar tidak ingin memancing kecurigaan para karyawan bila melihatnya. Sang resepsionis itu terus memperhatikan Almeer.
"Masyaallah ganteng banget sih. mimpi apa Gue semalam bisa ketemu cowok seganteng dan sebening Dia. Andai aja gua bisa jadi isterinya." kata resepsionis itu mengkhayal.
Saat sampai di lantai 15. pintu lift terbuka. terlihat Zafira sedang berdiri sambil membawa map. Zafira terkejut saat melihat Almeer ada didalam Lift tersebut. Dia bingung apakah dia harus masuk. atau Dia menunggu saja. Dia merasa grogi bila berada dalam satu Lift yang sama dengan Almeer dan hanya berduaan saja.
Zafira masih diam. Almeer tau apa yang dipikirkan Zafira. dia pun menekan tombol untuk menahan pintu lift itu tertutup.
"Kamu mau masuk atau mau tetep berdiri disitu?" kata Almeer.
__ADS_1
mengingat berkasnya sudah ditunggu. Zafira memutuskan untuk masuk
"Ke lantai berapa?" tanya Almeer
"18 kang" kata Zafira sambil menunduk.
" Owh. Mau ketemu Elmeer juga?" tanya Almeer
Zafira mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Almeer.
"Mau nyerahin berkas ini" kata Zafira.
Tak lama lift terbuka. saat sudah berada di lantai 18. Almeer keluar terlebih dahulu. kemudian Zafir. Almeer berjalan beberapa langkah didepan Zafira. Almeer berjalan kearah meja asisten direktur yang berada didepan ruangan Direktu.
"Kakak? tumben kesini?. loh kok kalian bisa barengan" kata Anis
"Yaudah yuk bareng aja masuk kedalamnya. kakak juga mau ketemu Kak El kan? tadi kak El bilang kakak suruh langsung masuk aja." kata Anis.
"Oke. Kalian duluan" kata Almeer.
Mareka masuk bersama. Terlihat Elmeer sedang sibuk dengan beberapa berkas yang sudah menumpuk di atas mejanya. El tersenyum saat Zafira datang memberikan berkas yang dia minta.
"Terimakasih." kata Elmeer sambil tersenyum.
Elmeer melihat Almeer masuk.
__ADS_1
"Zein. Sudah sampai. Bisa tunggu sebentar. Aku selesaiin ini dulu. Nggak lagi buru-buru kan?" kata Elmeer.
"Sebenarnya aku udah ada janji ketemu sama orang si di jam makan siang. Ya paling ada waktu setengah jam disini."
"Iya bentar aja kok. Paling 10 menit selesai. Fira kamu duduk aja dulu. Aku periksa ini sebentar." kata Elmeer.
Setelah selesai Zafira pun keluar dari ruangan Elmeer. Elmeer berjalan ke sofa dimana Almeer sudah menunggunya.
"Jadi ada apa?" tanya Almeer.
"Aku ingin menikahinya. Bagaimana menurutmu?" kata Elmeer.
Almeer diam. Entah kenapa hatinya merasa sedikit tidak rela.
"Aku ingin menghalalkan nya. menatapnya menjadi halal. Bahkan menjaganya. aku ingin menjadikannya satu-satunya wanita yang akan menjadi pendamping hidup ku yang akan selalu kebahagiakan. bagaimana menurutmu?". kata Elmeer.
"Bagus. Niatmu sangat baik. Apa kamu udah bicarakan hal ini ke Zafira?. dan apa tanggapan dia?" tanya Almeer.
"Belum. Itu masalahnya. Aku merasa Zafira belum bisa sepenuhnya mencintaiku. Dia masih mencintai laki-laki lain. Aku takut." kata Elmeer.
"Apa maksudmu?" tanya Almeer.
"Entah kenapa akhir-akhir ini aku sering ngerasa takut. Sekeras apapun aku berusaha membahagiakannya dia tidak akan pernah merasa bahagia. Karena kebahagiaannya ada bersama orang lain." kata Elmeer terlihat putus asa.
"Bicarakan hal ini padanya. setelah kamu mendengar keputusannya lalu kamu bisa ambil keputusanmu sendiri. Kalian yang menjalani pernikahan ini. Hanya komunikasi yang baik yang bisa menghapuskan kesalahpahaman diantara kalian." kata Almeer.
__ADS_1
"Ya kamu benar. Terimakasih. bicara denganmu bisa mengurangi kegelisahanku. thanks" kata Elmeer.
"Sudah Almeer. sudah waktunya kamu melepaskannya dari hatimu" ucap Almeer dalam hati.