
Diruang kerjanya Almeer sedang sibuk memeriksa beberapa berkas dan menandatanganinya. namun entah kenapa sejak pagi mood nya jelek. Dia teringat dengan adik nya yang sampai saat ini masih dia keberadaannya. Dia memandangi bingkai foto yang sengaja dia taro dimeja kerjanya. Foto yang diambil 15 tahun lalu seblum kejadian tragis menimpa keluarganya.
"dimana kamu dek? Kemana kakak harus cari kamu. Apa kamu ubah identitas kamu sehingga kakak nggak bisa lacak keberadaan kamu"
saat Almeer merenung dia mendapat pesan di ponselnya.
Ali
ka. lu dikantor kan? jangan kemana-mana ada yang mau gua kasih tau. Jam istirahat gua kesana. Penting."
^^^Oke^^^
Almeer kembali memeriksa laptopnya. saat dia membuka emailnya ada satu pesan yang dia tunggu-tunggu. dia pun mulai membuka isi email tersebut. Seuntas senyum terbit di wajahnya saat mengetahui dia diterima di universitas moskow untuk s3 nya. Bukan karena dia lolos dan akan kuliah disana hal yang lebih membuatnya senang dengan begitu dia bisa mencari keberadaan kelyarga ayahnya yang menurut informasi Prof.Rainhard kini sedang berada di rusia. Untuk waktu beberapa bulan. Karena mereka memang tinggal di Belgia. Dia berharap ini adalah jalan untuk bertemu mereka. tanpa menunggu lama dia pun mengirimkan surat balasan.
saat jam makan siang Ali memnuhi janjinya dengan datang ke kantor Almeer.
"tidak bisakah mengetukbpintu saat bertamu?" Almeer sedikit kesal dengan tingkah adiknya ini
__ADS_1
"sudahlah. Jangan marah-marah. nanti lo cepet tua?"
almeer pun duduk di sofa. Dan mulai memmsankan makanan dan minuman pada OB melalui interkom.
"lo masih inget janji lo yang bakal kasih gua 20% saham CSIS . Sekarang gua kesini mau nagih itu semua. Gua mau ambil bagian gua di CSIS" dengan serius Ali menyerahkan dua buah dokumen.
Almeer membuka map coklat terlebih dahulu disana terlihat banyak foti dan beberapa dokumen. Yang selama ini dia cari. Tanpa berfikir panjang Almeer membubuhkan tanda tangan didokumen yang satunya lagi. Dan dia langsung memeluk erat Ali.
Akhirnya setelah sekian lam dia merasa beban yang menghimpit dadanya yang membuat sesak seakan hilang. Penantian 15 tahunnya sudah berakhir. Akhirnya dia bisa bernafas lega.
"hai. Ka. Lo nggak baca dulu dokumen satunya lagi apa? Marn tanda tangan aja. Lo nggak takut apa kalau di isinya itu bukan cuma 20% saham bisa aja kan disitu tertulis 50% saham. Coba lu baca dulu dokumen itu sebelum gua tarik dan nggak bisa dirubah. Lo bakal nyesel nanti" kata Ali
"makasih ka. Lo udah percaya sama gua. Gua nggak akan sia-siain kepercayaan lo."
"dari kapan lo dapet ini semua?" tanya Almeer
"sebulan. Udah sebulan gua nyelidikin ini. Gua nggak sengaja ketemu sama SAZ di Tuban waktu lo minta gua buat temuin Habib syech. Dia salah satu santri disana. Saat ngeliat matanya gua yakin klo dia adek yang lo cari mata kalian sama itu sebabnya gua yakin. Dari sana gua mulai nyelidikin dia, kita sering ketemu tapi gua nggak pernah bahas lo ke dia karena gua pengen bener benr mastiin. Dia ubah namanya jadi Nadira Shika. dia tinggal berdua sama bu Darmi alias simbok Rumi mereka terpaksa ganti identitas agar keberadaan mereka tidak terdetiksi oleh orang-orang yang ngebantai keluarga lo. Itu sebab nya lo nggak bisa lacar mereka." kata Ali.
__ADS_1
"gua mau ketemu mereka" kata Almeer
"besok kita kesana. Lo juga harus izin ke isteri lo biar gimana juga lo nggak mungkin nggak pulang tanpa ngabarin isteri lo."
"iya. Gua bakal ngomong sama Fira. Oh ya gua juga baru dapet email balesan. Gua diterima di moscow unyversity."
"serius? Lo terima?" kata Ali kaget
"belom gua putusin"
"gua tau alesan lo pergi. Tapi sekarang lo juga ada alasan buat bertahan. Jadi tolong pertimbangin mateng mateng keputusan lo"
"iya"
"udah gua balik lagi kekantor. Ada meeting sama klient. Oh ya buat besok. Mau gua yang beli oleh-oleh buat SAZ atau lo aja?"
"lo aja siapin semuanya. Gua tau lo juga pasti udah selidikin apa aja yang disuka dan nggak disuka ade gua. Besok jam 6 kita berangkat" kata Almeer
__ADS_1
"oke besok setengah 6 gua jemput lo. Udah gua pergi dulu. Bye"
Almeer merasa hari ini hari yang baik. akhirnya pencariannya membuahkan hasil. Terlebih surat pemberitahuan bahwa dia lolos menjadi salah satu penerima beasiswa. Walau mungkin dia harus mendiskusikan nya lagi dengan Ameera. Biar bagaimanapun Ameera dan dia baru bertemu.