
Zafira terbangun saat mendengar suara Adzan dihandphone miliknya. Saat membuka matanya dia merasa hangat. Zafira tersenyum saat mendapati dirinya yang ternyata tertidur pulas dalam pelukan laki-laki yang kini sudah Sah menjadi Imamnya. Zafira tidak menyangka hari ini pun tiba. Hal yang selalu dia impikan selama ini. Akhirnya takdir menentukan jalannya bersama dengan laki-laki tersebut.
Zafira tersenyum memandangi wajah laki-laki baik yang masih menjadi pengisi hatinya. setiap lekuk wajahnya, matanya yang terpejam, hidungnya,dan juga mulutnya. semua terasa pas dan sempurna. membuatnya terlihat sangt tampan. pastas saja ia bergitu terpikat. bukan hanya akhlak yang baik namun rupanya begitu sempurna. Zafira ingin menyentuh hidungnya secara diam-diam. namun ia ragu. takut tiba-tiba sang suami terbangun. ia pun mengurungkan niatnya.
"Masyaallah" gumam Zafira.
"Sudah puas belum? Diam-diam pandangin wajah suami yang lagi tidur? apa setampan itu ya suamimu ini?" terdengar suara Almeer. namun saat dilihat matanya masih terpejam.
Zafira merasa malu. Karena kedapatan diam-diam mengagumi wajah sang suami disaat sang suami sedang tertidur. Zafira berniat untuk melepaskan diri dari pelukan sang suami. Namun Almeer justru menarik Zafira semakin dekat dalam pelukannya.
degh.. degh..
Seketika Zafira merasa deg-degan.
"Tetap seperi ini sebentar aja." kata Almeer.
Zafira pun menurut. Walau perasaan Zafira deg-degan Zafira berusaha untuk bisa mengontrol detak jantungnya yang begitu cepat saat berada dalam posisi seperti ini.
"Ra .." kata Almeer.
"Ya." kata Zafira.
"Kamu merasakan sesuatu nggak?" tanya Almeer.
"Merasakan apa?" tanya Zafira.
"Ada sesuatu yang berdetak sangat kencang. apa ya?. sepertinya Ada yang deg-degan deh. " tanya Almeer.
Zafira semakin merasa Malu. Dia segera bangun. Almeer tersenyum melihat Zafira salah tingkah. Zafira terlihat sedang membereskan perlengkapan sholat. Almeer masih dengan posisinya menatap sang isteri.
"Kang. Ayo bangun. Nanti kita kesiangan sholat subuhnya." Kata Zafira.
Zafira pergi ke kamar mandi untukenyiapkan air hangat untuk Almeer. tak berselang lama dia keluar.
__ADS_1
"Airnya sudah Fira siapkan. Akang mandi nanti setelah itu kita sholat subuh jama'ah" kata Zafira.
Almeer pun bangun dan pergi ke kamar mandi.
selepas Almeer selesai kekamar mandi. Setelah beberapa la dikamar mandi terdengar suaa Zafira yang berdehem. Almeer yang mendengar Zafira berdehem pun mendekati pintu kamar mandi.
"Kenapa Ra?" tanya Almeer.
"emmmm.." Fira terlihat bingung.
"Ngomong aja Ra kenapa?" kata Almeer.
"Fira lupa bawa handuk kang." kata Zafir.
"Ow.. Ya udah Akang ambil. Handuknya dimana?" kata Almeer.
"Didalam lemari kang." kata Zafira..
Almeer berjalan ke dekat lemari dan membuka pintu lemarina. Dia kaget ternyata lemari yang dia buka berisi barang-barang pribadi perempuan.
"Kenapa Kang?" tanya Zafira.
" Maaf salah buka lemari." kata Almeer.
" Emang Akang buka yang mana?" tanya Zafira.
"Yang Kanan." jawab Almeer.
"Kenapa buka yang itu?!" kata Zafira.
"Kan Akang nggak tau" kata Almeer.
"Itu salah kang. ada di sebelah kiri kang. ada dibawah." kata Zafira merasa malu mengingat lemari yang Almeer buka berisi barang-barang pribadi dan pakaian dalamnya.
__ADS_1
Almeer pun membuka lemari yang diarahkan Zafira. setelah ketemu Almeer pun segera memberikan handuk tersebut.
tok.. tok.. tok..
Zafira pun membuka sedikit pintunya dan mengeluarkan tangannya. Almeer memberikan handuk tersebut. Namun saat Zafira hendak menutup kembali pintunya Namun Almeer menahannya.
"Kenapa Kang?" tanya Zafira sambil menahan pintunya agar tidak terbuka.
"Biarin aja jangan ditutup." kata Almeer. sambil tersenyum jahil.
"Akang... Nanti kita keburu kesiangan solat subuhnya." kata Zafira.
Akhirnya Almeer pun berhenti menjahili sang isteri. tak berselang lama Zafira keluar dengan menggunakan pakaiannya. Lalu mereka pun melaksanakan solat subuh berjama'ah secara khusyuk.
Selepas melakukan solah mereka berdoa. Setelah selesai Almeer berbalik menghadap Zafira. Zafira pun langsung meraih tangan Almeer dan kemudian mencium tangannya. Saat Zafira mencium tangannya Almeer menyentuh kepala Zafira sambil membacakan doa dikepala ya. Setelah itu Almeer mencium kening sang isteri. Tanpa bisa dikendalikan air mata Zafira jatuh.
"Kenapa nangis?" tanya Almeer lembut sambil mengusap air matanya.
Zafira menggelengkan kepala.
"Kamu menyesal menikah dengan saya?. jangan khawatir setelah El kembali jika kamu ingin kembali pedanya maka saya akan melepaskan kamu. " tanya Almeer
Zafira menggelengkan kepalanya.
"Nggak kang. Akang salah. Justru Fira bahagia bisa menjadi isteri Akang lagi. Fira berharap pernikahan ini bukan hanya sebagai pernikahan pengganti aja. Fira ingin menjadi isterinya Akang sepenuhnya, selamanya. Zafira takut akang bakal tinggalin Fira lagi untuk kesekian kalinya " kata Zafira mencurahkan isi hatinya.
"Apa Fira benar bisa menerima Akang sepenuhnya? Walau Fira sendiri sudah tau semua tentang Akang?" kata Almeer.
"Fira ingin menjadi satu-satunya wanita yang akan mendampingi akang disetiap susah maupun senang Akang. Fira mau jadi wanita yang selalu menggenggam tangan Akang disituasi dan kondisi Akang" kata Fira.
Mendengar jawaban Zafira, Almeer merasa senang. Akhirnya apa yang dia takutkan tidak terjadi. Justru Zafira siap menirima apapun kondisinya. Seketika Almeer pun menarik Zafira kedalam pelukannya.
Terimakasih untuk pembaca setia novel Takdir cinta sang pengantin pengganti. Author mau ngucapin mohon maaf lahir batin. Semoga author bisa terus berkarya dan terus update.
__ADS_1
selama lebaran.