Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Jalan Jalan


__ADS_3

Rencana jalan-jalan Almeer untuk Fira dan temannya pun terealisasikan. Mereka berangkat pukul 06.00 pagi setelahan Almeer dan Fira menjemput Syfa dan Kiya dirumah Syfa. Kini mereka sedang berada di kemacetan jalan. Karena biasanya weekend banyakbwisatawan lokal yang berkunjung menikmati akhir pekan mereka bersama pasangan ataupun keluarga.


Mobil yang dikendarai Almeer pun berhenti sisebuah tempat parkir 'Mercusuar Cafe and Resto'


"saya ada urusan sebentar membahas beberapa kerjaan. Kalian ikut turun aja. Sekalian pesen sarapan. kalian belum sarapan kan. Kalian bisa isi perut kalian biar kalian nggak kelaparan." kata Almeer


Mereka turun bersama. tidak lupa juga Almer membawa semua bahan-bahan untuk bertemu dengan klient nya. Mereka masuk kedalam cafe dan resto tersebut. Memilih tempat yang cocok. Tak berapa lama pelayan datang sambil menyerahkan buku menu dan siap mencatat pesanan makanan.


Tak berapa lama setelah memesan makanan. Klient yang ditunggu datang menghampiri meja mereka.


"tuan Almeer." sapa laki-laki itu


"ya. Tuan Fransisco" kata Almeer


"desolee je suis en retard." kata tn.fransisco (maaf saya terlambat)


"pas de probleme monsieur. Ja viens d'arrivier. S'il vous plait " kata Almeer (tidak masalah tuan. Saya baru tiba. Silahkan)


Almeer memilih duduk di sebelah meja Fira dan temannya untuk mengobrol dengan klientnya. Dan mereka pun membahas tentang kerjasama proyek mereka. Almeer menjelaskan dengan ditail sketsa yang sudah dia biat dalam bahasa prancis dengan lugas. Dan hal itu tidak luput dari perhatian Fira,Syfa dan juga Kiya. Meskipun mereka tidak mengerti apa yang sedang dibahas mereka terus memperhatikan Almeer yang berbicara dalam bahasa asing dengan bergitu pasih dan lancar.


"ra, lo yakin nggak mau buka hati lo buat kang Almeer. Klo lo nggak mau gua siap kok jadi pengganti lo. Gila sih keren banget itu loh. Gua nggak nyangka dia bisa bahasa asing dengan fasih gitu." kata kiya berbisik


"suhtt.. Lo ini ya. Jangan kan lo gua juga mau. Gimana ra, maih nggak mau nerima cowok sekeren kang Almeer?, udah ganteng, baik, bisa bahasa prancis dan yang terpenting di sholeh lagi. Bener bener nggak beres otak lo kalau masih belom bisa terima dia" kata syfa berbisik


"apaan sih kalian ini. Dikira kang Almeer barang apa bisa dioper sana sini."kata Fira sedikit kesal


Makanan mereka tiba. Mereka pun mulai menikmati sarapan mereka. Sambil terus memperhatikan Kang Almeer.


Setelah semua selesai di bahas tuan fransisco pun pamit dan meninggalkan tempat. Almeer pun kembali ke merja teman-temannya. Dan tak berapa lama setelah makanan mereka habis dan membayar bill mereka pun meninggalkan cafe dan resto tersebut


mereka melanjutkan perjalan ketempat selanjutnya.

__ADS_1


"kita mau kemana ini? Kenapa nggak di cafe itu aja sih kan disana juga ada tempat buat swat foto yang bagus." kaya Kiya


"kalian pernah naik kuda? Gimana kalau kita ke De Ranch."


""belom pernah. tapi pengen" kata Syfa


"iya. Pasti seru" kata Kiya


"kamu gimana?" tanya Almeer ke Fira


"aku ikut aja"


"oke. kita berangkat."


Perjalan mereka pun berlanjut ketempat penangkaran kuda. Diam-diam Fira melirik ke Almeer yang terlihat sedang fokus melihat jalan. Almeer menyunggingkan Senyum tipisnya. Dia tau jika diam-diam Zafira memperhatikannya.


Setelah menempuh perjalanan yang terbilang melelahkan karena kawasan ini padat oleh kendaraan. dengan antusias yang tinggi Syfa dan kiya tampak bersemangat meninggalkan Fira dan Almeer yang berjalan santai dibelakang.


"kamu tidak terlihat menikmati jalan-jalan ini. Kalau kamu mau kita bisa pergi ke tempat lain atau pulang" kata Almeer mencari topik pembicaraan


"berkuda?" kata almeer


"Fira nggak pernah berkuda. Fira takut." kata Fira jujur


"ada saya. Saya akan temani"


Almeer dan Fira berjalan menuju trmpat penyeaan kuda. Setelah menggunakan perlengkapan dan mendengar arahan sang pemandu sebuah kuda putih siap untuk ditunggangi Fira. Terlihat Syfa dan Kiya sudah berada di atas kuda dan didampingi oleh sang pemandunya.


Fira berkeliling menaiki kuda. Saat di kembali ketempat permulaan Almeer ikut naik ke atas kuda. Kini keduanya berada disatu kuda yang sama. Posisi keduanya sangat dekat. Dan keduanya merasa deg-degan. Dari depan Almeer bisa mencium parfum Fira. Dan Fira dan pan merasakan hembusan nafas Almeer dari belakang karena jarak keduannya yang begitu dekat dan intim. Dan ini pengalama pertama bagi Fira berkuda dan terlebih ditemani seseorang yang mungkin sudah mengambil tempat dihatinya.


Hanyut dalam suasana Almeer dan Fira tidak sadar jika mereka sudah menghabiskan waktu hampir satu jam diatas kuda. Dan mereka pun kembali ke titik awal untuk mengakhiri permainan berkudanya.

__ADS_1


Almeer turun terlebih dahulu dari kuda. Lalu kemudian disusul oleh Fira. Saat hendak turun entah karena posisi kaki yang salah atau apa kudanya bereaksi sehingga membuat Fira kaget dan turun dengan posisi salah sehingga membuat kakinya sedikit terkilir. Untuk Almeer yang tanggap segera menangkap tubuh Fira.


Deg.. Deg.. Deg..


Untuk sepersekian detik keduanya terdiam.


"ekhmmm.." suara deheman yang taknlain adalah kiya


"haduh.. Jangan lama-lama dong, yang jomblo bisa kepanasan nih." celetukan Syfa


membuat Almeer dan dan Fira jadi salah tingkah. Fira pun berniat meninggalkan tempat itu.


"aw... Aduh" kata Fira yang merasakan sakit dikakinya


"kenapa?" tanya Almeer


"kaki fira sedikit sakit. Mungkin sedikit terkilir"


"yaudah jalannya pelan-pelan. Ayo kita bantu"


Syfa dan Kiya pun membantu memapah Fira.


setelah bebberapa menit meninggalkan Fira syfa dan Kiya di sebuah bangku Almeer datang membawa dua kantong plastik berisi minuman, makanan ringan dan juga minyak telon. Almeer berjongkok di hadapan Fira


"akang mau ngapain?" tanya Fira


"maaf saya mau liat kaki kamu. biar saya bantu urut, takutnya nanti makin sakit kalau nggak cepat diurut. Boleh kan?"


Almeer membuka sepatu kets Fira dan kaos kakinya kemudia memeriksa keadaan kakinya dan dia meliat ada lebab biru dan sedikit bengkak di sekitar pergelangan kakinya. Almeer menuangkann sedikit minyak zaitun yang tadi dia beli. Dan mulai mengoleskan dan mengurut kan kaki Fira. fira meringis kesakitan saat Almeer mulai mengurut pergelangan kakinya.


"tahan ya. Emang sedikit agak sakit tapi nanti juga sakitnya ilang" kata Almeer

__ADS_1


setelah bebeerapa mennit mengurut akhirnya selesai juga. Dan Fira merasakan sakit itu perlahan hilang. Dan kakinya sudah bisa digerakan lagi tanpa rasa sakit. Almeer pun memasangkan kembalin kaos kaki dan sepatu Fira, walau Fira sempat menolak karena merasa tidak enak tapi Almeer tetap memakaikannya.


mereka pun melanjukan acara jalan-jalan mereka. Setelah jam 4 sore mereka pun memutuskan untuk pulang.


__ADS_2