Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Penyesalan tiada Bertepi


__ADS_3

Prov. Zafira


Selepas jam kampus. Zafira, Syva dan Kiya mampir ke masjid. Disepanjang jalan hanya Syva dan Kiya yang terus bercerita. Sedangkan Zafira terlihat tidak fokus. Zafira memilih diam. Perasaannya saat ini sedang tidak menentu.


Selepas melaksanakan sholat dzuhur. Syva dan Kiya memaksa Fira ikut dengan mereka pergi kesuatu tempat. Dan Fira pun terpaksa menyetujuinya. Setelah menempuh perjalanan yang jauh akhirnya mereka sampai disebuah pekarangan rumah yang luas dan asri.


Tertulis sebuah papan bertuliskan panti asuhan Muara Hati Bunda. Zafira merasa familiar dengan nama panti asuhan ini. Dan entah dorongan dari mana ia merasa ibgin melihat tempat ini. Mereka pun turun. Setelah mengambi beberapa barang dibagasi mereka bertiga pun masuk kedalam rumah panti tersebut.


Kehadiran mereka disambut langsung oleh Ibu Aminah. Meraka diajak berkeliling panti. Melihat keadaan panti dan kegiatan anak-anak dipanti. Setelah puas berkeliling Ibu Aminah mengajak mereka masuk kedalam rumah.


Saat mengamati ruang keluarga mata Zafira tertuju pada bingkai foto yang terpajang di dinding. Zafira berjalan mendekati bingkai foto tersebut. Zafira tertegun saat melihat dengan jelas sosok dibingkai itu. Wajah seseorang yang dia rindukan selama setahin belakangan ini. Sosok yang ternyata sudah menetap dihatinya tanpa dia sadari.


Zafira meraba bingkai foto tersebut. Seakan ia sedang menyentuh orang tersebut. Dan tanpa bisa ia tahan air matanya pun menetes. Melihat Zafira yang memegang foto salah satu anak kesayangannya, Ibu Aminah menghampiri Zafira.


"Itu foto Zein. Salah satu anak asuh yang sangat luar biasa. Dia sangat pintar dan juga sholeh" kata Ibu Aminah.


Ibu Aminah membawa Zafira dan foto itu kebangku. Zafira duduk disamping Ibu Aminah.

__ADS_1


"Dia ini anak yang pintar. Bahkan sangat jenius. Bahkan berkat usahanya yang kuat dia berhasil membuat kehidupan dirumah panti ini jauh lebih baik. Dan membantu lebih banyak orang." kata Ibu Aminah.


"Tapi foto ini mirip banget sama salah satu teman kami. Namanya Almeer" kata Syfa.


"Anak Ibu ini sedang berada diluar negeri di Rusia. Dia ingin mencari kakek dan nenaknya. Dan syukur Alhamdulillahnya mereka sudah bertemu." kata Ibu Aminah


"Maaf bu kalau boleh tau nama panjang Anak ibu siapa?" tanya Kiya penasaran.


"Almeer Zein G. Ibu bertemu dia saat dia usia 9 tahun. Kondisinya saat itu sangat memprihatinkan" kata Ibu Aminah


"Namun selama Ibu mengasuh Zein ibu tidak pernah bisa memahami apa yang sedang dirasakan Zein. Bahkan saat menatap matanya Ibu tetap tidak bisa menyelami perasaannya. Yang terlihat hanya kebahagiaan yang palsu" kata Ibu Aminah yang terlihat sangat sedih.


"Maksud Ibu?" tanya Syfa.


"Pertama kali bertemu Zein kodisinya sangat memprihatinkan. Entah apa yang terjadi pada anak sekecil itu. Ibu hanya tau jika kedua orang tuanya telah meninggal. Dia tidak pernah menceritakan peristiwa itu pada Ibu. Namun hal yang membuat Ibu Khawatir pristiwa itu membekas dalam otaknya sehingga menimbulkan trauma" kata Ibu.


"Trauma seperti apa bu?" tanya Zafira.aa

__ADS_1


"Zein takut dengan kegelapan malam. Setiap dia pejamkan mata dia akan gelisan dan teriak ketakutan. Itu sebabnya dia tidak pernah bisa tidur malam, Bahkan walaupun dalam keadaan terang lampu. Zein akan terjaga sampai selepas subuh. " kata Ibu


Deg..


Jantung Zafira seakan berhenti berdetak. Fakta baru tentang Almeer yang dia tidak pernah tau. Bahkan dia tidak pernah berusaha mencari tau alasannya. Justru karena ketidaktahuannya itu membuatnya berfikir buruk tentang Almeer.


Sesak rasanya mengingat kebersamaannya dulu dengan Almeer. Almeer yang selalu memperlakukannya dengan baik. Almeer selalu berusaha membuatnya bahagia. Almeer tau banyak hal tentangnya. Dan Almeer selalu mendahulukan kepentingannya dari pada kepentingan Almeer sendiri.


Dan apa balasan yang dia berikan pada Almeer?. tidak ada. Dia tidak tau apapun tentang Almeer dan tidak berusaha mencari tau nya. Bahkan dia sempat berfikir buruk tentang Almeer.


Menyesal ?.


Tentu.


Bahkan saat ini ingin sekali rasanya dia menangis sekencangnya agar menghilangkan rasa sesak akibat merasa bersalah dengan Almeer.


Merasa tidak sanggup menahan tangisnya, Zafira izin ke kamar mandi. Zafira mengunci pintu kamar mandi dan menyalakan air keran untuk meredam suara tangisnya. Didalam kamar mandi Zafira menangis. Menumpahkan segala penyesalannya yang tidak bertepi.

__ADS_1


__ADS_2