
"selamat siang. "
Arthur masuk kedalam kamar rawat Almeer saat semua orang sedang menjenguk Almeer. merekapun melihat kearah Arthur. Ali yang masih memiliki dendam pada Arthur segera mencegat Arthur.
"Mau apa anda kesini?. apa anda kesini mau menagih uang 2 miliar itu? bukankah anda bilang uang ada 10x lipat lebih banyak dari yang saya tawarkan?" kata Ali dengan menahan emosi.
Arthur tidak menghiraukan ucapan Ali. Arthur terus berjalan mendekati ranjang Almeer. semua orang terus memperhatikan gerak-gerik Arthur. setelah sampai didekat ranjang Almeer Arthur membungkuk.
"Selamat siang tuan. senang akhirnya tuan sudah Sadar kembali." kata Arthur tersenyum bahagia.
Nadira dan semua orang yang ada didalam ruangan bingung. apa Almeer mengenal Arthur. siapa Arthur sebenarnya?
"Terima kasih Arthur. lagi-lagi kamu sudah menyelamatkan saya. Terima kasih banyak." kata Almeer
"Sudah menjadi tugas dan kewajiban saya melindungi tuan dan menyelamatkan tuan." kata Arthur.
Semua orang bingung.
"Kakak kenal sama Dia?" tanya Nadira
"Sebentar. jadi Kakak kenal sama orang sombong dan menyebalkan ini?. kok bisa. Kakak nggak pernah cerita. dan Kakak bilang apa , menyelamatkan Kakak lagi?. maksudna apa?" tanya Ali
"Kenapa kamu terlihat sangat kesal Ali. Apa ada sesuatu diantara kalian. Katakan Ali, Arthur ada hal apa diantara kalian?" kata Almeer.
"Hanya kesalahpahaman saja tuan " jawab Arthur.
"Benar begitu Ali?. lihat mata Kakak." kata Almeer
Ali pun patuh. dan melihat kearah Almeer. setelah beberapa saat kemudian Almeer kembali melihat Arthur. dan Arthur mengangguk.
"oke kakak mengerti. Kakak tau apa yang terjadi. Kamu menawarkan uang 2 miliar pada Arthur sebagai imbalan sudah mau mendonorkan ginjal untuk Kakak. Tapi Arthur menolak dan mengatakan uang itu tidak cukup untuk membeli ginjalnya. dan Arthur juga bilang uang dia 10x lipat lebih banyak dari yang kamu tawarkan. dan kamu merasa kesal karena menganggap Arthur sombong. benar begitu bukan? kata Almeer.
Ali melihat kearah sang kakak. bagaimana bisa kakaknya menebak begitu tepat.
"Kok kakak bisa tau?. ucapan kakak itu emang bener. dan keadaannya persis seperti itu. tapi gimana caranya kakak tau sednagkan Aku aja belum cerita apapun ke kakak." kata Nadira heran sekaligus takjub.
"Terbaca semua dari mata Ali. dan Arthur pun mengangguk mengiyakannya." kata Almeer.
"Kakak bisa baca pikiran orang dan tau apabyang terjadi hanya lewat mata orang? dan tadi Kakak sama Kak Arthur interaksi lewat telepati?" kata Nadira heran.
__ADS_1
Almeer enggan menjawab pertanyaan dari sang adik.
"Kalian berdua minta maaf sekarang" titah Almeer.
Tanpa protes Arthur mengulurkan tangannya untuk meminta maaf. Namun Ali masih bersikeras tidak Meu meminta maaf. melihat Ali enggan menjabat tangannya. Arthur menarik kembali tangannya.
"Baiklah kalau kamu nggak mau berbaikan. tapi dengarkan ini." kata Almeer
Almeer menghela nafasnya sebentar.
"Arthur ini tangan kanannya Kakak. selama ini dia berkerja dengan kakak. bahkan sebelum kakak mempu mendirikan perusahaan. Dia yang menjaga kalian semua, selama Kakak nggak ada bersama kalian." kata Almeer
"Maksud Kakak?" tanya Ashraf.
"Apa kalian pikir selama ini kakak jauh pergi sekolah keluar negeri, belajar di pesantren dan berada jauh dari kalian kakak tidak menjaga kalian?. kakak nggak perduli gitu sama kalian?. kalau kalian mikir gitu kalian salah besar. kakak selalu khawatir sama kalian. untuk itulah kakak minta Arthur menjadi bayangan kakak untuk kalian. dia yang menjaga kalian selama kakak jauh dari kalian." kata Almeer.
" Jadi selama ini kami dimata-matai?"tanya Althaf
"Terserah kalian mau ngomong apa. yang jelas kakak hanya ingin memastikan kalau keluarga kakak. dan orang-orang yang sangat penting di hidup kakak itu baik dan aman. dengan begitu kakak bisa mengerjakan pekerjaan dan tujuan kakak dengan perasaan tenang. jika bukan karena Arthur kakak nggak akan tau apa yang akan terjadi ke kamu Althaf di Kalimantan. Kakak tau semua yang terjadi disana. dan Arthur yang membantu kamu disana." kata Almeer.
"Arthur bukan hanya menyelamatkan hidup Kakak. tapi juga kalian. sudah berulang kali dia menyelamatkan nyawa kamu Ali , Ashraf, Althaf, ibu. kalian semua. Ali, kamu kira siapa yang menemukan Nadira. Jika bukan karena bantuan Arthur kamu tidak akan bisa dengan mudah mendapatkan informasi yang sangat sulit. Terlebih Nadira mengubah nama dan jati dirinya. yang semula bernama Syakila Almeera Zahra menjadi Nadira." kata Almeer
"Jadi selama ini kamu yang udah membantu saya?" tanya Ali pada Arthur tidak percaya.
"Artur yang melakukan semuanya. Artur yang menjaga dan membantu kalian semua. terima kasih banyak Arthur. rasanya terimakasih saja tidak akan cukup untuk membalas apa yang sudah kamu lakukan untuk saya. terimakasih saudaraku. terimakasih banyak." kata Almeer.
"Tidak tuan. Tuan tidak perlu berterima kasih. Seperti yang tuan katakan saya adalah bayangan tuan. Saya akan melakukan hal seperti yang tuan lakukan. saya bersyukur karena tuan memberikan saya kesempatan yang sangat berharga ini. terimakasih sudah Sudi menganggap saya seperti saudara" kata Arthur.
"Tapi kenapa kakak nggak pernah ngomong kekita selama ini?" tanya Ali
"Apa kamu pikir kalian akan senang hidup dimata-matai. diawasi. dan dijaga?. Kalian adalah orang yang ingin hidup bebas. kalian bahkan tidak bisa membedakan mana kawan dan lawan. Itu sebabnya banyak orang yang memanfaatkan kalian. bersembunyi dibalik tampang baik untuk meraup keuntungan diri mereka sendiri. Tapi Arthur selalu tau. Itu sebabnya tanpa sepengetahuan kalian. Arthur bantu kalian membereskan merek orang-orang yang berniat jahat pada kalian. Arthur tau semua hal tentang saya. bahkan yang kalian tidak tau Arthur tau."
"Terimakasih Arthur sudah membantu kita. dan maaf sudah bersikap kasar sama kamu" kata Ali akhirnya meminta maaf pada Arthur.
"Nggak masalah. terkadang untuk membalas kesembongan orang kita perlu berlaku sombong." kata Arthur tersenyum.
Mereka berjabat tangan.
Almeer senang akhirnya mereka tidak lagi bermusuhan.
__ADS_1
"tapi Ali pantas saja Waktu loe tawarin uang 2 miliar dia tolak secara kan uang dia lebih banyak 10x lipat dari yang loe tawarin. coba aja loe tawarin dia 30% Sham yang loe punya di CSIS. Pasti dia langsung terima. " kata Althaf meledek Ali
"Kalau itu yang gua kasih trus anak isteri gua nanti mau dikasih makan apa?" kata Ali
"ululu... udah anak isteri aja. dilamar aja belum itu ceweknya. " kata Althaf menggoda Nadira dan Ali. dan Nadira menunduk malu.
Almeer tersenyum. Almeer tau Ali dan Nadira sama-sama suka. Tapi diantara mereka belum ada satupun yang berani mengungkap hubungan mereka pada Almeer.
"Sebenarnya wajar jika Arthur menolaknya karena memang yang ditawarkan Ali terlalu sedikit. bahkan uang Arthur bukan 10x lipat dari yang ditawarkan Ali. tapi 35x lipat dari yang ditawarkan Ali. jadi uang 2 miliar mah sangat kecil. ya kan Arthur?" kata Almeer
Arthur menunduk malu. Kenapa Almeer mengungkap kekayaan yang dia punya dihadapan banyak orang.
"hah berarti 70 miliar dong?" tanya Althaf tidak percaya
"ya."kata almeer
"hah? gila. berarti lebih kayak dari kita dong . kita sih nggak ada apa-apanya kalau dibandingin dia" kata Althaf
" Arthur itu pemilik sahan 10% di BM. dan 15% saham di EGP. Selain itu juga dia berkerja sebagai tangan kanan Kakak dan juga sebagai direktur utama di BM sekarang. jadi kalian bayangkan seberapa banyak kekayaan yang dia miliki. sungguh beruntung wanita yang menjadi istrinya kelak." kata Almeer. sambil melirik Nadira. hal ini membuat nyali Ali menciut.
"Tuan. kenapa membahas kekayaan disini. jika Saya saja yang hanya memiliki Saham sebesar itu saja sudah dianggap wah oleh tuan. lalu bagaimana dengan tuan?. Tuan adalah pemilik EGP dengan memegang saham 80% saham. dan pemegang 78% saham BM. belum lagi dengan CSIS. kalian bisa banyangkan seberapa banyak kekayaan yang Tuan Al G miliki?" kata Arthur
Mendengar hal itu membuat Semua orang heran. bahkan Zafira sendiri merasa sedang dibohongi. selama ini yang dia tau Almeer hanya anak panti yang tidak punya apa-apa. bahkan hanya pekerja kontraktor biasa. lagi-lagi Zafira merasa kerdil.
"Tu an Al G?" tanya Ashraf
"Iya tuan Al G. Kenapa jangan bilang kalian nggak tau kalau tuan Al G yang terkenal didunia bisnis itu adalah kakak kalian? " kata Arthur
"Arthur?"kata Almeer
"maaf tua. saya keceplosan. Saya kira mereka sudah tau tentang hal ini " kata Arthur.
"Kak bisa dijelaskan?" tanya Nadira
"iya. Al G adalah kakak. Nama yang kakak gunakan dalam dunia bisnis. orang yang sering di jadikan topik pembicaraan dibeberapa majalah bisnis. yang sering kalian baca. kakak punya alasan kenapa kakak nggak pake nama asli dalam menjalankan bisnis. hanya Arthur yang tau hal ini. karena selama ini setiap bertemu dengan klient atau siapapun mengenai bisnis bukan kakak yang turuh tangan langsung tapi Arthur. mereka hanya tau jika Arthur ini tangan kanannya tuan Al G." kata Almeer.
"Jadi selama ini Aku naksir Kakak ku sendiri. Kakak tau setiap artikel yang menulis tentang tuan Al G, aku selalu bermimpi andai saja aku bisa bertemu langsung sama orang hebat ini. orang yang sangat baik. tapi ternyata orang itu adalah kakak ku sendiri. " kata Nadira
"Tapi kenapa Kak?. Kenapa kakak nggak pernah ngomong ke kita? kenapa Kakak merahasiakan banyak hal dari Kita? apa Kita ini bukan keluarga kakak sehingga Kakak tidak percaya sama kita? dan justru Kaka milih percaya sama orang lain dari pada percaya sama Kita?" kata Ali. merasa sedikit kecewa.
__ADS_1
"Apa Kakak nggak takut jika suatu saat nanti Arthur akan berkhianat sama kakak." tanya Althaf.
Arthur kaget. saat mendengar kesetiaannya dipertanyakan. Almeer merasa Arthur sedikit tersinggung dengan ucapan Althaf. tapi Arthur berusaha menahan diri agar tidak terpancing.